Sabtu, 21 Desember 2019

REVIEW WISATA TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI | WISATA YOGYAKARTA, KALIURANG


Hallo sobat fellas semua, kembali bersama Zudaisy blog dengan konten menarik didalamnya. Pada postingan ini gw bakal ngebahas tentang pengalaman gw yang cukup berbeda dari orang kebanyakan tentang Taman Nasional Gunung Merapi. Kawasan seluas sekitar 6 Ha ini memiliki banyak spot menarik didalamnya. Dengan hawanya yang sangat sejuk membuat orang betah lama berkunjung dan berkelililing di dalamnya. Seperti air terjun, wahana bermain, hingga Menara pandang untuk melihat Gunung Merapi secara langsung.

                Akses jalan menuju Taman Nasional ini sudah sangat baik. Kita dapat menggunakan maps dari Kota Yogyakarta untuk sampai ke TN. Waktu perjalanan sangat bergantung dengan ramai atau tidaknya volume kendaraan yang melintas. Karena kebanyakan jalan menuju kearah kaliurang dua arah dengan marka lurus pemisah. Sekitar satu jam perjalanan menggunakan motor kami tiba di TN Gunung Merapi. 

                Jarak parkir motor menuju pintu masuk TN cukup jauh. Dengan tarif parkir sebesar 5.000 dan wajib menjaga karcis agar tidak hilang. Untuk tiket masuk TN sebesar 15.000, relatif murah. Saat pertama masuk gw dan rombongan memutuskan untuk menuju air terjun yang ada dalam Kawasan TN. Satu yang menjadi menarik adalah banyak sekali monyet liar di kawasan ini. Saran dari gw adalah untuk selalu menjaga barang bawaan dan makanan yang kalian bawa. Jika kalian tertarik berinteraksi dengan monyet tersebut, berhati-hati lah karena memang mereka adalah satwa liar penghuni TN ini.

                Gw tiba di air terjun yang dituju, gw agak lupa nama pasti dari air terjunnya. Air terjun ini dipenuhi pengunjung yang ingin berfoto dan menikmati sejuknya air pegunungan. Jadi, ya harus sabar buat antri foto juga. Debit air terjun ini tidak terlalu besar, tapi jika musim hujan seperti saat gw kesini, lebih baik menjaga jarak dengan air terjun jika turun hujan karena kita tidak tahu bagaimana kondisi diatas. Dengan debitnya yang tidak besar, kita dapat bermain cukup dekat dengan air terjun dan menikmati sejuknya.

Aliran air terjun ini membentuk sungai yang seakan membelah TN menjadi dua bagian. Sayangnya saat gw kesini alirannya sedang kering. Terlihat kontur aliran yang cukup dalam pada beberapa bagian sungai dan dengan lebar yang cukup besar. Oh ya, disekitar air terjun ini juga terdapat beberapa kolam dangkal yang sepertinya tercipta akibat luapan air saat debit sedang tinggi. Kemudian air terjebak dalam ceruk batu yang cukup lebar saat debit berkurang. oleh pengelola kolam ini diberi sumber air lain agar tetap mengalir

                Setelah gw dan rombongan puas di area air terjun, kita lanjut untuk berkeliling diarea TN. Bersantai wahana bermain menjadi pilihan sembari menikmati hawa sejuk. Salah seorang temen gw yang berkeliling bilang klo ada Menara pandang disini namanya Pranajiwa. Bergegaslah kita menuju arah yang ditunjuk pada penanda. Namun diujung jalan yang kita telusuri mengikuti arah ternyata ditutup. Ada himbauan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke atas menuju bukit dimana Menara pandang berada.

                Kami kecewa karena tidak bisa menikmati indahnya Merapi dari Menara pandang. Sesaat kemudian ide nakal terpintas untuk nekat menerobos himbauan untuk tetap sampai keatas dengan segala resikonya. Kami akhirnya menembus himbauan untuk naik keatas. Sesaat diawal semua berjalan baik-baik saja. Semakin keatas jalan semakin sempit dan terlihat samar, seperti tidak ada jalan menuju ke atas karena tertutup semak belukar. Sempat kami menyesal dan ingin kembali saja. Karena tidak ada jaminan pula bahwa menara pandang tersebut masih dapat digunakan. Tapi entah keyakinan apa yang membuat kami tetap berani untuk melangkah naik.

                  Cukup lama waktu yang gw dan temen-temen butuhkan unutk naik. Lintasan jalan yang sudah dimakan kehidupan liar, seolah tak pernah ada yang menginjakkan kaki disana. Suara alam seperti gemerisik daun dan nyanyian hewan menemani langkah kaki kami menuntaskan rasa penasaran. Suasana syahdu yang sekaligus membuat kami semakin sadar, bahwa kami sendirian di tapak yang entah menjajikan apa.

Angin keras semakin sering menerpa kami, menggentarkan langkah yang menandakan posisi kami yang sudah jauh diatas bukit dalam TN ini. Awan kelabu mulai bergerak diatas kepala kami, oh tidak pertanda buruk jika kami harus kehujanan dalam keadaan seperti ini. Syukur petunjuk tiba dibatas keraguan kami yang mampir mengalahkan rasa penasaran. Menara pandang tidak jauh lagi dari posisi kami. Perlahan jejak peradaban mulai kami temukan. Setidaknya itu membuat kami merasa lega.


                Usaha kami nyatanya terbayar. Menara pandang tetap berdiri tegak diatas bukit dengan ketinggian sekitar 1100 mpdl. Suasana disini sangat sunyi sekali, hingga kami bisa mendengar suara hewan dan alam. Kami istirahat sebentar dibawah Menara pandang untuk melepas penat. Salah seorang mulai naik menara dan kondisinya baik-baik saja. Hingga kami semua dapat berada pada puncak Menara pandang.

                Pemandangan luar biasa kami dapati diatas Menara pandang yang tegak dipuncak bukit yang langsung berhadapan dengan gagahnya Gunung Merapi. Lereng gunung terlihat sangat jelas disini. Bekas-bekas erupsi, aliran lahar dan pahatan alam lainnya nyata kami lihat dari sini. Sayang, tidak berlangsung lama kabut menutupi pemandangan keren ini, kami terlambat mengambil gambar dengan latar belakang Merapi difoto kami. Tapi kami tetap mengambil foto disini untuk diabadikan. Sudah jauh-jauh, jangan sampai tidak ada kenangan apapun. 



                Puas diatas kami turun melewati jalan yang sama. Sampai dibawah rasanya hari sudah cukup sore dan badan terasa letih. Kami menuju pintu keluar untuk pulang. Saat hendak keluar kami membaca beberapa banner yang terpasang disana. Ternyata menara pandang Pranajiwa ditutup karena erupsi Merapi yang terjadi pada sekitar februari 2019, jadi hampir enam bulan jalan yang kami lalui ditutup untuk alasan keamanan karena manara pandang hanya berjarak tiga kilometer dari puncak Merapi. Sungguh kelalaian kami karena tidak membaca ini sewaktu masuk dan nekat untuk tetap keatas. Untung kami tetap selamat sampai kebawah.

                Jadi itu sedikit cerita gw dan rombongan sewaktu main ke Taman Nasional Gunung Merapi. Jika kalian berminat buat main kesini. Pastikan kendaraan kalian mampu untuk membawa kalian keatas. Juga yakinlah bahwa kalian dalam kondisi yang baik untuk beraktivitas karena Kawasan TN ini cukup luas. Jaga selalu sikap kalian selama dalam Kawasan hutan. Jaga semua bawaan dan sangat disarankan membawa payung dan jangan tinggalkan sampah. Tetap berhati-hati dan patuhi setiap tanda yang ada. Jangan kayak gw dicerita ini guys. Kecuali kalian siap dengan resiko dan peristiwa tak terduga lainnya.


Makasih banget udah nyimak tulisan gw kali ini guys, Happy Holliday!

Bagikan

Jangan lewatkan

REVIEW WISATA TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI | WISATA YOGYAKARTA, KALIURANG
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.