Sabtu, 21 Desember 2019

REVIEW WISATA TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI | WISATA YOGYAKARTA, KALIURANG


Hallo sobat fellas semua, kembali bersama Zudaisy blog dengan konten menarik didalamnya. Pada postingan ini gw bakal ngebahas tentang pengalaman gw yang cukup berbeda dari orang kebanyakan tentang Taman Nasional Gunung Merapi. Kawasan seluas sekitar 6 Ha ini memiliki banyak spot menarik didalamnya. Dengan hawanya yang sangat sejuk membuat orang betah lama berkunjung dan berkelililing di dalamnya. Seperti air terjun, wahana bermain, hingga Menara pandang untuk melihat Gunung Merapi secara langsung.

                Akses jalan menuju Taman Nasional ini sudah sangat baik. Kita dapat menggunakan maps dari Kota Yogyakarta untuk sampai ke TN. Waktu perjalanan sangat bergantung dengan ramai atau tidaknya volume kendaraan yang melintas. Karena kebanyakan jalan menuju kearah kaliurang dua arah dengan marka lurus pemisah. Sekitar satu jam perjalanan menggunakan motor kami tiba di TN Gunung Merapi. 

                Jarak parkir motor menuju pintu masuk TN cukup jauh. Dengan tarif parkir sebesar 5.000 dan wajib menjaga karcis agar tidak hilang. Untuk tiket masuk TN sebesar 15.000, relatif murah. Saat pertama masuk gw dan rombongan memutuskan untuk menuju air terjun yang ada dalam Kawasan TN. Satu yang menjadi menarik adalah banyak sekali monyet liar di kawasan ini. Saran dari gw adalah untuk selalu menjaga barang bawaan dan makanan yang kalian bawa. Jika kalian tertarik berinteraksi dengan monyet tersebut, berhati-hati lah karena memang mereka adalah satwa liar penghuni TN ini.

                Gw tiba di air terjun yang dituju, gw agak lupa nama pasti dari air terjunnya. Air terjun ini dipenuhi pengunjung yang ingin berfoto dan menikmati sejuknya air pegunungan. Jadi, ya harus sabar buat antri foto juga. Debit air terjun ini tidak terlalu besar, tapi jika musim hujan seperti saat gw kesini, lebih baik menjaga jarak dengan air terjun jika turun hujan karena kita tidak tahu bagaimana kondisi diatas. Dengan debitnya yang tidak besar, kita dapat bermain cukup dekat dengan air terjun dan menikmati sejuknya.

Aliran air terjun ini membentuk sungai yang seakan membelah TN menjadi dua bagian. Sayangnya saat gw kesini alirannya sedang kering. Terlihat kontur aliran yang cukup dalam pada beberapa bagian sungai dan dengan lebar yang cukup besar. Oh ya, disekitar air terjun ini juga terdapat beberapa kolam dangkal yang sepertinya tercipta akibat luapan air saat debit sedang tinggi. Kemudian air terjebak dalam ceruk batu yang cukup lebar saat debit berkurang. oleh pengelola kolam ini diberi sumber air lain agar tetap mengalir

                Setelah gw dan rombongan puas di area air terjun, kita lanjut untuk berkeliling diarea TN. Bersantai wahana bermain menjadi pilihan sembari menikmati hawa sejuk. Salah seorang temen gw yang berkeliling bilang klo ada Menara pandang disini namanya Pranajiwa. Bergegaslah kita menuju arah yang ditunjuk pada penanda. Namun diujung jalan yang kita telusuri mengikuti arah ternyata ditutup. Ada himbauan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke atas menuju bukit dimana Menara pandang berada.

                Kami kecewa karena tidak bisa menikmati indahnya Merapi dari Menara pandang. Sesaat kemudian ide nakal terpintas untuk nekat menerobos himbauan untuk tetap sampai keatas dengan segala resikonya. Kami akhirnya menembus himbauan untuk naik keatas. Sesaat diawal semua berjalan baik-baik saja. Semakin keatas jalan semakin sempit dan terlihat samar, seperti tidak ada jalan menuju ke atas karena tertutup semak belukar. Sempat kami menyesal dan ingin kembali saja. Karena tidak ada jaminan pula bahwa menara pandang tersebut masih dapat digunakan. Tapi entah keyakinan apa yang membuat kami tetap berani untuk melangkah naik.

                  Cukup lama waktu yang gw dan temen-temen butuhkan unutk naik. Lintasan jalan yang sudah dimakan kehidupan liar, seolah tak pernah ada yang menginjakkan kaki disana. Suara alam seperti gemerisik daun dan nyanyian hewan menemani langkah kaki kami menuntaskan rasa penasaran. Suasana syahdu yang sekaligus membuat kami semakin sadar, bahwa kami sendirian di tapak yang entah menjajikan apa.

Angin keras semakin sering menerpa kami, menggentarkan langkah yang menandakan posisi kami yang sudah jauh diatas bukit dalam TN ini. Awan kelabu mulai bergerak diatas kepala kami, oh tidak pertanda buruk jika kami harus kehujanan dalam keadaan seperti ini. Syukur petunjuk tiba dibatas keraguan kami yang mampir mengalahkan rasa penasaran. Menara pandang tidak jauh lagi dari posisi kami. Perlahan jejak peradaban mulai kami temukan. Setidaknya itu membuat kami merasa lega.


                Usaha kami nyatanya terbayar. Menara pandang tetap berdiri tegak diatas bukit dengan ketinggian sekitar 1100 mpdl. Suasana disini sangat sunyi sekali, hingga kami bisa mendengar suara hewan dan alam. Kami istirahat sebentar dibawah Menara pandang untuk melepas penat. Salah seorang mulai naik menara dan kondisinya baik-baik saja. Hingga kami semua dapat berada pada puncak Menara pandang.

                Pemandangan luar biasa kami dapati diatas Menara pandang yang tegak dipuncak bukit yang langsung berhadapan dengan gagahnya Gunung Merapi. Lereng gunung terlihat sangat jelas disini. Bekas-bekas erupsi, aliran lahar dan pahatan alam lainnya nyata kami lihat dari sini. Sayang, tidak berlangsung lama kabut menutupi pemandangan keren ini, kami terlambat mengambil gambar dengan latar belakang Merapi difoto kami. Tapi kami tetap mengambil foto disini untuk diabadikan. Sudah jauh-jauh, jangan sampai tidak ada kenangan apapun. 



                Puas diatas kami turun melewati jalan yang sama. Sampai dibawah rasanya hari sudah cukup sore dan badan terasa letih. Kami menuju pintu keluar untuk pulang. Saat hendak keluar kami membaca beberapa banner yang terpasang disana. Ternyata menara pandang Pranajiwa ditutup karena erupsi Merapi yang terjadi pada sekitar februari 2019, jadi hampir enam bulan jalan yang kami lalui ditutup untuk alasan keamanan karena manara pandang hanya berjarak tiga kilometer dari puncak Merapi. Sungguh kelalaian kami karena tidak membaca ini sewaktu masuk dan nekat untuk tetap keatas. Untung kami tetap selamat sampai kebawah.

                Jadi itu sedikit cerita gw dan rombongan sewaktu main ke Taman Nasional Gunung Merapi. Jika kalian berminat buat main kesini. Pastikan kendaraan kalian mampu untuk membawa kalian keatas. Juga yakinlah bahwa kalian dalam kondisi yang baik untuk beraktivitas karena Kawasan TN ini cukup luas. Jaga selalu sikap kalian selama dalam Kawasan hutan. Jaga semua bawaan dan sangat disarankan membawa payung dan jangan tinggalkan sampah. Tetap berhati-hati dan patuhi setiap tanda yang ada. Jangan kayak gw dicerita ini guys. Kecuali kalian siap dengan resiko dan peristiwa tak terduga lainnya.


Makasih banget udah nyimak tulisan gw kali ini guys, Happy Holliday!

Baca selengkapnya

REVIEW OBYEK WISATA TEBING KERATON | WISATA BADUNG, TAHURA


Hallo sobat fellas semua, masi dalam suasana liburan kali ini gw bakal ngasi review lagi seputar obyek wisata di Bandung dan sekitarnya. Tempat wisata kali ini terletak di daerah Bandung Utara atau yang biasa kita kenal sebagai dago atas, walaupun persisnya si di desa Ciburial. Yap apa lagi kalau bukan bernama tebing keraton. Haaaa….?


Kebayang ngga tuh obyek wisata ini dari namanya. Keraton yang dimaksud ini bukan keraton kerajaan yang umum kita kenal sob. Tebing keraton merupakan sebuah tebing yang berada pada Kawasan Taman Hutan Raya Ir. Juanda. Di tebing ini pengunjung disuguhkan pemandangan hutan yang luar biasa indah dan mempesona. Berbeda dengan pemandangan dari tempat tinggi lain yang menyuguhkan pemadangan lampu kota. Dari atas sini kita bisa memandangi kawasan hutan raya secara menyeluruh.

Kali ini gw dan rombongan berangkat dari kota bandung sekitar pukul dua siang setelah makan. Perjalanan menuju tebing keraton tidak terlalu jauh dibandingkan dengan obyek wisata lainnya. Karena masih terletak dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. Juanda. Kalian dapat menggunakan google maps untuk sampai kesana.

Namun yang penting dan perlu diperhatikan dengan baik adalah kontur dan kondisi jalan yang bisa dibilang cukup ekstrem. Karena memang kita menuju tebing, pasti banyak kondisi jalan yang menanjak dengan cukup curam. Anda harus berhati-hati apabila melewatinya. Dan jika membawa boncengan, pastikan motor yang dibawa cukup kuat untuk membawa kalian ke atas. Pandailah dalam mengatur tarikan gas dan rem karena mesin motor akan bekerja keras untuk naik. Itu diperlukan untuk menghindari mesin motor overheat.

Sekitar satu jam perjalanan kami akhirnya sampai di parkiran tebing keraton. Untuk harga tiket masuk tebing keraton cukup murah seperti masuk kawasan hutan Ir. Juanda, yaitu 15.000 dan parkir motor 3.000 yang hanya bersebelahan dengan gerbang masuk. Kita akan diberikan gelang kenang-kenangan setelah membayar. Lumayann, buat gaya. Kita akan melewati jalan setapak menuju tebing keraton. Tidak terlalu lama berjalan kita akan tiba pada Menara pandang. Jika tidak berniat naik bisa langsung turun menuju tebing keraton. Waktu itu gw dan rombongan naik dlu lah. Cobain semua, orang udah bayar.

Pemadangan hutan yang terbentang luas akan memanjakan mata kalian di puncak menara pandang.  Hamparan hijau nya pohon yang berbukit-bukit menarik kalian untuk melihat detailnya satu demi satu. Sedikit ada rumah seperti terselip diantara lebatnya pohon. Setelah puas melihat dari Menara pandang gw jalan ke ujung tebing keratonnya. Dari sini kalian bisa liat degan jelas pemandangan TAHURA Juanda hingga sungai dibawah juram yang dalam sana.

Yang perlu diperhatikan adalah tebing keraton ini merupakan ujung dari tebing yang sangat dalam. Telah diberi pagar yang cukup tinggi diujung tebing tempat spot foto favorit. Namun beberapa pengunjung terkadang menaiki pagar agar demi mendapatkan foto yang lebih spektakuler. Tidak ada penjaga yang berada dilokasi tebing keraton. Sehingga menjadi kebijaksaan masing-masing pengunjung dalam mengambil setiap tindakan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan diri.

Semakin sore kabut akan mulai turun menutupi pemandangan indah Kawasan TAHURA. Tapi proses bergeraknya kabut menjadi pemadangan indah sendiri untuk dinikmati. Semakin sore hawa juga semakin dingin dan kami yang telah puas mengambil gambar dan berfoto memutuskan pulang. Dan seperti biasa bahwa kabut adalah pertanda hujan kali ini juga benar. Dalam perjalanan pulang kami terguyur hujan deras sehingga memutuskan untuk menepi sejenak menunggu hujan reda karena mantel yang ada terbatas untuk semua rombongan kami.

Jika kalian berminat untuk menikmati indahnya pemandangan hutan dari tebing keraton ini. Alangkah baiknya jika mempersiapkan segala kebutuhan dengan baik. Bawa mantel untuk antisipasi hujan dan pastikan kendaraan yang kalian bawa dalam kondisi baik dan mampu untuk naik keatas. Karena bila terjadi masalah cukup sulit untuk menemukan tempat memperbaiki kendaraan anda.

Happy Holliday!

Baca selengkapnya

REVIEW OBYEK WISATA KAWAH PUTIH | WISATA BANDUNG, CIWIDEY


               Halo sobat fellas semua, kembali dengan Zudaisy blog dengan segala konten menarik didalamnya.  Pada postingan kali ini gw bakal ngasi review, cerita, dan pengalaman pertama gw berkunjung ke kawah putih. Tempat wisata yang udah terkenal juga di bandung. Tapi gw baru kesampaian berkunjung kemarin, hehe… kawah putih merupakan danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Terletak pada ketinggian 2.430m diatas permukaan air laut, kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Barat.

                Pada trip kali ini, kita berangkat masi pada saat hari kerja agar bisa leluasa menikmati obyek wisata tanpa harus banyak berdesakan dengan orang lain. Karena baru pertama kali, google maps selalu menjadi andalan untuk menemukan rute terbaik menuju destinasi wisata. Jalan yang kami tempuh cukup jauh terhitung sejak awal keluar dari Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung. Kondisi jalan menuju kawah putih cukup baik dan tidak banyak melewati lintasan yang ekstrem.

                Hawa dingin baru akan sangat terasa saat tiba di daerah ciwidey kaki Gunung Pateha menuju kawah putih. Sama seperti obyek wisata bandung lainnya. Akan sangat baik apabila mempersiapkan jaket dan pakaian tebal. Singkatlah kami sampai pada pintu gerbang masuk kawah putih. Ada beberapa alternatif untuk sampai menuju kawah putih.

                Jika kalian menggunakan motor atau rombongan dengan bus pariwisata besar, maka perjalanan kalian akan berhenti pada parkiran bawah untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju kawah menggunakan kendaraan bernama ontang anting. Jika menggunakan mobil atau minibus maka kalian dapat melanjutkan perjalanan hingga sampai pada parkiran atas dekat dengan kawah putih. Hal ini didasarkan pada keamanan menuju tempat wisata.

              Harga tiket masuk menuju kawah putih adalah 25.000, kemudian transport ontang-anting sebesar 20.000 pulang pergi. Dan biaya parkir 5000 untuk motor. Sehingga lu harus menyiapkan minimal 50.000 untuk masuk menuju wisata kawah putih. Pada pembelian tiket akan disertakan masker untuk digunakan saat berkunjung ke kawah putih.

                Setelah parkir dan menitipkan helm. Kalian akan menaiki ontang-anting untuk sampai ke kawah. Setiap kendaraan mampu menampung hingga Sembilan orang. Perjalanan tidak lama hanya menempuh jarak sekitar tiga kilometer dari parkiran bawah menuju atas. Pegangan yang kuat diperlukan saat naik ontang-anting karena pengemudinya cukup barbar.

                Sampailah kami diatas untuk menaiki tangga dan menuju kawah putih. Suhu disini berkisar 15oC dan dengan angin yang tidak terlalu kencang. Sedikit peringatan, karena belerang yang dikeluarkan dari dalam dan sisi kawah masih cukup aktif, waktu sehat berkunjung di area kawah putih adalah selama 15 menit saja. Jika mulai merasa sesuatu yang tidak baik segeralah keluar dari sekitar area kawah untuk menghirup udara segar. Jika kalian merasa baik, manfaatkan waktu sebaik mungkin dan hindari terlalu lama berada disekitar area kawah putih.

              Pemandangan area kawah sangat indah sekali, selain karena warna nya yang putih dan kontras dengan hutan sekitar, latar foto kawah adalah latar yang cukup jarang untuk didapatkan, dan memberikan kesan spesial pada foto yang kita ambil. Karena belerang juga, kita dilarang untuk makan di area kawah karena khawatir akan terkontaminasi belerang apa yang kita konsumsi. Gw dan rombongan keluar kompleks kawah dan istirahat sholat. Lantas kami pun turun kembali menuju parkiran bawah.

                Kabut mulai turun saat perjalanan kami kebawah, semakin tebal hingga mengganggu jarak pandang pengemudi sehingga harus menyalakan lampu sorot kendaraan. Sangat beruntung, beberapat saat setelah kendaraan tiba dibawah dan kami turun, hujan deras mengguyur dalam waktu singkat. Rencana kami untuk makan ditempat lain harus urung karena akhirnya kami berteduh disalah satu warung yang ada.

      Diluar dugaan, harga makanan yang ditawarkan tidak semahal yang kami pikirkan. Dengan 10.000 kamu bisa mendapatkan seporsi batagor, atau siomay, atau indomie telur. Jadilah kami bersantap disana. Hujan turun dengan derasnya cukup lama, membuat kami bosan menunggu untunglah kami tetap kering karena usai berkunjung.

                Sedikit saran berdasarkan pengalaman kami. Jika kalian ingin berkunjung ke kawah putih, berangkatlah pada pagi hari dan usahakan selesai pada siang hari sekitar dhuhur atau pukul 12.00 siang. Karena siklus cuaca di kawah putih hampir bisa ditebak bahwa siang hari saat kabut turun maka hujan juga akan segera turun. Dan obyek wisata kawah putih ini memiliki waktu operasional dari jam 08:00- 17.00 dan dapat berubah seiring kondisi cuaca.

                Jika kalian tertarik untuk berkunjung kesini, jangan lupa untuk mempersiapkan segalanya dengan baik, gunakan jaket dan bawa mantel hujan jika kalian menggunakan motor sebagai antisipasi hujan. Karena suhu yang dingin jika merasa tidak kuat untuk berkendara dibawah hujan sebaiknya tunggulah hujan reda karena memang rasanya akan sangat dingin dan beresiko.
Happy Holliday!

Baca selengkapnya

Jumat, 20 Desember 2019

REVIEW OBYEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS SARI ATER | WISATA BANDUNG, CIATER


Musim liburan udah datang lagi nih, Pastinya kita semua punya tujuan berlibur kita masing-masing. Melepas penat dan jenuh sejenak dari kesibukan rutin daily lo. Dan gw layak nya manusia lain diluar sana, juga ingin memanjakan tubuh sejenak dari kehidupan monoton.

Kali ini gw bakal nge riview salah satu tempat wisata favorit kalau lagi ke Bandung, padahal mah tempatnya di Subang. Namanya Pemandian air panas alam Sariater. Pasti pernah denger dan ngga asing lagi kan? Terletak pada ketinggian 800m diatas permukaan air laut, tepatnya di daerah Ciater, Subang, Jawa Barat. Kalau masi asing sabi utk liat postingan kali ini gaess.

                Waktu libur kampus gw emg beda dari yang lain dah, disaat instastory temen gw masi pada mundas pada belajar UAS, gw udah bener-bener bingung mau ngapain ngisi hari-hari gw. Dan sore ini, selepas gw kumpul-kumpul ngga jelas dikampus, gw diajak main. Sekarang banget, dan gw skuyy aja… dan kali ini gw diajak untuk mengunjungi sebuah obyek wisata yang udah lumayan terkenal. Pemandian Air Panas Sariater.

                Jadi ada banyak opsi jalan buat sampe ke Sariater ini gaes, klo kalian berangkat dengan mobil, kalian harus melewati jalan besar yang melewati UPI dan terus naik ke arah Setiabudi, ikutin jalan dan maps aja pasti sampe. Nah klo sobat lagi touring motor sabi banget lewat jalan dago untuk terus ke atas menuju lembang. Dan gw pake jalur ini.

                Untuk rute perjalanan dago menuju lembang ini  cukup menantang gaes, jika kalian berboncengan pastikan motor yang kalian bawa cukup kuat untuk membawa kalian ke atas. Karena saat aku pergi adalah hari kerja, jalanan tidak terlalu ramai. Dan karena bandung sedang musim hujan, sangat disarankan untuk memakai jaket hangat karena perjalanan kita kan cukup dingin.  Waktu tempuh kami menuju Sariater sekitar 1 jam lebih. Dengan menggunakan motor via lembang.

                Singkatnya sampailah gw dan rombongan di pintu gerbang masuk Sariater. Dan saat itu, kami dicegat oleh seorang bapak yang mengaku punya akses masuk jalur dalam untuk pengunjung. Dengan harga yang yang lebih mahal dari tarif resmi, namun si bapak menjanjikan kelas VIP. Saran gw ni sob, pake yang pasti-pasti aja. Jangan mudah tergiur sama sesuatu yang gaada jaminannya. Meluncurlah kami menuju gerbang masuk Sariater.

Gerbang masuk wisata Sari Ater

                Untuk harga tiket masuk seorang dikenakan tarif sebesar 35.000 kemudian parkir motor 20.000, ini yang gw agak kesel kenapa musti mahal banget, padahal kan motor gw ngga makan apa-apa di parkiran. Satu lagi kalian diwajibkan memiliki kartu masuk obyek wisata, jika baru pertama kali. Kita bakal diminta untuk membeli kartu dan deposit seharga 15.000 yang dapat digunakan untuk kunjungan berikutnya. Oh yaa kabar baik buat kalian semua kalau obyek wisata Sariater ini dibuka selama 24 JAM PENUH LHO…. Dengan beberapa ketentuan kunjungan tentunya.

                Kompleks wisata pemandian air panas Sariater ini cukup luas. Dengan tiga sumber mata air berbeda, dengan suhu dan kandungan masing-masing. terdapat seperti sungai alami dengan curug dan air mancur. Ada juga kolam buatan yang dikenakan tarif lagi jika ingin menikmatinya. Ada tiga kolam, karena saat itu malam hari, hanya satu kolam saja yang masih beroperasi bagi pengunjung.

Curug jodo dengan suhu air paling panas
               
                Curug jodo ini memiliki suhu air paling panas, dengan suhu mencapai 42oC yang berlokasi paling dekat dengan pintu masuk, kemudian disebelah curug terdapat pancuran tujuh, dimana air keluar dari tujuh kendi yang berbeda. Kemudian di Barat pos penjagaan terdapat kolam kecil untuk merendam kaki yang bersuhu cukup panas juga.

                Setelah curug jodo, kita bisa turun untuk berendam pada bagian sungai yang seperti kolam dengan aliran yang cukup tenang dengan air mancur. Biasanya spot ini menjadi favorit para pengunjung, jadi harap maklum jika selalu ramai ya gaess, hehe…

                Dengan area wisata yang cukup luas dan karena waktu itu kami berangkat pada malam hari tidak semua titik kami kunjungi dan hanya pada bagian depan saja, jadi buat kalian yang berencana untuk berkunjung pada malam hari juga. Karena tidak semua titik dibuka hingga larut malam. Tapi jangan khawatir, karena pengunjung pasti tidak terlalu banyak pada malam hari, sehingga kalian bisa leluasa menikmati berendam air panas dengan tenang.

                Fasilitas dalam kompleks wisata Sariater ini cukup lengkap, kamar mandi dan kamar bilas yang tersedia di banyak titik keramaian, pos keamanan dan pos medis yang selalu berjaga 24 jam untuk membantu kebutuhan pengunjung jika terjadi sesuatu. Mengingat kandungan belerang dan air yang asam tentu memiliki efek bagi sebagian orang dan pastikan anda dalam kondisi yang baik saat berkunjung ke Sariater ini. Serta berbagai kuliner yang membantu anda mengisi perut kembali setelah berendam sampai puas…

                Nah bagi kalian kalian yang tertarik untuk berkunjung dan mencoba menikmati nikmatnya berendam air panas disini, jangan lupa untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan baik yaa…
Happy holliday !

Baca selengkapnya

Jumat, 26 Juli 2019

Cerita Makna: Sejuta Asa Meraih Kampus Ganesha (Extended)



Memantaskan Diri Menggapai Mimpi 

Hanya ada satu pilihan. Nikmati dan jalani. Karena apa yang tidak membunuhmu. Menguatkanmu


Hari ini selepas pulang sekolah aku langsung bergegas menuju perpustakaan UGM. Aku lolos seleksi berkas BAT dan menuju tahap wawancara sekarang. Bingung sebenarnya apa yang harus dipersiapkan. Kuatkan mental saja, semoga aku bisa menjawab setiap pertanyaan sebaik mungkin. Aku tiba 30 menit kemudian di perpus UGM. Jarak sekolah dari UGM cukup jauh dengan kondisi jalan yang ramai saat jam pulang cukup menyita waktu. Tiba disana aku bergegas menuju tempat wawancara. Tidak lama menunggu giliranku diwawancara tiba. Mencoba menjawab semua pertanyaan sebaik mungkin dan selesai. Aku merasa wawancaraku baik-baik saja. Lawan bicaraku cukup ramah dan aku merasa jawabanku informatif dan cukup memberikan gambaran.

Kini aku hanya perlu berdoa dan berharap semoga aku dapat menjadi bagian dari peserta BAT kali ini. Sebuah kesempatan bagus untuk menunjang perjuanganku kali ini.

Beberapa bagian dari hidup kadang memang terasa tak adil. Tapi seorang pejuang bukan terlahir tanpa rintang. Maka untuk menjadi berbeda kau harus sekuat baja. Karena biasanya, mereka yang luarbiasa selalu punya cara berbeda menjawab masalahnya.

Aku sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari BAT. Aku dinyatakan lolos dan bisa bergabung dalam grup belajar. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Bertanya pada kakak mahasiswa UGM sesuai dengan bidang keahliannya. Disini juga aku diberi bundle soal yang akan dibahas setiap pada setiap pertemuan.  

Mulai dari sini aku menyusun semangatku untuk belajar dan belajar mempersiapkan UTBK. Aku punya jadwal BAT. Dan aku sudah selesai dengan organisasi dan event sehingga punya waktu belajar. Ditambah aku punya grup belajar dengan teman-temanku yang juga punya mimpi besar. Buku yang kudapat dari kakak kelas mulai kutata untuk dilahap. Aku juga membeli beberapa buku penunjang lainnya.
***
Hari perjuanganku diisi oleh rutinitas belajar. Selepas pulang sekolah aku segera meluncur menuju perpus UGM untuk belajar Bersama kakak-kakak disana. Hingga magrib selesai kami menyudahi forum belajar kami yang biasa berisi sedikit review materi dan latihan soal. Karena dengan pembahasan soal itu sudah membantu kita dalam mereview materi. Aku biasa menunggu sembari membaca materi hingga isya diperpus dan pulang ke rumah setelahnya. Setelah istirahat dan makan aku ulang dan rapikan catatan semua materi yang kudapat hari itu. Aku mendapat jadwal selama sepekan sebanyak tiga kali. Jika sedang tidak ada BAT aku bergegas kerumah untuk latihan soal secara mandiri.

Setiap akhir pekan aku biasa menghabiskan waktuku di rumah atau perpus daerah untuk belajar bersama teman-temanku. Setiap dari kami memiliki bidang keahlian sendiri. Waktu kelas 10 dan 11 dahulu kita sama-sama mencoba ikut OSN dan hasilnya. Semua dari kami belum berhasil lolos ke tingkat nasional. Hanya sampai provinsi saja. Aku biologi dan temanku yang lain matematika, fisika, serta kimia. Banyak berdiskusi banyak soal membuat masing-masing kami paham. Bahwa kita masih harus benar-benar banyak belajar walaupun dimapel yang kita anggap mampu.

Saat berjuang adalah waktu yang harus aku nikmati. Dimasa dimana waktu sangat dihargai. Meski, sisi lainku tidak ingin terus dalam fase begini. Aku harus bersemangat dalam menjalani. Soal demi soal. Materi demi materi yang harus dikuasi, perlahan namun pasti. Aku pasti bisa mengerti. Aku hanya perlu sabar dan ikhlas dalam memantaskan diri. Untuk sebuah mimpi yang terus aku tanam dalam hati. Menjadi mahasiswa ITB nanti.

Mendekati masa ujian kelas tiga. Tryout dan latihan soal untuk ujian sekolah pun menanti. Ini berarti, semua pelajaran harus dikuasi betul. Waktu dalam kelas selalu berisi bahasan materi dan soal pelajaran. Pergantian mapel yang berbeda-beda dalam sehari, sungguh melelahkan. Fokus ku pada UTBK pun harus terkurangi demi nilai yang harus baik pada ijazah SMA. Belum lagi UN yang menyusul setelahnya. Kehidupanku benar-benar terasa padat oleh belajar. Waktu malam hari aku gunakan untuk pelajaran diluar UTBK dan semua materi UN. Aku hanya mempersiapkan UTBK melalui BAT dan belajar mandiriku bersama kelompok tiap weekend.

Sepekan menuju ujian sekolah aku benar-benar fokus pada ujian sekolah. Setelah sebelumnya rangkaian ujian praktek yang butuh banyak persiapan dan laporan praktikum yang nyaris membuatku melukapan UTBK kulalui. Selama masa ujian ini, aku harus menjaga kesehatan untuk bisa tetap melaksanakan segala kewajiban. Kulalui setiap tugas dengan sepenuh hati. Karena aku mengerti. Semua yang aku lakukan sekarang akan kembali padaku kemudian. Tak sedikit temanku yang down dan malas untuk menjalani ini. Berfikir semua ini tiada arti. Ber opini tentang pendidikan dan mengkritisi situasi. Aku bukannya tak lelah dan tak peduli. Tapi semua harus selesai bukan?

Naik turun itu pasti. Lelah dan ingin menyerah? Atau mengerjakan semua setengah-setengah? Aku juga berfikir demikian. Kita bukanlah mesin otomasi yang sedia bekerja. Saat Lelah, istirahatlah. Menepi itu bukan salah, asal jangan diam dan berhenti.

Setelah ujian sekolah selesai, aku bisa sedikit bersantai. Sembari menata rencana belajar kedepan dan mempersiapkan UNBK. Materi UN memang mencakup semua yang kita pelajari di sekolah. Meski soal-soalnya tak sesulit UTBK. Tetap saja artinya aku harus menguasai semua. Berbeda dengan UTBK yang bisa aku susun skala prioritasnya. Hingga waktunya tiba. Aku masih belum menguasai semua secara sempurna. Tak apa, toh aku sudah berusaha. Menjadi idealis bukan berarti tak bercela.

Selesai UN jam pelajaran sekolah pun juga selesai. Hanya ada kelas tutor bagi yang ingin belajar dengan guru. Tapi aku lebih memilih belajar bersama kelompok ku dan di BAT. Waktu-waktu setelah UN benar waktu yang mengujiku. Bagiku yang tidak ikut les. Aku bebas melakukan apapun, kapanpun. Seolah waktu menjadi dua mata pedang yang jika salah digunakan akan melukai diri. Ku ingat selalu akan mimpiku yang ingin kuliah di ITB. Aku bersyukur karena teman dalam kelompok ku bisa untuk saling menyemangati. Aku harus ambis disetiap hari-hari ini.

Aku belajar hampir sepanjang hari. Bangun dan mengerjakan soal atau review materi di rumah hingga siang. Siang hari aku masi mengerjakan soal dalam buku-buku yang ku punya. Saat sore aku bergegas untuk hadir BAT. Dan setelahnya aku menuju perpus daerah untuk belajar dan mengulang apa yang diajarkan dalam BAT tadi. Tak jarang kami disana hingga jam tutup perpus tiba. Sekitar jam 10 malam. 

Kalau tidak ada jadwal BAT aku biasa pergi ke perpus daerah dari pagi. Dalam sehari aku menargetkan untuk belajar sebanyak yang aku mampu. Aku mulai fokus belajar dirumah jam 8 pagi hingga adzan dhuhur. Kumatikan gawai yang bakal jadi pengganggu fokus. Laptop lebih baik untuk mencari materi yang kita butuhkan tanpa banyak medsos disana. Siang aku mengerjakan soal yang kupunya dan fokus pada satu pelajaran tiap harinya. Sore berangkat BAT dan malam bersama kelompok diperpus.

Aku merasa mampu untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Aku bisa fokus belajar dari jam 8 hingga jam 10 malam. Dengan istirahat diwaktu-waktu wajar. Selama tiga minggu selepas UN aku menjalani hidup begini. Aku belajar 12 jam sehari. Soal-soal yang terkadang luar biasa pembahasannya adalah makanan sehari-hari. Lelah sudah biasa. Berdebat jawaban siapa yang benar. Kita juga tak jarang menemukan soal tak berjawab. Intinya jangan pernah berhenti mengerjakan. Kalau otak sudah tidak bisa diajak perang. Jenuh dengan soal yang terlampau susah atau bosan. Aku istirahat dengan menonton video materi atau soal pembahasan. Hingga terkadang terlewat terlelap.

Seminggu sebelum jadwal tes yang aku ambil pada 4 mei. Aku mengubah belajarku dengan mengerjakan satu paket soal UTBK setiap harinya. Dan terpenting bagaimana aku bisa memahami pola dan jenis soal yang sering muncul dan cara mengerjakannya. Pagi aku mengerjakan soal-soal TPS. Meski terlihat mudah diperlukan latihan cukup agar bisa menjawab soal sulit yang akan memiliki bobot yang tinggi. Dan di TPS aku bisa memanen nilai untuk menutup TPA apabila aku banyak menemukan kesulitan disana. Penting juga karena isu yang beredar. Kampus akan melihat lebih pada TPS untuk melihat kemampuan dasar siswa.

Hari ujian tiba. Aku sudah hadir pagi sebelum waktu memasuki ruang ujian dibuka. Lain dari yang lain. Aku bergegas menuju masjid. Rasanya lebih menenangkan menunggu disini daripada di depan pintu masuk ruang ujian. Aku hanya berdoa dalam kesempatan terakhir sebelum ujian dimulai. Semoga ujian kali ini membawaku menuju Kampus Ganesha disana.

Pengumuman: SBMPTN
Recommend TryOut: Eduka
Baca selengkapnya

Selasa, 16 Juli 2019

Cerita Makna: Sejuta Asa Meraih Kampus Ganesha. part 2



Diri yang Perlahan Mengerti

Salahkah bila aku terkagum? Padamu yang membuatku kagum
Salahkah bila aku terpana? Padamu yang begitu luarbiasa
Salahkah bila aku merindu? Padamu yang menghadirkan kisah baru


Aku akrab memanggilnya, Koh. Aku mengenalnya sejak masih kelas 10. Bukan alumni satu sekolahku. Tapi beliau mau mengajariku banyak hal di SMA. Aku bahkan merasa bahwa koh adalah ayah yang sangat mengerti dunia SMAku. Tempatku bercerita, meminta nasihat, dan belajar. Beliau adalah tempatku kembali setelah letih dengan semua yang ada disekolah. Kata-katanya seperti energi yang memberikan semangat padaku. Penuh narasi yang mengilhami. Bicara dengannya selalu memberiku inspirasi. Dengan katanya pula, tangan ini mampu untuk mewarnai.  

Malam itu, aku kembali dalam keadaan tak berenergi. Seolah tak bosan dan selalu mengerti apa yang kuhadapi. Kutumpahkan semua yang mengganjal dihati. Jadwal belajarku yang mati. Bahkan aku tak tahu apakah perlu dihidupkan kembali.

Eventku dengan bermacam manusia yang kuhadapi. Beberapa ada yang mencoba menepi. Meski tak sedikit yang berapi-api. Untung, masih punya lingkaran stakeholder yang sedia menemani. Bahkan rasanya mereka lebih semangat untuk mengabdi. Dan sama pula membenci. Belajar? Mereka bahkan lebih tidak peduli. Hahaha, sial. Dihari pengumuman mereka menjemput mimpi mereka juga.

Koh tentu menasihati kami untuk belajar. Bahkan malah terkesan memarahi. Ya siapa sih yang mau anaknya gagal? Hanya karena seolah tak peduli dengan masa depannya. Tapi koh juga paham dengan situasi yang kami hadapi. Dituntunnya kami menata kembali semua keping menjadi skenario dua. Kami berhasil merumuskan sesuatu yang baru malam itu.

Aku masih sangat ingat malam itu. Aku menutupnya dengan secangkir kopi pekat. Pulang pukul dua dini hari. Lalu, mencoba semua skenario dalam mimpi.

Aku menjalani waktu dengan raga dan jiwa yang selalu Lelah setiap harinya. Semakin mendekati waktu acara. Hampir setiap hari waktuku tersita. Aku bersyukur teman-temanku tak kalah luar biasa. Mereka sadar, bahwa tidak ada bahagia tanpa bekerja. Tidak ada cerita tanpa duka dan lara. Tidak ada waktu berkisah selain masa berjuang disekolah.

Dan masa SMA harus ditutup dengan suka cita tanpa dosa karena ambisi pribadi semata.

Selama waktu event ini belajarku sangat terbatas. Tak ada waktu untuk belajar mandiri dirumah. Karena hampir setiap hari pulang malam untuk membahas eventku. Bahkan komitmenku dikelas kadang harus kutinggalkan untuk menjemput pundi-pundi donatur dan sponsor yang harus segera diolah menjadi pemenuh kebutuhan event.
***

Waktu event berlalu sudah. Menyisakan lelah dan beban belajar 😊. Semua panitia telah memberikan yang terbaik. Semua kegiatan berjalan baik dan target tercapai diluar ekspetasi. Satu lagi, surplus event kami mencapai dua digit. Berbagai rencana hedon datang menghiasai. Biarlah menjadi urusan teman yang lain, dan aku bisa menata belajar kembali.

Aku sepertinya harus berjuang sendiri. Beberapa waktu yang lalu aku dapat info dari temanku tentang bimbel yang memberikan penawaran menarik. Sayangnya. Setelah masa event berakhir. Berakhir pula penawaran dari bimbel. Aku terlambat. Biayanya yang ada kini, tak tertermbus kemampuanku. Terlalu mahal untuk waktu yang tersisa. Berbicara dengan orantua? Ya jawabannya sama. Beberapa hutang harus dilunasi demi sekolah adikku.  

Berat memang. Tapi apa mau dibilang. Tuhan telah menggariskan takdir bahwa tahun ini aku harus berbagi rezeki dengan adikku. Merengek ke orangtua pun. Rasanya tak tega jika mereka harus mencari pinjaman lagi. Hanya agar aku bisa les. Dengan harga yang jauh, yang didapat teman-temanku jika sejak awal mendaftar program bimbel tersebut. 

Mengutuk takdir tidak ada gunanya. Menyimpan iri dengan kesempatan yang teman lain miliki hanya membuang tenaga. Aku tak boleh putus asa. Aku harus yakin, Bahwa jalan kesuksesan tak harus melalui bimbel ternama.

Tuhan punya rencana. Aku punya percaya. Tuhan ingin aku punya cerita. Cerita dari daya upaya. Cerita yang membuatku menjadi pribadi berbeda.

Menghabiskan beberapa hari mencari informasi tentang bimbel yang terjangkau tak membuahkan hasil. Memang biasanya bimbel memberi penawaran hanya pada awal tahun ajaran baru. Setelah itu harganya akan mahal dengan fasilitas yang sama. Tak buang waktu aku mencari informasi yang lain. Ya program belajar cuma-cuma dari mahasiswa. Biasanya dengan syarat-syarat tertentu. Karena aku dijogja, banyak program belajar bareng mahasiswa UGM. Diantaranya yang paling banyak diminati adalah Rumah Belajar KSE UGM.

Tahap seleksi berkas aku lewati. Setelahnya ada seleksi tulis yang hanya berlangsung dua hari dari pengumuman berkas. Ya ampun, aku harus banyak belajar. Dan hari seleksi tiba. Soalnya essay dan aku banyak gabisanya. Dalam hatipun pesimis untuk lolos. Doakan saja diberi yang terbaik. Pengumuman seleksi tulis muncul. Aku emang ga lolos. Sedih sih, kayak buang waktu untuk nyiapin malah gagal. Tapi gapapa, buat pengalaman.

Lanjut aku coba daftar Rumah Belajar YBM BRI UGM. Sama. aku belum diterima. Aku merenung. Apakah aku emang segitu bodohnya? Apa mungkin aku bisa kuliah? Buru-buru masuk ITB, daftar rumah belajar aja ga lolos. Sedikit putus asa dipercobaan kedua karena aku gadapet info belajar lagi. Padahal aku pengen ada yang bisa ngajarin aku buat persiapan SBMPTN. Sampai aku dapet info lagi dipenghujung semester satu. Semester dua nanti bakal ada oprec program BAT, Bimbingan Antar Teman. Dari Organisasi STUCASH. Yang ngajar dan tempatnya pun di UGM. Bahkan sama anak-anak OSN dan ON MIPA. Waw, sangat menarik. Sesaat teringat kegagalanku, aku harus coba dulu. Masih ada kesempatan.

Aku sangat berharap agar lolos dan menjadi salah satu peserta BAT. Untuk membantu belajarku.
***
Bersambung: part extended

Baca selengkapnya

Senin, 15 Juli 2019

Cerita Makna: Sejuta Asa Meraih Kampus Ganesha


Paksalah Dirimu Mengerti

Setiap kesuksesan yang ada didunia ini. Selalu tersimpan kisah yang mengetuk hati.
Setiap keberhasilan yang sedang dinikmati. Selalu ada harga yang harus diberi.
Setiap mimpi yang berhasil didapati. Selalu ada luka yang senantiasa menyertai.


Kali ini aku mau berbagi sedikit lika liku perjuanganku dalam menggapai impian buat kuliah di ITB, setelah sebelumnya aku memposting keberhasilanku lolos SBMPTN ITB. Aku bakal nyeritain kisah ku dari awal kelas 12. Karena emg baru berjuang dari situ sih, ehe.. 

Jadi aku yang dulu baru saja menginjak bangku kelas 12. Selama ini cuman bisa mendengar kisah-kisah dari kakak-kakak tentang ngapain aja dikelas 12. Dan dengan begitu banyaknya nasihat datang, aku masih merasa ngga peduli amat tentang persiapan kelas akhir ini. Hal ini membuatku harus bekerja ekstra setelahnya. Aku merasa biasa-biasa aja diawal, mungkin kalian juga. Hanya guru yang berubah menjadi motivator dan lebih dari sekedar pemberi materi semata. Sisanya? sama.

Awal kelas 12 aku masih punya tanggungan event dan organisasi sekaligus. Wah mampus dah aku. Dan waktu itu masih bersemangat buat nyelesein semua pekerjaan event dan organisasiku. Tiap orang punya pendirian ya. Beberapa temanku udah mulai buat fokus dan mengurangi kegiatannya disekolah. Jujur aja ini sangat annoyed bagiku. Mereka yang tiba-tiba ngilang gitu aja, emang kerjaannya siapa yang bakal nyelesein? Kan temennya juga. Emang temennya gamau kuliah apa.. tapi ya sebagian dari itu tetap keukeh harus fokus belajar dan ya daripada ngurusin gituan trus aku kudu tetap jalan nyelesein semua tugasku.

Sepanjang masi ngurus event dan organisasi aku sama sekali gapunya jadwal belajar. Bahkan disaat temenku yang lain udah banyak masuk les, aku blom ada niatan. Bukannya gamau. But, adikku tahun ini masuk SMP, SMA. Aku tidak punya uang untuk membayar cash sekian juta ke bimbel itu. Nyicil malah jatuhnya lebih mahal. Aku urung mendaftar berharap ke depan masi ada kesempatan. Harapanku hanya menjadi harapan. Nah tapi aku juga ngerasa ya, sejak kelas awal kelas 12, apapun pelajarannya aku fokus dikelas pahamin materi guru dan latihan soal yang diberikan. Karena mau bagaimana lagi? Diluar kelas pikiranku pasti bakal kemana-mana.

Setiap apa yang diterangkan aku perhatikan dengan baik. Mencatat semua apa yang perlu dicatat. Bertanya kalau blom paham. Dan serius ngerjain pas dikasi soal buat ngelatih otak ngerjain soal-soal expert. Di rumah aku sebatas ngerjain PR yang dikasi, klo gaada? Yaudah aku ngga belajar, ngerjain yang lain aja. Ngerjain PR sendiri bagiku adalah kemajuan. Dua tahun sekolah jarang banget aku bikin PR sendiri. Cuman nyalin dan diubah dikit punya teman. Banyak alasannya. Malas contohnya. Lalu tidak paham yang selalu berakhir malas.

Oh ya, karena waktu itu aku blom les, aku ngga diam gitu aja. Aku hubungi semua kakelku yang udah lolos waktu itu untuk kuminta lungsuran bukunya. Karena emang aku punya banyak kakel yang akrab. Tak butuh lama. Bertumpuk buku bekas tertata dikamar. Yah lumayan lah. Staterpack diawal, yang ntah kapan akan mulai kubuka. Sampe aku nulis ini saat udah lolos, bukunya masih ada yang blom kugara sama sekali. Sekilas membuka buku-buku bikin ngerti gambaran materi SBM kayak apa. Materi yang baru dipelajari dikelas 12 yang mana. Dan materi dulu-dulu yang kek nya udah menguap setiap semesteran. Dalam hati aku berniat bakal ngulang materi yang dlu gagal masuk. Niat yang baik dan berjalan lambat terwujud.

Pola belajar seperti ini masi aku lakukan sampai event dan organisasiku hampir regenerasi. Ku kasih tau. Waktu itu aku menjadi tim steering commite yang bertanggungjawab atas 3 event. Kalian bisa bayangin. Walaupun bukan panitia seperti yang kalian kenal. Tim ku pokoknya tanggungjawab atas keberhasilan tiga event. Dan waktu itu, sistem ini baru perdana dilakuin. Gublu si emang. Tapi bagaimana lagi. Keterbatasan SDM dan besarnya target memaksa kami merumuskan kepanitiaan yang baru. Cemooh dibelakang dan sindiran dari yang gasuka bukan masalah lagi. Aku cuman heran, kalua iya niat kita buat ngebanggain sekolah? Lantas mengapa harus saling sikut untuk melakukannya hanya karena beda jalan. Bukankah ujung yang kita tuju sama?  Manusia terkadang sibuk dengan ambisi golongan sehingga melupakan kepentingan Bersama.

Dalam organisasi ku kasih tau juga. Aku jadi ketua rohis. Waw. Percayalah aku tidak sesholeh dari ekspetasi sesaat kalian. Aku emang suka dan aktif dalam hal keagamaan. Aku besar dikeluarga yang baik dan paham agama. Orangtuaku ingin aku bisa menjadi pribadi yang berbeda dari pemuda sekarang pada umumnya. Jadi aku ikut rohis. Aktif, dan enjoy disana. Dirohis aku belajar ngga hanya sekedar Islam. Tapi belajar memimpin yang butuh banyak softskill dan menata organisasi. Aku juga belajar bagaimana memperlakukan orang lain. Dan menempatkan mereka dimana mereka sukai.

Karena struktur baru ini tim SC (mulai ini aku singkat steering commite) belum berjalan baik. Dan aku banyak megang sampe ke teknis banget lah. Apalagi waktu udah deket hari-hari acara. Takdir kurang baiknya. Mental setiap manusia pasti beda. Kepanitiaan banyak yang kacau. Aku down. 

Waktu itu aku sama sekali gakepikir buat belajar disaat semua temenku banyak yang ngilang dengan alasan orangtua nyuruh belajar. Aku udah berada dititik nadir hidupku.

Apakah hanya orangtuaku yang ngga nyuruh belajar? Atau jangan-jangan mereka sedih dengan kesibukanku dan pasrah denganku? Aku gatau harus apa. Disaat itu. Kelas 12 dengan event dan belajar yang saling minta diperhatikan. Ada pikiran mengapa aku ambil jalan ini dlu? Kenapa harus jadi anak yang aktif? Kenapa ngga burenk aja kek yang lain? Semua yang aku sesali menjadi syukur saat aku menulis CV di ITB kemudian.


Baca selengkapnya

Kamis, 11 Juli 2019

MENJEMPUT MIMPI : Secuil Kisah Lolos SBMPTN ITB 2019


Menjemput Mimpi 


Setiap orang punya jalan hidup mereka sendiri. Setiap kita punya takdir hidup dikemudian hari.  Setiap diri Tuhan titipkan anugrah berupa mimpi. Agar sang Cipta mau untuk menjalani.  

Meski, beberapa mimpi tak berujung didapati. Jangan lantas mengutuk diri. Evaluasi. Wajib, tapi jangan sampai diri ini frustasi.  

Meski, beberapa cita tak berujung kisah nyata. Jangan lantas berputus asa. Lara. Tak mengapa, tapi jangan merasa Tuhan tak adil dengan kita.  

Tetap semangat bergerak. Tetap berdiri tegak. Awas! jangan congkak

Aku hanya berbagi cerita. Dari kerasnya usaha. Dan lembutnya doa. Agar aku bisa jadi Mahasiswa.

Terimakasih sudah bersedia membaca. 




 9 juli, pagi ini aku bangun lebih awal dari biasanya. Jam menampilkan angka 3:20 saat alarm yang telah ku set malam harinya berdering. Aku duduk, sembari mengumpulkan seluruh kesadaranku untuk beranjak ke kamar mandi. Tidak ada acara special hari ini, namun hari ini adalah hari dimana awal perjalanan panjang dalam hidupku dimulai. Hari ini pengumuman SBMPTN, penentu apakah aku diterima ITB ? tepat pukul 15:00 sore nanti. Pagi ini adalah kesempatan tahajjud untuk memohon yang terakhir.

Tak ada yang hal-hal khusus dalam tahajjudku, semua orang bisa melakukannya dengan hajat dan keinginan masing-masing. Aku senantiasa berdoa agar lolos menjadi mahasiswa ITB tahun ini. Selepas tahajjud sambil menunggu shubuh aku membuka ponsel, sebuah notifikasi muncul dilayar. Pesan dari seorang kakak yang kurindukan, sosok luar biasa yang membersamaiku selama hampir 3 tahun di SMA, sebelum dimasa akhir ujian kelas 12 ku kita jarang berkirim kabar apalagi berjumpa, sebatas viewer cerita dimedsosnya saja. Beliau mengirim pesan semangat kepadaku, doa agar  dan ikhlas menerima atas segala yang Allah tetapkan nanti.

Aku kembali bergetar dan merasa sesak. Ini sudah hampir shubuh aku harus berhenti menangis meskipun dalam doa, aku tidak ingin terlihat sembab saat pergi masjid nanti.  Jujur aku merasa sangat khawatir dengan pengumuman ini, aku takut tidak lolos dengan aku belum mulai untuk menyiapkan ujian mandiri. Ada pikiran bagaimana jika aku gagal kuliah tahun ini ? bagaimana aku menjalani hidup esok jika hari ini aku gagal ? dan aku juga bukan mampu untuk berkuliah diswasta sehingga tidak ada opsi untuk mencoba kesana.


Shubuh tiba, aku merasa tenang saat sholat. sekembalinya dari masjid aku sudah merasa lebih siap menunggu waktu pengumuman

Pagi ini udara tidak dingin seperti kemarin-kemarin. Selepas shubuh aku mulai membantu keperluan rumah dan adikku sekolah. Melihatnya pergi aku tersenyum dan bergumam, hmm masa pengangguran ini asik, hidup tanpa terikat waktu dan rutinitas. Kita tidak harus terburu melakukan apapun, semua dikerjakan sesuka kita dengan tempo yang selama-lamanya. Setelah sarapan aku hanya bermain ponsel kembali, membuka semua sosmedku dengan menggeser jempol. Semuanya sama saja, hanya berisi reminder dan info simpang siur SBMPTN, sungguh menyebalkan. Padahal aku butuh sesuatu untuk membuatku tidak melulu memikirkan ini. Hingga Whatsapp ku memunculkan pesan grup, kubuka lalu kubaca hingga aku sadar, aku punya agenda hari ini untuk melupakan pengumuman sejenak dan aku malah melupakannya !

Aku telah siap pergi menuju lokasi tempatku and the genk akan membersihkan sampah di sungai. Karena jauh aku bersiap untuk berangkat lebih awal, tapi… kuotaku habis. Oke sip. Ini bakal makan waktu buat ngisi krn bli nya dimarket place. Singkat cerita aku sampe dirumah temen yang buat janjian dan TAARAA… gw ditinggal ke sungai. Ini juga menyebalkan, apa ngga bisa nunggu tmnnya sampe gt, kan aku juga gatau dimana sungai nya. Tapi emg aku yg salah, telat banget sampenya. Hasilnya aku nunggu doank dirumah tmn nunggu mereka pada balik dan aku ikut di ronde ke 2, (Tengtengg). Mereka datang dan aku beneran jadi ikut ke sungai. Ini sungguh aktivitas mulia, karena kita bisa membantu kebersihan lingkungan sekaligus bantu lupain sejenak pengumuman menegangkan itu. Siang itu kita selesai dan makan dilanjut pulang ke rumah masing-masing.

Aku menjalankan motor sesantai mungkin berharap ini seperti memperlambat waktu.


Aku terbangun dari tdr siangku. Emang bener dah, tidur tu bakal bikin kita ngelupain apa-apa yang ada didunia. Aku bangun saat sudah ashar, fyi ini udh lebih dari jam 15. Kupandangi ponsel yang sengaja kumatikan sebelum tidur untuk menenangkan diri. Sholat ini aku bener-bener berusaha keras untuk khusu’. Aku sudah sangat dibayangi dengan pengumuman yang sudah kuniatkan dibuka setelah sholat ashar.

Dalam doa Panjang terakhirku, aku menyebut semua kebaikan-kebaikanku (Namanya tawasul,) aku berdoa untuk hasil yang terbaik bagiku. Mengingat semua perjuanganku, Lelah letihku, hingga kebaikan dan pengorbanan yang dilakukan orantuaku. Untuk kesekian kali aku menangis dalam permohonan panjang kepada Allah untuk ke lolosan ku. Tak lupa kebaikan guru dan teman seperjuanganku. Aku memutar semua dalam doaku, hingga diujung aku akan mengakhiri doaku. Aku tak memohon untuk ITB, aku hanya ingin lolos SBMPTN. Aku hanya ingin membuat orangtuaku bangga. Aku hanya ingin membawa kabar gembira pada keluarga besarku. Aku hanya ingin memberi contoh pada teman dan adik kelasku.


Aku ingin bersyukur kepada Allah atas segala karunia nikmatNya kepadaku selama ini.


Aku pulang dengan hati yang kumantabkan menerima segala hasil. Aku harus kuat dengan segala ketetapan yang Allah berikan. Kubuka laptop dan segera meluncur ke web pengumuman. Sebelum kutekan lihat hasil ku buka ponsel dan melihat grup genk ku. MEREKA SUDAH PADA LOLOS DI PILIHAN PERTAMA. Dadaku sesak, aku senang melihat mereka berhasil. Tulisan selamat di kampus ITB, UGM, UNS menghiasi grup.


Aku diam, menutup ponsel, memejamkan mata, dan berdoa, “Ya Allah aku ingin lolos seperti mereka.” Kutekan jariku yang sudah berada diatas tombol enter, menarik nafas, membuka mata dan melihat :




Aku menangis, yah tangis bahagia. Sangat bahagia. Aku belum pernah merasa sebahagia ini. Allah membalas semua usaha dan ikhtiarku, mendengar dan mengabulkan semua doa-doa ku, menjawab semua keraguan dan  kekhawatiranku, Allah memberiku rizki untuk berkuliah di ITB. Berjuang dan mengembangkan diri disana.

Aku mencari ibuku dan memeluknya. Tangisku bertambah. Ibuku malah bingung, apa lolos apa tidak ? kuajak ibu kedepan laptop, beliau tersenyum dan mencium keningku. Ayah lalu datang dan memberiku selamat serta memelukku. Waktu itu aku merasa sangat bersyukur kepada Allah atas lolosku, dan atas dua orang yang diciptakanNya untukku.

Malam itu aku tak henti-hentinya memuji Allah, juga mengucapkan terimakasih kepada semua yang memberiku ucapan selamat. Aku tak banyak bertanya pada yang lain. Karena aku yakin rezeki setiap orang berbeda, tidak ada doa yang tertolak hanya ditunda waktu dikabulkannya.

Dan untuk siapapun yang membaca postingan ini terimakasih bersedia mampir diblog ini. Semoga kisahku bermanfaat. Dan untuk kalian yang sama denganku. Dimanapun kalian, kuucapkan selamat bagi kalian yang lolos SBMPTN tahun 2019. Semoga itu adalah jalan terbaik yang Allah pilihkan untuk kita. Semoga segala cita kedepan juga senantiasa dihiasi dengan perjuangan, karena… tak ada kebagiaan tanpa perjuangan.

Dan untuk kalian yang belum diterima di SBMPTN kali ini. Tetap semangat yah !! sedihlah sewajarnya dan jangan banyak menangisi masa lalu. Karena Allah sedang menyiapkan masa depan yang cerah untuk kita semua. Tak ada doa yang tertolak hanya ditunda dikabulkan, tak ada kegagalan hanya keberhasilan yang tertunda. Selalu semangat berjuang semoga Allah memberi jalan terbaik untuk kalian didepan sana.

Baca selengkapnya