Selasa, 02 Juli 2019

MATERI Biologi SMA 12: Pengertian Enzim, Jenis, Sifat-sifat, dan Mekanisme


PENGERTIAN ENZIM, JENIS, SIFAT-SIFAT, DAN MEKANISME

Enzim adalah senyawa protein yang diproduksi oleh sel-sel makhluk hidup dan berfungsi sebagai biokatalisator. Enzim meningkatkan laju reaksi metabolisme tetapi tidak ikut bereaksi. Peningkatan laju reaksi yang paling adalah  kali dibandingkan jika tidak dikatalis. 

Zat yang dipengaruhi oleh enzim disebut substrat, sedangkan hasil reaksinya disebut produk. Nama enzim biasanya diberi nama sesuai substratnya dan diberi akhiran -ase. 

·         Klasifikasi enzim:  
Berdasarkan tipe reaksi yang dikatalisis, enzim dapat dibagi menjadi:
Klasifikasi enzim
Pengertian
Contoh enzim
Hidrolase
Katalis dalam reaksi hidrolisis
Esterase
Deaminase  
Ribonuclease
Oksidoreduktase
Katalis dalam reaksi reduksi- oksidasi
Dehidrogenase
Oksidase
Peroksidase
Trasferase
Katalis dalam pemindahan gugus fungsi
Kinase
Fosfomutase
transketonase
Lyase
Katalis dalam pengurangan gugus untuk pembentukan ikatan rangkap, C-O, C-C, dan C-N
Dekarboksilase
Aldolase
Sintase
Isomerase
Katalis dalam penyusunan kembali gugus fungsi
Mutase
Epimerase
Isomerase
Ligase
Katalis dalam penggabungan beberapa molekul dengan bantuanATP
Sintetase
Karboksilase

Berdasarkan tempat bekerjanya enzim dibagi menjadi:
1.      Enzim Intraseluler, adalah enzim yang bekerja didalam sel, contohnya katalase. Enzim katalase mampu menguraikan senyawa hydrogen peroksida yang merupakan racun bagi sel-sel tubuh menjadi senyawa air dan oksigen yang dapat dimanfaatkan tubuh. Sementara pada tumbuhan katalase dapat ditemukan di se lumbi kentang, kecambah, dan pucuk daun.

2.      Enzim ekstraseluler, adalah enzim yang bekerja diluar sel. Contohnya enzim-enzim pencernaan (pepsin, renin, atau lipase yang disekresikan lambung). Enzim ekstraseluler tersebut memengaruhi bahan makanan didalam rongga pencernaan.

·         Komponen penyusun enzim: 

Enzim yang lengkap tersusun atas protein dan nonprotein. Komponen protein disebut Apoenzim. Apoenzim bersifat labil dan dipengaruhi suhu dan PH. Bagian nonprotein disebut gugus prostetik. Gugus dapat berupa ion anorganik maupun senyawa organik kompleks. Gugus prostetik dari ion anorganik disebut kofaktor. Enzim yang berikatan dengan kofaktor disebut holoenzim.

Gugus prostetik dari senyawa organik kompleks disebut koenzim. Koenzim berfungsi memindahkan gugus kimia, atom, atau electron dari satu enzim ke enzim lainnya.


·         Sifat-sifat enzim
Enzim memiliki sifat-sifat berikut:
1.      Enzim memiliki sifat sama dengan protein lain, yaitu menggumpal apabila dipanaskan, suhu yang sangat panas akan mengubah struktur dan bentuk sisi aktif enzim. Rusaknya enzim karena panas disebut denaturasi
2.      Enzim bekerja secara spesifik. Enzim hanya akan bekerja pada substrat tertentu, contohnya enzim ptyalin di dalam mulut hanya akan mempengaruhi karbohidrat
3.      Enzim berfungsi sebagai katalis yang akan mempercepat terjadinya reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi (EA)
4.      Enzim dapat digunakan berulang kali karena tidak ikut bereaksi

5.      Enzim bersifat reversible, yaitu bekerja bolak balik 

·         Mekanisme kerja enzim
Teori tentang kerja enzim ada dua yaitu:

1.      Mekanisme Lock and Key: menganalogikan seperti gembok dengan kuncinya. Enzim diibaratkan dengan gembok dan substrat seperti kunci. Enzim memiliki sisi aktif sebagai tempat melekatnya substrat. Bagian sisi aktif enzim hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Enzim dan substrat berikatan disisi aktif enzim, lalu substrat dirombak atau disusun menjadi senyawa yang lebih sederhana atau kompleks  


2.      Mekanisme Induced Fit Theory: menjelaskan bahwa bagian sisi aktif enzim lebih fleksibel dalam menyesuaikan struktur substrat. Pada saat substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif enzim akan termodifikasi melingkupi substrat sehingga terbentuk ikatan kompleks antara enzim dengan substrat


·         Penghambat kerja enzim (Inhibitor)
Senyawa kimia secara selektif tertentu dapat menghambat kerja enzim (inhibisi). Berdasarkan ikatannya, inhibitor dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1.      Inhibitor irreversible, jika inhibitor berikatan dengan sisi aktif enzim secara kovalen sehingga mempunyai ikatan yang kuat dan tidak dapat terlepas. Hal ini menyebabkan enzim menjadi tidak aktif.
2.      Inhibitor reversible, jika inhibitor berikatan berikatan dengan enzim secara lemah, artinya, inhibitor dapat terlepas kembali dan enzim kembali aktif seperti semula. 

·         Factor yang mempengaruhi kerja enzim:
1.      Suhu
2.      Derajat keasaman (PH)
3.      Inhibitor
4.      Activator
5.      Konsentrasi enzim
6.      Konsentrasi substrat
7.      Zat hasil (produk)

Bagikan

Jangan lewatkan

MATERI Biologi SMA 12: Pengertian Enzim, Jenis, Sifat-sifat, dan Mekanisme
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.