Jumat, 26 Juli 2019

Cerita Makna: Sejuta Asa Meraih Kampus Ganesha (Extended)



Memantaskan Diri Menggapai Mimpi 

Hanya ada satu pilihan. Nikmati dan jalani. Karena apa yang tidak membunuhmu. Menguatkanmu


Hari ini selepas pulang sekolah aku langsung bergegas menuju perpustakaan UGM. Aku lolos seleksi berkas BAT dan menuju tahap wawancara sekarang. Bingung sebenarnya apa yang harus dipersiapkan. Kuatkan mental saja, semoga aku bisa menjawab setiap pertanyaan sebaik mungkin. Aku tiba 30 menit kemudian di perpus UGM. Jarak sekolah dari UGM cukup jauh dengan kondisi jalan yang ramai saat jam pulang cukup menyita waktu. Tiba disana aku bergegas menuju tempat wawancara. Tidak lama menunggu giliranku diwawancara tiba. Mencoba menjawab semua pertanyaan sebaik mungkin dan selesai. Aku merasa wawancaraku baik-baik saja. Lawan bicaraku cukup ramah dan aku merasa jawabanku informatif dan cukup memberikan gambaran.

Kini aku hanya perlu berdoa dan berharap semoga aku dapat menjadi bagian dari peserta BAT kali ini. Sebuah kesempatan bagus untuk menunjang perjuanganku kali ini.

Beberapa bagian dari hidup kadang memang terasa tak adil. Tapi seorang pejuang bukan terlahir tanpa rintang. Maka untuk menjadi berbeda kau harus sekuat baja. Karena biasanya, mereka yang luarbiasa selalu punya cara berbeda menjawab masalahnya.

Aku sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari BAT. Aku dinyatakan lolos dan bisa bergabung dalam grup belajar. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Bertanya pada kakak mahasiswa UGM sesuai dengan bidang keahliannya. Disini juga aku diberi bundle soal yang akan dibahas setiap pada setiap pertemuan.  

Mulai dari sini aku menyusun semangatku untuk belajar dan belajar mempersiapkan UTBK. Aku punya jadwal BAT. Dan aku sudah selesai dengan organisasi dan event sehingga punya waktu belajar. Ditambah aku punya grup belajar dengan teman-temanku yang juga punya mimpi besar. Buku yang kudapat dari kakak kelas mulai kutata untuk dilahap. Aku juga membeli beberapa buku penunjang lainnya.
***
Hari perjuanganku diisi oleh rutinitas belajar. Selepas pulang sekolah aku segera meluncur menuju perpus UGM untuk belajar Bersama kakak-kakak disana. Hingga magrib selesai kami menyudahi forum belajar kami yang biasa berisi sedikit review materi dan latihan soal. Karena dengan pembahasan soal itu sudah membantu kita dalam mereview materi. Aku biasa menunggu sembari membaca materi hingga isya diperpus dan pulang ke rumah setelahnya. Setelah istirahat dan makan aku ulang dan rapikan catatan semua materi yang kudapat hari itu. Aku mendapat jadwal selama sepekan sebanyak tiga kali. Jika sedang tidak ada BAT aku bergegas kerumah untuk latihan soal secara mandiri.

Setiap akhir pekan aku biasa menghabiskan waktuku di rumah atau perpus daerah untuk belajar bersama teman-temanku. Setiap dari kami memiliki bidang keahlian sendiri. Waktu kelas 10 dan 11 dahulu kita sama-sama mencoba ikut OSN dan hasilnya. Semua dari kami belum berhasil lolos ke tingkat nasional. Hanya sampai provinsi saja. Aku biologi dan temanku yang lain matematika, fisika, serta kimia. Banyak berdiskusi banyak soal membuat masing-masing kami paham. Bahwa kita masih harus benar-benar banyak belajar walaupun dimapel yang kita anggap mampu.

Saat berjuang adalah waktu yang harus aku nikmati. Dimasa dimana waktu sangat dihargai. Meski, sisi lainku tidak ingin terus dalam fase begini. Aku harus bersemangat dalam menjalani. Soal demi soal. Materi demi materi yang harus dikuasi, perlahan namun pasti. Aku pasti bisa mengerti. Aku hanya perlu sabar dan ikhlas dalam memantaskan diri. Untuk sebuah mimpi yang terus aku tanam dalam hati. Menjadi mahasiswa ITB nanti.

Mendekati masa ujian kelas tiga. Tryout dan latihan soal untuk ujian sekolah pun menanti. Ini berarti, semua pelajaran harus dikuasi betul. Waktu dalam kelas selalu berisi bahasan materi dan soal pelajaran. Pergantian mapel yang berbeda-beda dalam sehari, sungguh melelahkan. Fokus ku pada UTBK pun harus terkurangi demi nilai yang harus baik pada ijazah SMA. Belum lagi UN yang menyusul setelahnya. Kehidupanku benar-benar terasa padat oleh belajar. Waktu malam hari aku gunakan untuk pelajaran diluar UTBK dan semua materi UN. Aku hanya mempersiapkan UTBK melalui BAT dan belajar mandiriku bersama kelompok tiap weekend.

Sepekan menuju ujian sekolah aku benar-benar fokus pada ujian sekolah. Setelah sebelumnya rangkaian ujian praktek yang butuh banyak persiapan dan laporan praktikum yang nyaris membuatku melukapan UTBK kulalui. Selama masa ujian ini, aku harus menjaga kesehatan untuk bisa tetap melaksanakan segala kewajiban. Kulalui setiap tugas dengan sepenuh hati. Karena aku mengerti. Semua yang aku lakukan sekarang akan kembali padaku kemudian. Tak sedikit temanku yang down dan malas untuk menjalani ini. Berfikir semua ini tiada arti. Ber opini tentang pendidikan dan mengkritisi situasi. Aku bukannya tak lelah dan tak peduli. Tapi semua harus selesai bukan?

Naik turun itu pasti. Lelah dan ingin menyerah? Atau mengerjakan semua setengah-setengah? Aku juga berfikir demikian. Kita bukanlah mesin otomasi yang sedia bekerja. Saat Lelah, istirahatlah. Menepi itu bukan salah, asal jangan diam dan berhenti.

Setelah ujian sekolah selesai, aku bisa sedikit bersantai. Sembari menata rencana belajar kedepan dan mempersiapkan UNBK. Materi UN memang mencakup semua yang kita pelajari di sekolah. Meski soal-soalnya tak sesulit UTBK. Tetap saja artinya aku harus menguasai semua. Berbeda dengan UTBK yang bisa aku susun skala prioritasnya. Hingga waktunya tiba. Aku masih belum menguasai semua secara sempurna. Tak apa, toh aku sudah berusaha. Menjadi idealis bukan berarti tak bercela.

Selesai UN jam pelajaran sekolah pun juga selesai. Hanya ada kelas tutor bagi yang ingin belajar dengan guru. Tapi aku lebih memilih belajar bersama kelompok ku dan di BAT. Waktu-waktu setelah UN benar waktu yang mengujiku. Bagiku yang tidak ikut les. Aku bebas melakukan apapun, kapanpun. Seolah waktu menjadi dua mata pedang yang jika salah digunakan akan melukai diri. Ku ingat selalu akan mimpiku yang ingin kuliah di ITB. Aku bersyukur karena teman dalam kelompok ku bisa untuk saling menyemangati. Aku harus ambis disetiap hari-hari ini.

Aku belajar hampir sepanjang hari. Bangun dan mengerjakan soal atau review materi di rumah hingga siang. Siang hari aku masi mengerjakan soal dalam buku-buku yang ku punya. Saat sore aku bergegas untuk hadir BAT. Dan setelahnya aku menuju perpus daerah untuk belajar dan mengulang apa yang diajarkan dalam BAT tadi. Tak jarang kami disana hingga jam tutup perpus tiba. Sekitar jam 10 malam. 

Kalau tidak ada jadwal BAT aku biasa pergi ke perpus daerah dari pagi. Dalam sehari aku menargetkan untuk belajar sebanyak yang aku mampu. Aku mulai fokus belajar dirumah jam 8 pagi hingga adzan dhuhur. Kumatikan gawai yang bakal jadi pengganggu fokus. Laptop lebih baik untuk mencari materi yang kita butuhkan tanpa banyak medsos disana. Siang aku mengerjakan soal yang kupunya dan fokus pada satu pelajaran tiap harinya. Sore berangkat BAT dan malam bersama kelompok diperpus.

Aku merasa mampu untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Aku bisa fokus belajar dari jam 8 hingga jam 10 malam. Dengan istirahat diwaktu-waktu wajar. Selama tiga minggu selepas UN aku menjalani hidup begini. Aku belajar 12 jam sehari. Soal-soal yang terkadang luar biasa pembahasannya adalah makanan sehari-hari. Lelah sudah biasa. Berdebat jawaban siapa yang benar. Kita juga tak jarang menemukan soal tak berjawab. Intinya jangan pernah berhenti mengerjakan. Kalau otak sudah tidak bisa diajak perang. Jenuh dengan soal yang terlampau susah atau bosan. Aku istirahat dengan menonton video materi atau soal pembahasan. Hingga terkadang terlewat terlelap.

Seminggu sebelum jadwal tes yang aku ambil pada 4 mei. Aku mengubah belajarku dengan mengerjakan satu paket soal UTBK setiap harinya. Dan terpenting bagaimana aku bisa memahami pola dan jenis soal yang sering muncul dan cara mengerjakannya. Pagi aku mengerjakan soal-soal TPS. Meski terlihat mudah diperlukan latihan cukup agar bisa menjawab soal sulit yang akan memiliki bobot yang tinggi. Dan di TPS aku bisa memanen nilai untuk menutup TPA apabila aku banyak menemukan kesulitan disana. Penting juga karena isu yang beredar. Kampus akan melihat lebih pada TPS untuk melihat kemampuan dasar siswa.

Hari ujian tiba. Aku sudah hadir pagi sebelum waktu memasuki ruang ujian dibuka. Lain dari yang lain. Aku bergegas menuju masjid. Rasanya lebih menenangkan menunggu disini daripada di depan pintu masuk ruang ujian. Aku hanya berdoa dalam kesempatan terakhir sebelum ujian dimulai. Semoga ujian kali ini membawaku menuju Kampus Ganesha disana.

Pengumuman: SBMPTN
Recommend TryOut: Eduka
Baca selengkapnya

Selasa, 16 Juli 2019

Cerita Makna: Sejuta Asa Meraih Kampus Ganesha. part 2



Diri yang Perlahan Mengerti

Salahkah bila aku terkagum? Padamu yang membuatku kagum
Salahkah bila aku terpana? Padamu yang begitu luarbiasa
Salahkah bila aku merindu? Padamu yang menghadirkan kisah baru


Aku akrab memanggilnya, Koh. Aku mengenalnya sejak masih kelas 10. Bukan alumni satu sekolahku. Tapi beliau mau mengajariku banyak hal di SMA. Aku bahkan merasa bahwa koh adalah ayah yang sangat mengerti dunia SMAku. Tempatku bercerita, meminta nasihat, dan belajar. Beliau adalah tempatku kembali setelah letih dengan semua yang ada disekolah. Kata-katanya seperti energi yang memberikan semangat padaku. Penuh narasi yang mengilhami. Bicara dengannya selalu memberiku inspirasi. Dengan katanya pula, tangan ini mampu untuk mewarnai.  

Malam itu, aku kembali dalam keadaan tak berenergi. Seolah tak bosan dan selalu mengerti apa yang kuhadapi. Kutumpahkan semua yang mengganjal dihati. Jadwal belajarku yang mati. Bahkan aku tak tahu apakah perlu dihidupkan kembali.

Eventku dengan bermacam manusia yang kuhadapi. Beberapa ada yang mencoba menepi. Meski tak sedikit yang berapi-api. Untung, masih punya lingkaran stakeholder yang sedia menemani. Bahkan rasanya mereka lebih semangat untuk mengabdi. Dan sama pula membenci. Belajar? Mereka bahkan lebih tidak peduli. Hahaha, sial. Dihari pengumuman mereka menjemput mimpi mereka juga.

Koh tentu menasihati kami untuk belajar. Bahkan malah terkesan memarahi. Ya siapa sih yang mau anaknya gagal? Hanya karena seolah tak peduli dengan masa depannya. Tapi koh juga paham dengan situasi yang kami hadapi. Dituntunnya kami menata kembali semua keping menjadi skenario dua. Kami berhasil merumuskan sesuatu yang baru malam itu.

Aku masih sangat ingat malam itu. Aku menutupnya dengan secangkir kopi pekat. Pulang pukul dua dini hari. Lalu, mencoba semua skenario dalam mimpi.

Aku menjalani waktu dengan raga dan jiwa yang selalu Lelah setiap harinya. Semakin mendekati waktu acara. Hampir setiap hari waktuku tersita. Aku bersyukur teman-temanku tak kalah luar biasa. Mereka sadar, bahwa tidak ada bahagia tanpa bekerja. Tidak ada cerita tanpa duka dan lara. Tidak ada waktu berkisah selain masa berjuang disekolah.

Dan masa SMA harus ditutup dengan suka cita tanpa dosa karena ambisi pribadi semata.

Selama waktu event ini belajarku sangat terbatas. Tak ada waktu untuk belajar mandiri dirumah. Karena hampir setiap hari pulang malam untuk membahas eventku. Bahkan komitmenku dikelas kadang harus kutinggalkan untuk menjemput pundi-pundi donatur dan sponsor yang harus segera diolah menjadi pemenuh kebutuhan event.
***

Waktu event berlalu sudah. Menyisakan lelah dan beban belajar 😊. Semua panitia telah memberikan yang terbaik. Semua kegiatan berjalan baik dan target tercapai diluar ekspetasi. Satu lagi, surplus event kami mencapai dua digit. Berbagai rencana hedon datang menghiasai. Biarlah menjadi urusan teman yang lain, dan aku bisa menata belajar kembali.

Aku sepertinya harus berjuang sendiri. Beberapa waktu yang lalu aku dapat info dari temanku tentang bimbel yang memberikan penawaran menarik. Sayangnya. Setelah masa event berakhir. Berakhir pula penawaran dari bimbel. Aku terlambat. Biayanya yang ada kini, tak tertermbus kemampuanku. Terlalu mahal untuk waktu yang tersisa. Berbicara dengan orantua? Ya jawabannya sama. Beberapa hutang harus dilunasi demi sekolah adikku.  

Berat memang. Tapi apa mau dibilang. Tuhan telah menggariskan takdir bahwa tahun ini aku harus berbagi rezeki dengan adikku. Merengek ke orangtua pun. Rasanya tak tega jika mereka harus mencari pinjaman lagi. Hanya agar aku bisa les. Dengan harga yang jauh, yang didapat teman-temanku jika sejak awal mendaftar program bimbel tersebut. 

Mengutuk takdir tidak ada gunanya. Menyimpan iri dengan kesempatan yang teman lain miliki hanya membuang tenaga. Aku tak boleh putus asa. Aku harus yakin, Bahwa jalan kesuksesan tak harus melalui bimbel ternama.

Tuhan punya rencana. Aku punya percaya. Tuhan ingin aku punya cerita. Cerita dari daya upaya. Cerita yang membuatku menjadi pribadi berbeda.

Menghabiskan beberapa hari mencari informasi tentang bimbel yang terjangkau tak membuahkan hasil. Memang biasanya bimbel memberi penawaran hanya pada awal tahun ajaran baru. Setelah itu harganya akan mahal dengan fasilitas yang sama. Tak buang waktu aku mencari informasi yang lain. Ya program belajar cuma-cuma dari mahasiswa. Biasanya dengan syarat-syarat tertentu. Karena aku dijogja, banyak program belajar bareng mahasiswa UGM. Diantaranya yang paling banyak diminati adalah Rumah Belajar KSE UGM.

Tahap seleksi berkas aku lewati. Setelahnya ada seleksi tulis yang hanya berlangsung dua hari dari pengumuman berkas. Ya ampun, aku harus banyak belajar. Dan hari seleksi tiba. Soalnya essay dan aku banyak gabisanya. Dalam hatipun pesimis untuk lolos. Doakan saja diberi yang terbaik. Pengumuman seleksi tulis muncul. Aku emang ga lolos. Sedih sih, kayak buang waktu untuk nyiapin malah gagal. Tapi gapapa, buat pengalaman.

Lanjut aku coba daftar Rumah Belajar YBM BRI UGM. Sama. aku belum diterima. Aku merenung. Apakah aku emang segitu bodohnya? Apa mungkin aku bisa kuliah? Buru-buru masuk ITB, daftar rumah belajar aja ga lolos. Sedikit putus asa dipercobaan kedua karena aku gadapet info belajar lagi. Padahal aku pengen ada yang bisa ngajarin aku buat persiapan SBMPTN. Sampai aku dapet info lagi dipenghujung semester satu. Semester dua nanti bakal ada oprec program BAT, Bimbingan Antar Teman. Dari Organisasi STUCASH. Yang ngajar dan tempatnya pun di UGM. Bahkan sama anak-anak OSN dan ON MIPA. Waw, sangat menarik. Sesaat teringat kegagalanku, aku harus coba dulu. Masih ada kesempatan.

Aku sangat berharap agar lolos dan menjadi salah satu peserta BAT. Untuk membantu belajarku.
***
Bersambung: part extended

Baca selengkapnya

Senin, 15 Juli 2019

Cerita Makna: Sejuta Asa Meraih Kampus Ganesha


Paksalah Dirimu Mengerti

Setiap kesuksesan yang ada didunia ini. Selalu tersimpan kisah yang mengetuk hati.
Setiap keberhasilan yang sedang dinikmati. Selalu ada harga yang harus diberi.
Setiap mimpi yang berhasil didapati. Selalu ada luka yang senantiasa menyertai.


Kali ini aku mau berbagi sedikit lika liku perjuanganku dalam menggapai impian buat kuliah di ITB, setelah sebelumnya aku memposting keberhasilanku lolos SBMPTN ITB. Aku bakal nyeritain kisah ku dari awal kelas 12. Karena emg baru berjuang dari situ sih, ehe.. 

Jadi aku yang dulu baru saja menginjak bangku kelas 12. Selama ini cuman bisa mendengar kisah-kisah dari kakak-kakak tentang ngapain aja dikelas 12. Dan dengan begitu banyaknya nasihat datang, aku masih merasa ngga peduli amat tentang persiapan kelas akhir ini. Hal ini membuatku harus bekerja ekstra setelahnya. Aku merasa biasa-biasa aja diawal, mungkin kalian juga. Hanya guru yang berubah menjadi motivator dan lebih dari sekedar pemberi materi semata. Sisanya? sama.

Awal kelas 12 aku masih punya tanggungan event dan organisasi sekaligus. Wah mampus dah aku. Dan waktu itu masih bersemangat buat nyelesein semua pekerjaan event dan organisasiku. Tiap orang punya pendirian ya. Beberapa temanku udah mulai buat fokus dan mengurangi kegiatannya disekolah. Jujur aja ini sangat annoyed bagiku. Mereka yang tiba-tiba ngilang gitu aja, emang kerjaannya siapa yang bakal nyelesein? Kan temennya juga. Emang temennya gamau kuliah apa.. tapi ya sebagian dari itu tetap keukeh harus fokus belajar dan ya daripada ngurusin gituan trus aku kudu tetap jalan nyelesein semua tugasku.

Sepanjang masi ngurus event dan organisasi aku sama sekali gapunya jadwal belajar. Bahkan disaat temenku yang lain udah banyak masuk les, aku blom ada niatan. Bukannya gamau. But, adikku tahun ini masuk SMP, SMA. Aku tidak punya uang untuk membayar cash sekian juta ke bimbel itu. Nyicil malah jatuhnya lebih mahal. Aku urung mendaftar berharap ke depan masi ada kesempatan. Harapanku hanya menjadi harapan. Nah tapi aku juga ngerasa ya, sejak kelas awal kelas 12, apapun pelajarannya aku fokus dikelas pahamin materi guru dan latihan soal yang diberikan. Karena mau bagaimana lagi? Diluar kelas pikiranku pasti bakal kemana-mana.

Setiap apa yang diterangkan aku perhatikan dengan baik. Mencatat semua apa yang perlu dicatat. Bertanya kalau blom paham. Dan serius ngerjain pas dikasi soal buat ngelatih otak ngerjain soal-soal expert. Di rumah aku sebatas ngerjain PR yang dikasi, klo gaada? Yaudah aku ngga belajar, ngerjain yang lain aja. Ngerjain PR sendiri bagiku adalah kemajuan. Dua tahun sekolah jarang banget aku bikin PR sendiri. Cuman nyalin dan diubah dikit punya teman. Banyak alasannya. Malas contohnya. Lalu tidak paham yang selalu berakhir malas.

Oh ya, karena waktu itu aku blom les, aku ngga diam gitu aja. Aku hubungi semua kakelku yang udah lolos waktu itu untuk kuminta lungsuran bukunya. Karena emang aku punya banyak kakel yang akrab. Tak butuh lama. Bertumpuk buku bekas tertata dikamar. Yah lumayan lah. Staterpack diawal, yang ntah kapan akan mulai kubuka. Sampe aku nulis ini saat udah lolos, bukunya masih ada yang blom kugara sama sekali. Sekilas membuka buku-buku bikin ngerti gambaran materi SBM kayak apa. Materi yang baru dipelajari dikelas 12 yang mana. Dan materi dulu-dulu yang kek nya udah menguap setiap semesteran. Dalam hati aku berniat bakal ngulang materi yang dlu gagal masuk. Niat yang baik dan berjalan lambat terwujud.

Pola belajar seperti ini masi aku lakukan sampai event dan organisasiku hampir regenerasi. Ku kasih tau. Waktu itu aku menjadi tim steering commite yang bertanggungjawab atas 3 event. Kalian bisa bayangin. Walaupun bukan panitia seperti yang kalian kenal. Tim ku pokoknya tanggungjawab atas keberhasilan tiga event. Dan waktu itu, sistem ini baru perdana dilakuin. Gublu si emang. Tapi bagaimana lagi. Keterbatasan SDM dan besarnya target memaksa kami merumuskan kepanitiaan yang baru. Cemooh dibelakang dan sindiran dari yang gasuka bukan masalah lagi. Aku cuman heran, kalua iya niat kita buat ngebanggain sekolah? Lantas mengapa harus saling sikut untuk melakukannya hanya karena beda jalan. Bukankah ujung yang kita tuju sama?  Manusia terkadang sibuk dengan ambisi golongan sehingga melupakan kepentingan Bersama.

Dalam organisasi ku kasih tau juga. Aku jadi ketua rohis. Waw. Percayalah aku tidak sesholeh dari ekspetasi sesaat kalian. Aku emang suka dan aktif dalam hal keagamaan. Aku besar dikeluarga yang baik dan paham agama. Orangtuaku ingin aku bisa menjadi pribadi yang berbeda dari pemuda sekarang pada umumnya. Jadi aku ikut rohis. Aktif, dan enjoy disana. Dirohis aku belajar ngga hanya sekedar Islam. Tapi belajar memimpin yang butuh banyak softskill dan menata organisasi. Aku juga belajar bagaimana memperlakukan orang lain. Dan menempatkan mereka dimana mereka sukai.

Karena struktur baru ini tim SC (mulai ini aku singkat steering commite) belum berjalan baik. Dan aku banyak megang sampe ke teknis banget lah. Apalagi waktu udah deket hari-hari acara. Takdir kurang baiknya. Mental setiap manusia pasti beda. Kepanitiaan banyak yang kacau. Aku down. 

Waktu itu aku sama sekali gakepikir buat belajar disaat semua temenku banyak yang ngilang dengan alasan orangtua nyuruh belajar. Aku udah berada dititik nadir hidupku.

Apakah hanya orangtuaku yang ngga nyuruh belajar? Atau jangan-jangan mereka sedih dengan kesibukanku dan pasrah denganku? Aku gatau harus apa. Disaat itu. Kelas 12 dengan event dan belajar yang saling minta diperhatikan. Ada pikiran mengapa aku ambil jalan ini dlu? Kenapa harus jadi anak yang aktif? Kenapa ngga burenk aja kek yang lain? Semua yang aku sesali menjadi syukur saat aku menulis CV di ITB kemudian.


Baca selengkapnya

Kamis, 11 Juli 2019

MENJEMPUT MIMPI : Secuil Kisah Lolos SBMPTN ITB 2019


Menjemput Mimpi 


Setiap orang punya jalan hidup mereka sendiri. Setiap kita punya takdir hidup dikemudian hari.  Setiap diri Tuhan titipkan anugrah berupa mimpi. Agar sang Cipta mau untuk menjalani.  

Meski, beberapa mimpi tak berujung didapati. Jangan lantas mengutuk diri. Evaluasi. Wajib, tapi jangan sampai diri ini frustasi.  

Meski, beberapa cita tak berujung kisah nyata. Jangan lantas berputus asa. Lara. Tak mengapa, tapi jangan merasa Tuhan tak adil dengan kita.  

Tetap semangat bergerak. Tetap berdiri tegak. Awas! jangan congkak

Aku hanya berbagi cerita. Dari kerasnya usaha. Dan lembutnya doa. Agar aku bisa jadi Mahasiswa.

Terimakasih sudah bersedia membaca. 




 9 juli, pagi ini aku bangun lebih awal dari biasanya. Jam menampilkan angka 3:20 saat alarm yang telah ku set malam harinya berdering. Aku duduk, sembari mengumpulkan seluruh kesadaranku untuk beranjak ke kamar mandi. Tidak ada acara special hari ini, namun hari ini adalah hari dimana awal perjalanan panjang dalam hidupku dimulai. Hari ini pengumuman SBMPTN, penentu apakah aku diterima ITB ? tepat pukul 15:00 sore nanti. Pagi ini adalah kesempatan tahajjud untuk memohon yang terakhir.

Tak ada yang hal-hal khusus dalam tahajjudku, semua orang bisa melakukannya dengan hajat dan keinginan masing-masing. Aku senantiasa berdoa agar lolos menjadi mahasiswa ITB tahun ini. Selepas tahajjud sambil menunggu shubuh aku membuka ponsel, sebuah notifikasi muncul dilayar. Pesan dari seorang kakak yang kurindukan, sosok luar biasa yang membersamaiku selama hampir 3 tahun di SMA, sebelum dimasa akhir ujian kelas 12 ku kita jarang berkirim kabar apalagi berjumpa, sebatas viewer cerita dimedsosnya saja. Beliau mengirim pesan semangat kepadaku, doa agar  dan ikhlas menerima atas segala yang Allah tetapkan nanti.

Aku kembali bergetar dan merasa sesak. Ini sudah hampir shubuh aku harus berhenti menangis meskipun dalam doa, aku tidak ingin terlihat sembab saat pergi masjid nanti.  Jujur aku merasa sangat khawatir dengan pengumuman ini, aku takut tidak lolos dengan aku belum mulai untuk menyiapkan ujian mandiri. Ada pikiran bagaimana jika aku gagal kuliah tahun ini ? bagaimana aku menjalani hidup esok jika hari ini aku gagal ? dan aku juga bukan mampu untuk berkuliah diswasta sehingga tidak ada opsi untuk mencoba kesana.


Shubuh tiba, aku merasa tenang saat sholat. sekembalinya dari masjid aku sudah merasa lebih siap menunggu waktu pengumuman

Pagi ini udara tidak dingin seperti kemarin-kemarin. Selepas shubuh aku mulai membantu keperluan rumah dan adikku sekolah. Melihatnya pergi aku tersenyum dan bergumam, hmm masa pengangguran ini asik, hidup tanpa terikat waktu dan rutinitas. Kita tidak harus terburu melakukan apapun, semua dikerjakan sesuka kita dengan tempo yang selama-lamanya. Setelah sarapan aku hanya bermain ponsel kembali, membuka semua sosmedku dengan menggeser jempol. Semuanya sama saja, hanya berisi reminder dan info simpang siur SBMPTN, sungguh menyebalkan. Padahal aku butuh sesuatu untuk membuatku tidak melulu memikirkan ini. Hingga Whatsapp ku memunculkan pesan grup, kubuka lalu kubaca hingga aku sadar, aku punya agenda hari ini untuk melupakan pengumuman sejenak dan aku malah melupakannya !

Aku telah siap pergi menuju lokasi tempatku and the genk akan membersihkan sampah di sungai. Karena jauh aku bersiap untuk berangkat lebih awal, tapi… kuotaku habis. Oke sip. Ini bakal makan waktu buat ngisi krn bli nya dimarket place. Singkat cerita aku sampe dirumah temen yang buat janjian dan TAARAA… gw ditinggal ke sungai. Ini juga menyebalkan, apa ngga bisa nunggu tmnnya sampe gt, kan aku juga gatau dimana sungai nya. Tapi emg aku yg salah, telat banget sampenya. Hasilnya aku nunggu doank dirumah tmn nunggu mereka pada balik dan aku ikut di ronde ke 2, (Tengtengg). Mereka datang dan aku beneran jadi ikut ke sungai. Ini sungguh aktivitas mulia, karena kita bisa membantu kebersihan lingkungan sekaligus bantu lupain sejenak pengumuman menegangkan itu. Siang itu kita selesai dan makan dilanjut pulang ke rumah masing-masing.

Aku menjalankan motor sesantai mungkin berharap ini seperti memperlambat waktu.


Aku terbangun dari tdr siangku. Emang bener dah, tidur tu bakal bikin kita ngelupain apa-apa yang ada didunia. Aku bangun saat sudah ashar, fyi ini udh lebih dari jam 15. Kupandangi ponsel yang sengaja kumatikan sebelum tidur untuk menenangkan diri. Sholat ini aku bener-bener berusaha keras untuk khusu’. Aku sudah sangat dibayangi dengan pengumuman yang sudah kuniatkan dibuka setelah sholat ashar.

Dalam doa Panjang terakhirku, aku menyebut semua kebaikan-kebaikanku (Namanya tawasul,) aku berdoa untuk hasil yang terbaik bagiku. Mengingat semua perjuanganku, Lelah letihku, hingga kebaikan dan pengorbanan yang dilakukan orantuaku. Untuk kesekian kali aku menangis dalam permohonan panjang kepada Allah untuk ke lolosan ku. Tak lupa kebaikan guru dan teman seperjuanganku. Aku memutar semua dalam doaku, hingga diujung aku akan mengakhiri doaku. Aku tak memohon untuk ITB, aku hanya ingin lolos SBMPTN. Aku hanya ingin membuat orangtuaku bangga. Aku hanya ingin membawa kabar gembira pada keluarga besarku. Aku hanya ingin memberi contoh pada teman dan adik kelasku.


Aku ingin bersyukur kepada Allah atas segala karunia nikmatNya kepadaku selama ini.


Aku pulang dengan hati yang kumantabkan menerima segala hasil. Aku harus kuat dengan segala ketetapan yang Allah berikan. Kubuka laptop dan segera meluncur ke web pengumuman. Sebelum kutekan lihat hasil ku buka ponsel dan melihat grup genk ku. MEREKA SUDAH PADA LOLOS DI PILIHAN PERTAMA. Dadaku sesak, aku senang melihat mereka berhasil. Tulisan selamat di kampus ITB, UGM, UNS menghiasi grup.


Aku diam, menutup ponsel, memejamkan mata, dan berdoa, “Ya Allah aku ingin lolos seperti mereka.” Kutekan jariku yang sudah berada diatas tombol enter, menarik nafas, membuka mata dan melihat :




Aku menangis, yah tangis bahagia. Sangat bahagia. Aku belum pernah merasa sebahagia ini. Allah membalas semua usaha dan ikhtiarku, mendengar dan mengabulkan semua doa-doa ku, menjawab semua keraguan dan  kekhawatiranku, Allah memberiku rizki untuk berkuliah di ITB. Berjuang dan mengembangkan diri disana.

Aku mencari ibuku dan memeluknya. Tangisku bertambah. Ibuku malah bingung, apa lolos apa tidak ? kuajak ibu kedepan laptop, beliau tersenyum dan mencium keningku. Ayah lalu datang dan memberiku selamat serta memelukku. Waktu itu aku merasa sangat bersyukur kepada Allah atas lolosku, dan atas dua orang yang diciptakanNya untukku.

Malam itu aku tak henti-hentinya memuji Allah, juga mengucapkan terimakasih kepada semua yang memberiku ucapan selamat. Aku tak banyak bertanya pada yang lain. Karena aku yakin rezeki setiap orang berbeda, tidak ada doa yang tertolak hanya ditunda waktu dikabulkannya.

Dan untuk siapapun yang membaca postingan ini terimakasih bersedia mampir diblog ini. Semoga kisahku bermanfaat. Dan untuk kalian yang sama denganku. Dimanapun kalian, kuucapkan selamat bagi kalian yang lolos SBMPTN tahun 2019. Semoga itu adalah jalan terbaik yang Allah pilihkan untuk kita. Semoga segala cita kedepan juga senantiasa dihiasi dengan perjuangan, karena… tak ada kebagiaan tanpa perjuangan.

Dan untuk kalian yang belum diterima di SBMPTN kali ini. Tetap semangat yah !! sedihlah sewajarnya dan jangan banyak menangisi masa lalu. Karena Allah sedang menyiapkan masa depan yang cerah untuk kita semua. Tak ada doa yang tertolak hanya ditunda dikabulkan, tak ada kegagalan hanya keberhasilan yang tertunda. Selalu semangat berjuang semoga Allah memberi jalan terbaik untuk kalian didepan sana.

Baca selengkapnya

Selasa, 02 Juli 2019

MATERI Biologi SMA 12: Pengertian Enzim, Jenis, Sifat-sifat, dan Mekanisme


PENGERTIAN ENZIM, JENIS, SIFAT-SIFAT, DAN MEKANISME

Enzim adalah senyawa protein yang diproduksi oleh sel-sel makhluk hidup dan berfungsi sebagai biokatalisator. Enzim meningkatkan laju reaksi metabolisme tetapi tidak ikut bereaksi. Peningkatan laju reaksi yang paling adalah  kali dibandingkan jika tidak dikatalis. 

Zat yang dipengaruhi oleh enzim disebut substrat, sedangkan hasil reaksinya disebut produk. Nama enzim biasanya diberi nama sesuai substratnya dan diberi akhiran -ase. 

·         Klasifikasi enzim:  
Berdasarkan tipe reaksi yang dikatalisis, enzim dapat dibagi menjadi:
Klasifikasi enzim
Pengertian
Contoh enzim
Hidrolase
Katalis dalam reaksi hidrolisis
Esterase
Deaminase  
Ribonuclease
Oksidoreduktase
Katalis dalam reaksi reduksi- oksidasi
Dehidrogenase
Oksidase
Peroksidase
Trasferase
Katalis dalam pemindahan gugus fungsi
Kinase
Fosfomutase
transketonase
Lyase
Katalis dalam pengurangan gugus untuk pembentukan ikatan rangkap, C-O, C-C, dan C-N
Dekarboksilase
Aldolase
Sintase
Isomerase
Katalis dalam penyusunan kembali gugus fungsi
Mutase
Epimerase
Isomerase
Ligase
Katalis dalam penggabungan beberapa molekul dengan bantuanATP
Sintetase
Karboksilase

Berdasarkan tempat bekerjanya enzim dibagi menjadi:
1.      Enzim Intraseluler, adalah enzim yang bekerja didalam sel, contohnya katalase. Enzim katalase mampu menguraikan senyawa hydrogen peroksida yang merupakan racun bagi sel-sel tubuh menjadi senyawa air dan oksigen yang dapat dimanfaatkan tubuh. Sementara pada tumbuhan katalase dapat ditemukan di se lumbi kentang, kecambah, dan pucuk daun.

2.      Enzim ekstraseluler, adalah enzim yang bekerja diluar sel. Contohnya enzim-enzim pencernaan (pepsin, renin, atau lipase yang disekresikan lambung). Enzim ekstraseluler tersebut memengaruhi bahan makanan didalam rongga pencernaan.

·         Komponen penyusun enzim: 

Enzim yang lengkap tersusun atas protein dan nonprotein. Komponen protein disebut Apoenzim. Apoenzim bersifat labil dan dipengaruhi suhu dan PH. Bagian nonprotein disebut gugus prostetik. Gugus dapat berupa ion anorganik maupun senyawa organik kompleks. Gugus prostetik dari ion anorganik disebut kofaktor. Enzim yang berikatan dengan kofaktor disebut holoenzim.

Gugus prostetik dari senyawa organik kompleks disebut koenzim. Koenzim berfungsi memindahkan gugus kimia, atom, atau electron dari satu enzim ke enzim lainnya.


·         Sifat-sifat enzim
Enzim memiliki sifat-sifat berikut:
1.      Enzim memiliki sifat sama dengan protein lain, yaitu menggumpal apabila dipanaskan, suhu yang sangat panas akan mengubah struktur dan bentuk sisi aktif enzim. Rusaknya enzim karena panas disebut denaturasi
2.      Enzim bekerja secara spesifik. Enzim hanya akan bekerja pada substrat tertentu, contohnya enzim ptyalin di dalam mulut hanya akan mempengaruhi karbohidrat
3.      Enzim berfungsi sebagai katalis yang akan mempercepat terjadinya reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi (EA)
4.      Enzim dapat digunakan berulang kali karena tidak ikut bereaksi

5.      Enzim bersifat reversible, yaitu bekerja bolak balik 

·         Mekanisme kerja enzim
Teori tentang kerja enzim ada dua yaitu:

1.      Mekanisme Lock and Key: menganalogikan seperti gembok dengan kuncinya. Enzim diibaratkan dengan gembok dan substrat seperti kunci. Enzim memiliki sisi aktif sebagai tempat melekatnya substrat. Bagian sisi aktif enzim hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Enzim dan substrat berikatan disisi aktif enzim, lalu substrat dirombak atau disusun menjadi senyawa yang lebih sederhana atau kompleks  


2.      Mekanisme Induced Fit Theory: menjelaskan bahwa bagian sisi aktif enzim lebih fleksibel dalam menyesuaikan struktur substrat. Pada saat substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif enzim akan termodifikasi melingkupi substrat sehingga terbentuk ikatan kompleks antara enzim dengan substrat


·         Penghambat kerja enzim (Inhibitor)
Senyawa kimia secara selektif tertentu dapat menghambat kerja enzim (inhibisi). Berdasarkan ikatannya, inhibitor dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1.      Inhibitor irreversible, jika inhibitor berikatan dengan sisi aktif enzim secara kovalen sehingga mempunyai ikatan yang kuat dan tidak dapat terlepas. Hal ini menyebabkan enzim menjadi tidak aktif.
2.      Inhibitor reversible, jika inhibitor berikatan berikatan dengan enzim secara lemah, artinya, inhibitor dapat terlepas kembali dan enzim kembali aktif seperti semula. 

·         Factor yang mempengaruhi kerja enzim:
1.      Suhu
2.      Derajat keasaman (PH)
3.      Inhibitor
4.      Activator
5.      Konsentrasi enzim
6.      Konsentrasi substrat
7.      Zat hasil (produk)

Baca selengkapnya