Sabtu, 30 Mei 2020

Catatan Diri: Idealisme Menjadi Seorang Maba

Sebuah catatan perubahan, aku yang akan menjadi seorang mahasiswa. Semoga kamu suka membacanya...
Gambar dari Pixabay

Lulus SMA, adalah waktu paling membahagiakan sekaligus mengharukan bagi setiap mereka yang menikmati dan memperjuangkan masa SMAnya. Waktu dimana berakhir sudah masa sekolah 12 tahun sebagai seorang pelajar yang penuh pembelajaran. Kini semua jalan hidup kembali pada diri masing-masing yang akan menentukan. Umumnya sebagian besar kita akan memperebutkan kursi perguruan negeri bergengsi untuk melanjutkan studi. Tapi setelahnya, apa yang akan kita lanjutkan?

Menjadi Seorang Mahasiswa
          Aku bersyukur menjadi seorang yang cukup beruntung untuk mendapat sebuah kursi studi di ITB. Bahagia sekali sewaktu dinyatakan diterima dikampus impian banyak putra bangsa lainnya. Terbayang diawal bagaimana bahagia dan serunya menjalani hidup sebagai mahasiswa ITB. Setelah euforia yang perlahan sirna, kini muncul banyak pertanyaan dalam kepala bagaimana jalan hidupku selanjutnya.

Bagaimana rasanya merantau?
Seperti apa rasanya jadi seorang mahasiswa?

Kata banyak orang menjadi seorang mahasiswa itu berat. Aku adalah manusia tempat dimana harapan masyarakat digantungkan, perannya senantiasa dibutuhkan, sekaligus kesempatan terakhir memantaskan diri untuk benar-benar hidup mandiri dan bertanggung jawab. Melepas ketergantungan diri dari orangtua perlahan hingga seutuhnya.

Idealisme Mahasiswa Baru
        Semakin mendekati waktu daftar ulang kampus dan bersiap merantau, aku menyusun rencana dan mengukur strategi, bagaimana aku bisa bertahan dan menjalanan hak dan kewajiban gw sebagai mahasiswa dengan optimal. Aku banyak menghabiskan waktu dengan diskusi bersama kakak kelas yang udah kuliah. Bertanya kuliah dan dunia yang ada didalamnya seperti apa.

          Idealisme mahasiswa baru menuntunku pada kehidupan yang membahagiakan. Hidup dikost dengan fasilitas yang cukup, seorang diri tanpa sesiapa mengatur. Aku bakal melakukan apa yang ku mau dan hidup dengan kehendak sendiri. Dikuliah aku pengen bisa dapat banyak hal yang belum pernah aku dapat sebelumnya. Aku pengen ngembangin kemampuan yang bermanfaat buat hidupku kedepannya. Aktif ikut dalam kabinet mahasiswa dan kepanitaan acara bergengsi kampus.

Punya banyak temen yang asik dan sering main kemanapun tanpa mikir dan nunda. Bakal sering tour mengeksplorasi kota tinggalku yang baru. Punya banyak relasi dan jaringan kating dikampus biar dapet banyak info dan link bermanfaat. Terakhir dan yang terpenting adalah aku bisa dapet IP yang bagus dan lolos beasiswa, hingga ikut student exchange atau jadi delegasi.

          Aku juga bakal aktif untuk ikut lomba yang aku sukai dan dalam bidang yang gw pelajari. Biar punya pengalaman berkompetisi dan berjuang menggapai target terukur. Ikut lomba juga dapat membantuku dapet link baru dan jalan-jalan. Kalau menang bisa nambah prestasi jadi CV ni besok bisa isian dikit lah, ngga kosong-kosong amat.  

          Aku juga punya mimpi buat punya usaha sendiri. Setelah lulus kuliah aku pengen jadi pengusaha dan berbisnis, maka dari itu aku harus belajar dari kuliah buat gimana caranya memulai dan menjalankan bisnis dengan baik. Kegagalan memang guru terbaik, maka habiskan jatah gagalmu saat kamu masih muda. Itu yang selalu aku inget dan selalu aku coba implementasi dalam kehidupan. Sehingga saat aku lulus dan merintis bisnis nanti sudah cukup baik dalam memanajemen setiap masalah yang ada.

Idealisme vs Realita
          Idealisme adalah suatu keadaan dimana setiap orang akan merasa menikmati hidup apabila sudah mencapai titik tersebut. Dimana segala sesuatu terasa sangat ideal dan menyenangkan bagi dirinya. Setiap orang berhak untuk merancang kondisi ideal hidupnya, begitupun gw yang beranjak pada fase dan kondisi hidup baru. Akan tetapi, perlahan setiap kita akan menyadari kondisi dan kemampuannya masing-masing yang masih kurang untuk mencapai kondisi idealnya.

          Realita adalah apa yang kita miliki saat ini yang bisa jadi jauh dari kata ideal yang diimpikan. Seringkali, realita menjadi penghambat seseorang dalam mencapai idealismenya karena tak tahu bagaimana mendobrak batas yang mengurungnya saat itu. Hingga pada akhirnya kita akan hidup pada kondisi yang tidak sesuai dengan idealisme kita. Tibalah gw dengan kenyataan ini dan harus berjuang menjalankannya.

          Aku hidup dalam batas-batas konservatif yang menahanku dalam lingkaran serba kurang. Sedih dan kecewa rasanya harus menerima realita ini. Tapi apa boleh buat,aku sekarang belum mampu untuk dapat mendobrak secara utuh batas tersebut. Menjalani dengan sabar dan sepenuh hati adalah solusi terbaik menghadapi dari setiap realita yang menahanku dari idealisme.

Takdir dan Pilihan
          “Setiap kita memang tidak dapat memilih dari rahim siapa, dan dalam kondisi seperti apa kita dilahirkan. Tapi marilah kita bersepakat bahwa setidak-tidaknya setiap kita dapat memilih, dalam lingkungan apa dia akan tumbuh dan belajar.”

Kutipan dari salah seorang sahabat terbaik yang pernahku miliki. Sepatah kata yang mengingatkan gw tentang apa yang disebut sebagai pilihan.

          Hidup adalah perjalanan memilih. Bukan sesederhana itu memaknai kalimat tersebut. Bahwa pilihan hidup adalah perjuangan yang akan menemani setiap derap langkah jalan yang aku tempuh. Berjuang untuk kondisi hidup seperti idealisme adalah pilihan untuk hidup sesuai dengan kondisi tersebut. Dengan segala rintangan dan tantangan yang menyertainya.

          Maka apapun perjuangan yang saat ini aku jalani, itu adalah pilihanku untuk dapat hidup lebih baik. Perlahan menuju kondisi ideal yang aku impikan. Sesederhana aku yang belajar agar bisa masuk ITB, adalah sebuah proses perjuangan untuk menuju idealismeku menjadi mahasiswa ITB. Hingga saat ini aku telah mencapainya, aku baru saja membuat sebuah keputusan dalam pilihan hidupku.

Selama idealismeku ini masih berkembang dan tidak pernah puas. Selama itulah pilihan hidup akan selalu aku putuskan.

Terimakasih sudah bersedia membaca catatan ini.
         
Baca selengkapnya

Jumat, 29 Mei 2020

Mengenal Apa Itu TPB | Kuliah ITB



Aku yang kini resmi diterima jadi mahasiswa baru (MaBa) ITB akan memulai dunia barunya dikampus Ganesha, Bandung. Di ITB, tahun pertama diberi nama Tahap Persiapan Bersama a.k.a TPB. Kata katingku kepanjangan dari Tahap Paling Bahagia, karena kuliahnya masih santuy dan ngga susah-susah amat. Dengan persentase Drop Out 90% dari total kasus di ITB, tahun pertama jadi ajang pembuktian apakah kamu emang layak menyadang status Putra Ganesha untuk tahun berikutnya atau terbuang memilih kampus lain. Gila baru mulai aja rasanya udah tegang gini, kuliah.

Tahap Persiapan Bersama
          
Udah sejak lama ITB menerapkan sistem TPB ini, dimana tahun pertama mahasiswa memulai perkuliahan mereka belum memiliki jurusan dan hanya dengan identitas fakultas masing-masing. Jadi jangan bingung klo ada maba ITB ditanya jurusan mereka bilang nya “masih TPB.”

Tujuan dari sistem ini katanya sih untuk penyetaraan kemampuan dari input mahasiswa ITB nya. Secara kita kan berasal dari seluruh negeri dengan tingkat akses pendidikan yang tidak merata. So, dibuatlah tahun pertama untuk memberikan penyataraan dan dasar-dasar ilmu teknik yang dibutuhkan saat masuk jurusan tingkat dua nanti.

But, Honestly aku dan kebayakan temenku bilang itu alibi doank si, karena bagaimana pun yang udah imba tetep imba dan makin pinter. Sedangkan yang tertatih semakin tertinggal dan akhirnya hilang. Kita bisa temukan mereka lagi di semester pendek! (spring school). Ada juga dosen yang bilang TPB ini dibuat biar dosen ilmu murni non teknik itu ngga gabut, sehingga mereka bisa produktif mengajar tiap tahunnya.

Tapi ya mari kita jalani saja.

Mata Kuliah TPB
          
Secara mata kuliah, TPB ini emang banyak miripnya sama SMA. Makanya sering dibilang kelas 13. Disini kita masih belajar kalkulus, fisika dasar, dan kimia dasar. Dengan beberapa ilmu lain yang penting seperti tata tulis karya ilmiah, pengenalan komputasi, dan ilmu pengantar pada fakultas masing-masing. Laboratorium yang digunakan juga masih lab mata kuliah dasar yang ilmu praktikumnya pernah kita dapet di SMA.

Tapi juga, kenyataan ngga seserhana itu ternyata. Aku belajar banyak pembuktian dan dasar kenapa muncul rumus yang biasa kita pake di SMA, sampe pengembangan ke masalah yang lebih kompleksnya. Itu semua dipelajari selama dua semester kuliah aja sekitar 30 minggu! Apalah daya aaku yang SMA Cuma haha hihi doank _T

Itulah kenapa aku bilang yang udah imba juara dapet emas, perak segala macem bakal makin pinter, yang pas” an kek aku makin tertinggal dan hilang kalo ngga kuat. Tapi matkul di TPB ini sabi banget buat mastiin bahwa aku emg passion sama dunia teknik dan bisa survive dengan baik di ITB ini, haha.


Mata Kuliah Olahraga
      
ITB jadi satu-satunya kampus yang masih mewajibkan mata kuliah olahraga bagi semua mahasiswanya. Matkul ini ada dimasa TPB dan harus lulus, matkul yang jadi selingan setelah otakku pusing dan panas ngerjain tugas dan badan yang ngga banyak gerak. Kegiatan matkul ini bakal selalu diadain di kompleks SABUGA ITB. Kerennya aku dikasi setelan olahraga plus jaket yang keren cuy, haha.  

Tujuan utamanya bikin badanku bugar, dengan target kuliah lu harus bisa lari 2,4km setara enam keliling lapangan bola standar internasional dalam waktu sekitar 12 menit aja buat cowo. Jujur itu susah si klo badan lu bukan terlatih atlet dari awal. Makanya dimatkul ini aku dikasi tugas buat lari seminggu 2x diluar jam kuliah olahraga. Keren dah.

Kenal satu Angkatan Fakultas
        
Hal yang bikin beda ITB dengan kampus lain adalah TPBnya, karena masih belum penjurusan aku bisa dapet kelas sampai isi 70 lebih. Menariknya lagi karena masih satu tahun bareng-bareng, aku bisa kenal sama semua temen angkatan fakultas dan bikin banyak circle. Pastinya ini ngga ada dikampus lain karena udah pada lansung ketemu sama himpunan masing-masing.

        
Sisi baiknya, aku bisa mulai menilai diri ku ini cocok dan senang dilingkungan seperti apa dan siapa aja yang bisa deket dan cocok sama pribadiku. Hal ini penting karena kedepan aku bakal lebih bisa enjoy tanpa pura-pura dalam temen main dan belajarku sekaligus mengenal diri sendiri dengan baik.

Harus Lulus Semua Matkul
        
Satu hal terakhir terpenting adalah gw kudu lulus semua matkul bagaimanapun caranya. Karena di TPB ini semua matkul yang diajarin masih dasar-dasar untuk belajar dunia teknik dijurusan nantinya. Minimal aku harus dapet IP TPB 2.0 buat dinyatakan lulus dari TPB ini, tanpa ada matkul yang ber-indeks E.

          
Kalau misal belum tercapai atau ada yang masih E, kita bakal dikasi kesempatan semester pendek untuk mengambil mata kuliah yang akan diulang. Apabila masih jelek terpaksanya bakal TPB lagi taun depan.


Oke, jadi itu sekian singkatnya tentang apa itu TPB di ITB secara umum dan fakta menarik didalamnya. Semoga bisa jadi referensi dan bikin pola pandang temen-temen semua. Terimakasih banyak dah mau baca catatan ini.


Baca selengkapnya

Kamis, 07 Mei 2020

Relung Kenang | Contoh Puisi Kenangan




/Menatap rintik sendu selalu lebih mudah ketimbang
mengucap rindu pada kamu yang teristimewa
gadis yang menuntunku dengan senyumnya,
senada sentuhan angin dibalik larik-larik malam/

/Lampu hias kota menjadi saksi bisu awal perjumpaan kita,
kita yang mengucap janji selepas senja sirna digulung mega.
Bahwa kamu, seorang pertama yang mengajariku menikmati petrikor
masih dengan seragam abu-abu kita yang kotor/  

/Aku tak pernah bermaksud sungguh untuk mengikat
kamu tak pernah berhenti berharap untuk terikat
hingga untuk setiap kesempatan yang kubiarkan terlewat
menyadarkan kau tentang aku tak lebih dari seorang pengkhianat/

/Dan kini, aku hanya mampu merapal sesal dan maaf
yang ku harap menuntun laramu menuju hirap/

/Dan kini, kamu terisak bersandar dibalik air yang mendesah
temani luka yang terselip diantara bait-bait basah/

/Saat dimana kata tak lagi bermakna
air mata adalah sebaik baik pembawa cerita,
tak pernah berdusta dalam setiap luka dan derita/

/Kini kamu nyaman bersama waktu.
Makhluk yang tak pernah gagal merubah kecewa menjadi bahagia
dengan apa dan siapa yang waktu bawa bersama detaknya/


/Pada akhirnya, aku tak lebih dari pesan daring yang menjejalkan notifikasi
yang dianggap tak lebih serupa media informasi
tanpa perlu jawaban pasti/

/Pada akhirnya, aku hanya terikat pada algoritma membisu
yang hidup dibawah bayangan rindu/

-Yogyakarta, 2020




Baca selengkapnya

Apa Itu OSKM? Mengenal Keseruan di OSKM ITB | OSKM 2019


OSKM ITB 2019

Halo guyss, ngga terasa sekarang kita udh sampe diakhir tahun ajaran baru. Pada kesempatan kali aku pengen berbagi pengalaman aku menjalani masa awal menjadi mahasiswa ITB. Mumpung juga teman-teman 2020 baru mau nyiapin persiapan UTBK 2020. Semoga ceritaku tulis bakal bisa memberi informasi bagi sobat semuanya.

Saat kita menjadi MABA bakal ketemu diawal adalah penyambutan untuk memperkenalkan pada dunia kampus tersebut. Tujuannya bermacam-macam yang jelas aku ngerasain sendiri bagaimana penyambutan jadi moment yang cukup berkesan bagiku untuk pertama kalinya mengenal dunia kampus.

 

Di ITB sendiri aku ketemu dengan namanya OSKM. Apa itu? OSKM sendiri adalah singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa ITB. Acara ini akan dilaksanakan selama tiga hari, cukup singkat bila dipandang sebagai masa pengenalan kampus. Tapi setidaknya disini kita akan didampingi oleh kakak tingkat yang akan menjawab setiap pertanyaan yang akan kita ajukan. Jadi ya semakin banyak tanya semakin banyak tahu.

 

Dalam hari-hari OSKM kita akan menggunakan baju SMA yang dlu. Untungnya aku pernah liat video OSKM 18 yang sebelumnya jadi tahu masalah itu dan kebawa juga tu seragam SMA sampai Bandung.

 

Oh iya, selama OSKM juga aku diwajib in dateng jam 6 pagi. Kebayang ga si bandung jam 6 pagi itu kayak apa. Menantang banget lah, dan itu kondisi udah harus sarapan pula. Diakhir baru bisa pulang itu jam 6 sorenya. Jadi bisa dibilang klo kita kegiatan itu full 12 jam seharian. Mana banyak geraknya keliling kampusnya. Jadi ya kerasa capek banget OSKM tiga hari itu.

 

Check Spek

Seperti kegiatan pengenalan pada umumnya, aku di OSKM juga disuruh buat bawa ini itu a.k.a spek. Beberapa dari itu berguna dan emang panitia tahu medan ya, but sisanya jadi kek beban tas doank yang berpotensi tertinggal dan jadi sampah. Pertama liat spek nya aku bingung nyari dimana, sebagai orang baru di Bandung.

 

Sore itu aku bersiap keliling kawasan kampus buat cari tu semua spek biar lengkap, temen gw nyodorin PO paket lengkap buat semua tu barang. Sial ternyata udah dikomersilkan juga, meski barangnya agak-agak mahal dikit biarlah, yang penting aku ngga perlu repot” nyari lagi.

 

Yang bikin aku tambah takjub dihari pengambilan PO spek ku banyak banget orang-orang jualan spek disekitar kampus ITB lengkap! Gila apa emang sama tiap taunnya ya kali, atau emang berkas file spek nya sampe ke mamang-mamang ini juga? Intinya klo lu besok jadi masuk ITB, aamiin dan disuruh bawa-bawa spek OSKM santai aja. Bakal banyak yang jualan spek lengkap yang tinggal lu beli aja. Pinter” cari yang ngga mahal” bet.

 

Note: ada spek yang paling susah dicari, yaitu barang sponsor. Bayangin aja, 4500 maba ITB suruh bawa sebuah produk sponsor yang sama untuk difoto pas acara OSKM. Saran gw semangat aja!!

Kegiatan OSKM

Setelah aku sholat shubuh, aku bingung mau ngapain. Air nya ngga nguatin buat lansung mandi tapi gapunya apa-apa buat diseduh. Cuman karena idealisme maba adalah haram terlambat hari pertama, akhirnya aku bisa. Deket sabuga aku dan maba lainnya dibarisin kek mau antri masuk anak study tour padahal kita maba buat masuk ke saraga yang isinya cuman lapangan bola.

 

Gadenk, pas itu ada panggung. Udah masuk gw disuruh lari” cari mana kelompok gw dengan ngeliat tongkat yang dibawa sama kakaknya. Mulai lah rangkaian opening seremony yang keren banget kwkw. Maklum SMA aku cupu.

 

Satu hal bikin gw paham dari ceremony klo ITB sangat heterogen dan lu bisa ngembangin apapun disini terlepas dari tagline “teknik, teknik, dan teknik”. Selanjutnya gw dikasi tonton warni jurusan yang keren banget dimana setiap jurusan punya jahimnya masing” dengan warna yang khas satu dengan lainnya. Intinya disini kita saling bersinergi sesuai dengan minat dan bakat kita untuk memajukan Indonesia.

 

Selepas acara itu mulailah kita berkenalan dengan kelompok (baca: keluarga) baru kita di OSKM itu. Disini yang ngga ku expect lagi adalah maba ITB asalnya dari mana-mana dan aku juga sendiri yang dari DIY dikelompok.

 

Sorenya kita bakal dikenalin sama yang namanya kating fakultas. Pastikan kalian udah ngerti ya klo taun pertama di ITB tu blom masuk jurusan, jadi ya kita bakal ketemu kating yang ngurus fakultas dlu sebelum jurusan.

 

Aku dikumpulin sama temen satu fakultas buat kenalan dikelilingi bendera segede lapangan futsal biar keren. bakal ada juga pemilihan PJ angkatan buat penghubung dengan kating. Mulai dari sini ni, bakal keliatan siapa” nya yang bakal jadi jangkar angkatan fakultas.


Pelaksaan Ibadah Selama OSKM


Hal menarik yang aku perhatikan lainnya adalah pelaknasaan ibadah sholat selama OSKM ini jadi bisa dibilang dengan banyaknya jumlah peserta OSKM setiap tempat yang kita pakai itu gaada tempat sholat yang memadai. Akhirnya kita bakal sholat di tempat terbuka gitu, berjamaah sama yang lain. ternyata ini alasan kenapa spek harus bawa ponco sm air kran 1,5 lt, berat tau, blom sama minum nya lagi.

 

Setiap waktu sholat dhuhur dan ashar akan ada panitia dari kakak GAMAIS yang bertugas memandu maba bikin shaf dan jadi imam sholat. Setiap kita akan wudhu dengan air yang dibawa masing-masing bergantian dengan temannya.

 

Selepas itu menggelar ponco sebagai alas sholat. Jujur aja ini emang bikin ribet si karena becek sama air wudhu kakinya kotor lagi. Cuman aku pikir ini masih menjadi solutif mengingat hampir 2500 maba muslim sholat dalam satu waktu.

 

Satu yang bikin ini keren adalah karena ketika pelaksanaan sholat berlangsung ada yang mengabadikan lewat drone. Ini yang bikin ITB itu beda, kita ngga sekedar bikin koreo kayak kampus lainnya, tapi formasi dunia akhirat wkwk. Biasanya foto ini akan viral sebagai eksistensi kampus ITB yang kuat dengan karakter mahasiswanya yang baik.


Materi dan Talkshow di SABUGA ITB

Yang paling sering tapi kadang bikin ngantuk itu klo udah materi di gedung sabuga. Jujur setiap materi dan talkshow yang ada saat OSKM itu diisi oleh pembicara hebat.

 

Dengan ilmu mereka kita dibawa pada materi” yang penting bagi dasar pemahaman kemahasiswaan kita. Di dalam penyampaian materi kita bakal mendengar bagaimana para pembicara melewati masa mahasiswa mereka hingga perjuangan setelah lulus kuliah yang akhirnya menghantarkan mereka sampai di titik saat itu.

 

Salah satu point utama dalam setiap sesi materi adalah aku selalu bisa mendapatkan insight baru tentang apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Bagaimana persiapan yang harus kita lakukan agar mampu dan siap untuk mengisi pos” pekerjaan yang masih kosong tersebut atau yang akan muncul kedepannya.

 

Terakhir kalian bisa menonton after movie yang udah keren-keren dibuat sama liga film mahasiswa, divideo ini kalian bisa melihat dengan lebih jelas seperti apa kegiatan dan keseruan OSKM ITB di dalam nya...!!


-------------------

Jadi itu sekilas kegiatan dari OSKM ITB 2019 sendiri. Masih banyak sebenernya keseruan lain seperti lorong massa, aneka perform, orasi pelangi, dan yang paling rmengenang adalah salam ganesha pertama yang bakal kalian alami euforianya disini. Bagi kalian yang ingin melanjutkan kuliah di ITB, tetap semangat untuk memantaskan diri ya!!


 



Baca selengkapnya