Kamis, 18 Juni 2020

Kiat Cerdas Sukses di Bisnis E- Commerce



Perkembangan teknologi informasi yang pesat semakin memanjakan kehidupan kita saat ini. Dimana kamu dapat saling bertukar informasi, jual beli, dan berbagi semudah ketukan jari. Hal ini menggeser trend kehidupan masa kini ke arah digitalisasi. Dimana kita semakin tidak dapat terpisahkan dari kebutuhan teknologi dalam menjalani hidup, termasuk berbisnis.

Seperti bisnis e-commerce yang belakangan menjadi booming kembali. Dengan kehadiran startup berbentuk marketplace yang menawarkan berbagai keuntungan bagi para penggunanya. Perlahan dan pasti, kehadiran marketplace mampu mendominasi e-commerce saat ini.

Sebagai seorang yang ikut bergelut di dunia e-commerce, aku ingin berbagi sedikit catatan dan wawasan penting, serta langkah-langkah yang masih aku kembangkan untuk bisa mencapai keberhasilan dalam berbisnis di era digital kini.

Mengenal Marketplace

“Apa sih marketplace itu?” sudah sering dengar tapi belum tau artinya.
Marketplace adalah istilah bahasa inggris yang berarti pasar. Intinya adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. marketplace yang merupakan salah satu jenis e-commerce, saat ini menjadi pilihan dan disukai banyak orang karena memberikan kemudahan dan keuntungan lebih.  

Keberadaan marketplace sendiri sudah ada sejak lama dalam dunia e-commerce bahkan berskala internasional. Misalnya seperti Amazon.com dan Alibaba.com yang sering kamu dengar namanya.  Dengan mendaftarkan diri sebagai seller kamu sudah dapat berjualan disana dengan buyer dari seluruh dunia!

Marketplace di Indonesia

“bagaimana dengan marketplace di Indonesia?”
Di indonesia sendiri era marketplace dimulai dengan kehadiran startup-startup baru yang mulai dirintis. Perlahan dan pasti dengan berbagai teknik promosi dan subsidi, startup ini mulai berkembang hingga mampu mendominasi pasar e-commerce di Indonesia.

Pada tahun 2020, berdasarkan studi Copunation didapat 5 marketplace terbesar di Indonesia berdasarkan traffic pengunjung sepanjang tahun 2019. Tokopedia menduduki peringkat pertama yang dikunjungi sebanyak 1,2 Miliar kali. Disusul Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.

Mengutip data dari GlobalWebIndex, Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi e-commerce tertinggi di dunia pada tahun 2019. Sebanyak 90% pengguna internet usia 16-64 tahun pernah melakukan pembelian produk atau jasa secara daring.

Wow, sungguh potensi yang luar biasa besar untuk dioptimalkan.

Perkembangan Marketplace

Berjualan di marketplace saat ini memang sedang manis-manisnya. Dimana kita dengan mudah membuat akun seller yang biayanya relatif sangat murah dibanding bikin toko sendiri. Kemudian dengan berbagai strategi promosi dan subsidi, marketplace ini akan mendatangkan traffic organik pengunjung ke toko kita yang berhasil meningkatkan penjualan.

 Pertanyaannya adalah...
“bagaimana cara marketplace tumbuh dan merajai e-commerce di Indonesia kini?”

Pertanyaan yang sama pernah muncul dalam benakku dan mari kita pelajari pelan-pelan.
Kamu tentu tahu bahwa marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak merupakan startup yang dirintis dari nol. Yang pastinya membutuhkan modal awal dan investasi untuk dapat terus sustain dan melakukan ekspansi.

Sederet nama investor global seperti Alibaba Group, Seqouia Capital, Mirae Asset dan Naver tercatat telah mengucurkan pendanaan dengan nilai yang fantastis pada dua marketplace ini. Dari investasi inilah marketplace mulai tumbuh untuk melakukan hegemoninya pada dunia e-commerce.

Marketplace Bakar Uang?

Marketplace saat ini memang masih terlihat sangat menarik bagi kita. Namun, jangan sampai kamu terlena dan menggantungkan sepenuhnya bisnismu pada marketplace. kalau kamu perhatikan, daya tarik marketplace saat ini terletak pada banyaknya promo yang memanjakan penggunanya.

Dari mulai voucher, gratis ongkir, cashback, dan lainnya. Mulai saat ini aku sebut sebagai subsidi. Kalau kamu logika secara sederhana, darimana marketplace meraup untung jika selalu memberikan subsidi bagi para penggunanya? Okelah, jika kamu sebut itu sebagai strategi untuk meningkatkan value perusahaan dan menjaring sebanyak-banyaknya pelanggan setia.

Hal inilah yang disebut dengan era “Bakar Uang”. Istilah yang sudah cukup familiar dalam dunia startup masa kini. Dimana tujuannya adalah menciptakan ekosistem pasar untuk menggaet sebanyak-banyaknya konsumen.

Bakar uang dilakukan dalam bentuk subsidi langsung kepada para pembeli. Ketika semakin banyak traffic dan transaksi terjadi. Maka secara langsung kamu dapat melihat angka-angka fantastis valuasi perusahaan. Sering dikenal dengan sebutan Unicorn hingga Decacorn. 

Tapi mau tidak mau, suka tidak suka, era ‘bakar uang’ marketplace ini akan segera berakhir. Dimana subsidi gila-gilaan yang mereka berikan tidak akan semeriah dulu lagi. Perlahan, barulah marketplace mulai mencari keuntungan dari perusahaan mereka.

Maka saat era ini terjadi, seller lah pihak pertama yang akan menjadi korbannya!
Mengapa seller? Karena seller adalah pihak yang paling bergantung dengan kehadiran marketplace!

Era Bakar Uang Akan Segera Berakhir!

Kita sudah memasuki dekade kedua persaingan antar marketplace yang masih berlangsung.  Dimana Tokopedia dan Shopee menduduki tahta jumlah traffic tahun kemarin. Bicara mengenai subsidi hal ini akan sepenuhnya bergantung kepada para Investor. Yang sewaktu-waktu dapat mencabut subsidi jika dirasa tidak mengutungkan!

Kita lihat akhir-akhir ini berita Bukalapak yang mulai goyah terhadap kekuatan uang. Diperkuat oleh mundurnya Ahmad Dzaki dari kedudukannya, digantikan orang lain. Hal ini tentu menjadi warning bagi kita semua bahwa sebentar lagi kekuatan uang akan menunjukkan kuasanya.

Kita masih bisa melihat lima marketplace besar yang menguasai pasar. Namun, tidak lama lagi satu persatu mereka akan berguguran dan menyisakan satu atau dua marketplace saja yang bertahan dan menguasai pasar. Hingga saat itu terjadi, era bakar uang ini akan berakhir!

Monopoli Marketplace

Marketplace merupakan segmen e-commerce tak ubahnya sektor ekonomi lain yang akan berujung pada sistem monopoli atau kartel. Ketika hanya ada satu perusahaan yang menguasai pasar, maka dengan bebas perusahaan tersebut dapat mengatur segala sesuatu yang mendatangkan keuntungan baginya.

Kamu bisa melihat contoh mesin pencari. Yakin! Hampir semua orang akan menyebut Google sebagai website utamanya. Apakah kamu bisa menyebutkan yang lain? Apakah kamu mengenal nama seperti Yahoo? Bing? Atau DuckDuck Go? Mereka adalah perusahaan yang memperebutkan posisi kedua dan ketiga dari pasar yang 90% nya telah dikuasai oleh Google!

Contoh lain adalah mie instant yang sering kamu makan. Apa merk yang pertama kamu sebut? Apakah Indomie? Atau Mie Sedaap? Apakah kamu bisa menyebutkan merk lain selain dua tersebut?
Itulah yang disebut monopoli dan kartel. Dimana perusahaan yang tersisa akan menguasai atau saling “bermain mata” untuk memperoleh keuntungan maksimal bagi mereka. Jika hal ini terjadi di marketplace, maka kamu yang menggantungkan sepenuhnya bisnis pada marketplace akan tunduk mengikuti aturan mereka.  

Segala ketentuan dan peraturan mereka akan mengikat seller yang menjual produknya dari website mereka. Seperti potongan hasil dari setiap transaksi hingga hal lain yang entah apa kedepannya.

Langkah Strategis Menjalankan Bisnis E-Commerce

Sebagai seorang seller di marketplace aku juga mulai memikirkan hal ini. Maka timbul satu pertanyaan visioner yang memaksaku untuk mulai membangun bisnis. Berkembang lebih mandiri. Tapi apakah kita harus meninggalkan marketplace?

Jawabannya adalah TIDAK!!!

IF YOU CAN'T BEAT THEM, JOIN THEM !!                                   
-Jim Henson
“Lantas, bagaimana caranya untuk bisa lepas dari ketergantungan terhadap marketplace.”
Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan cukup mudah. Yaitu kamu harus melakukan diversifikasi platform atau sarana dalam bisnis e-commerce. Misal, jika kamu berjualan di marketplace, jangan hanya bertumpu pada satu marketplace saja. Kamu dapat menggunakan kelima marketplace yang masih menguasai pasar. Itu akan memperkuat portofolio bisnis yang kamu miliki.

Kedua, kamu dapat menggunakan platform diluar marketplace. Ada media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Whatsaap. Platform lain yang dapat kamu gunakan adalah website pribadi! Jika kamu masih menganggap remeh website bisnis atau jualan pribadi, kamu harus lanjutkan membaca ini!

Website Penyokong Bisnis

Kamu tentu sudah mengerti apa itu website atau dapat mencarinya sendiri di mesin telusur. Website menjadi menjadi penting dalam dunia e-commerce karena merupakan “identitas” digital atau brand kamu sendiri. Karena di website pribadi, kamu akan secara langsung dituntut untuk mandiri mengembangkan brand, membuat katalog dan keunggulan, hingga berurusan langsung dengan pembeli.

Beberapa poin penting mengapa kamu harus punya website sendiri untuk menyokong bisnis e-commerce sudah aku rangkumkan untuk kamu disini. Silakan disimak!

Pertama, Membangun Branding

Tak bisa dipungkiri bahwasannya branding merupakan harga mati yang harus selalu dikembangkan dalam dunia bisnis. Dimana konsumen akan mengenal hingga mengingat jasa atau produk kamu dengan brand dan jargonnya sendiri.

Terlebih dimasa sekarang dimana dunia bisnis semakin dinamis dan kompetitor akan selalu ada dalam setiap segmen bisnis yang kamu ambil. Membangun branding adalah salah satu kunci utama untuk memenangkan pasar.

Website adalah salah satu pendukung utama dalam membangun brand kamu. Karena website pribadi adalah niche yang unik dan akan pasti berbeda satu dengan lainnya. Maka mulailah untuk membangun dan mengembangkan website pribadi kamu untuk meningkatkan brand yang kamu miliki!

Ada banyak strategi yang dapat kamu pelajari dan aplikasikan untuk mem branding bisnis kamu di internet bahkan hingga menyediakan kelas khusus. Kuncinya adalah selalu bekerja keras dan belajar dari pengalaman.

Kedua, Meningkatkan Kredibilitas

Bisa dipastikan jika setiap konsumen akan melakukan pencarian terlebih dahulu sebelum membeli suatu produk yang dibutuhkan. Sehingga diperlukan adanya suatu website yang akan menjawab setiap pertanyaan dan penasaran merekan terhadap produk kamu.

Hal ini diperkuat berdasarkan berdasarkan riset Verisign, “84 persen konsumen lebih percaya kepada toko online yang memiliki website resmi dibanding toko online yang hanya mempunyai laman media sosial.”

Selain itu dengan adanya website, bisnis kamu akan lebih mudah dikenali oleh mesin pencari seperti google. Ini penting! karena 81 persen konsumen akan melakukan riset melalui mesin pencari terlebih dahulu sebelum membeli produk secara online.

Ketiga, Menumbuhkan Kemandirian

Kita tentu sepakat bahwa salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah profesionalitas dalam mengelolanya. Dengan memiliki website pribadi, kamu akan secara penuh memegang kendali bisnismu dan leluasa mengaturnya.

Sehingga dengan memiliki website sendiri kamu akan mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain. Dalam hal ini marketplace. kamu akan belajar bagaimana mengelola toko online sendiri bukan lapak di website orang lain.

Dengan mengelola website toko pribadi, kamu memiliki toko pusat yang seluruh pengelolaannya di bawah kontrol kamu, bukan pihak lain. Jadi ketika ada perubahan kebijakan di marketplace.  Saat era bakar uang itu berakhir. Kamu tidak terlalu ambil pusing karena punya toko sendiri dan sudah mengurangi ketergantungan.

Bagaimana? Mantab kan! Jadi tunggu apa lagi? Miliki segera website pribadi sebagai toko onlinemu!!

Langkah Pertama Menuju Kebebasan Bisnis

“aku masih bingung bagaimana cara membuat website”
Ada banyak tutorial tips n trik yang akan menuntunmu secara teknis bagaimana menciptakan website yang keren dengan engagement yang kuat dan disukai pengunjung. Semua itu dapat kamu latih dan pelajari dari berbagai sumber di internet.

Tapi sebelumnya, ada tiga hal penting yang harus kamu pahami terlebih dahulu sebelum menciptakan website. Yaitu Domain, Hosting, dan Konten. Jika kita ibaratkan, Website adalah sebuah toko dan kantor virtual yang kamu bangun di internet. Maka domain adalah alamat kantor tersebut dengan hosting adalah tanah yang digunakan untuk membangun toko website.

Hosting berperan sebagai wadah penyimpan segala informasi yang ada dalam websitemu. Termasuk konten yang merupakan ujung tombak setiap website untuk menarik pengujung dan membangun branding.

Semakin besar kapasitas hosting yang kamu miliki, makin banyak pengunjung yang bisa berlama-lama di website tokomu. Yang akan akan membuat websitemu disukai banyak pelanggan karena cepat diakses dan memiliki traffic yang tinggi.

Percayakan Kebutuhan Websitemu Pada Rumahweb

Untuk membangun website sekarang itu gampang banget kok. Kamu hanya tinggal membeli domain murah dan hostingnya di Rumahweb. Rumahweb akan membantumu menyediakan kebutuhan domain murah yang sekaligus menjadi salah satu cara mem branding bisnis kamu.

Rumahweb juga menyediakan hosting murah dan berkualitas yang akan mem boost kemampuan websitemu dalam memberikan pengalaman berkunjung dengan akses mudah dan cepat serta traffic yang tinggi dalam menampung banyak pengunjung di waktu yang bersamaan.

Tentu untuk menciptakan website yang menjadi niche dan keunikan bisnis kamu, harus dipercayakan pada ahlinya. Rumahweb menjadi solusi terbaik dalam menyediakan kebutuhan websitemu untuk terus bersaing dalam bisnis e-commerce masa kini.

Jadi, buruan bikin di Rumahweb sebelum domain kamu diambil orang!
Masih mikir-mikir lagi? Nih, aku kasih kiat gimana caranya biar kamu bisa memadukan marketplace dengan website pribadi yang kamu bangun!

Kiat Mensinergikan Marketplace dan Websitemu

Sebelumnya aku bilang bahwa kamu ngga perlu untuk sepenuhnya meninggalkan marketplace. Iya, sama sekali gaperlu. Selagi itu masih menguntungkan untuk dijalankan, lakukan terus. Hanya saja, jangan sampai kamu sepenuhnya menggantungkan kelangsungan bisnismu pada pihak lain.
Untuk kamu yang ingin mensinergiskan website dan marketplace dalam bisnis e-commerce ada baiknya membagi dalam dua fase. Yaitu jangka pendek dan panjang.

Jangka Pendek

Tak bisa dipungkiri bahwa marketplace memang mengambil banyak pelanggan daripada website pribadi saat ini. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadiku bersama ayah membangun website untuk berjualan dan memiliki toko di marketplace. maka manfaatkan waktu saat ini untuk berjualan di marketplace.

Dengan menjadi seller di marketplace, produk dan pelangganmu akan diperlakukan bak raja oleh mereka dengan pemberian subsidi yang sangat meriah. Sehingga semakin banyak orang akan membeli produkmu yang pasti meningkatkan penghasilan.

Memang kelemahan utamanya adalah buyer tidak akan pernah mengenal siapa kamu sebenarnya. Bahkan bisa saja buyer meminta pengembalian produk yang telah mereka pesan karena tidak sesuai dengan keinginan mereka. Ini karena marketplace menganggap kamu adalah supplier mereka.
Namun, itulah yang kita persiapkan pada kiat jangka panjang.

Jangka Panjang

Setelah menerima banyak pesanan dan mengirimkannya kemana-mana. Mulailah untuk mencari pelanggan setia dan membranding produk kamu. Simpan data nomer telepon setiap pelanggan kamu. Kirimkan pesan terimakasih telah berbelanja di lapak kamu. Itu akan memberikan kesan baik pada service yang kamu berikan.

Kamu juga bisa menyelipkan brosur, stiker atau media promosi lain dalam setiap paket yang kamu kirimkan untuk mempromosikan website kamu. Sehingga pelanggan tidak hanya sekedar mengenalmu sebagai seller marketplace.

Berikan penawaran menarik atau kerennya saat ini tak terbantahkan pada pelanggan untuk pembelian berikutnya. Seperti apa yang dikatakan Tony Hsieh – CEO Zappos.com

Bisnis itu terutama bisnis online dibangun di atas pelanggan tetap.   - Tony Hsieh
Jadi jangan lupakan mereka yang pernah membeli produk kamu. Mulailah bangun relasi dan ciptakan pelanggan tetap produkmu!


Kisah Sukses

Kisah ini aku ambil dari kenalan dan contoh yang kutemui disekitarku. Bagaimana mereka memadukan marketplace dan website pribadi dalam menggeluti e-commerce. Hingga berhasil mendapatkan banyak penjualan.

Pertama adalah Pak Yoyok. Mungkin sebagian kamu sudah mengenal beliau, video wawancaranya telah banyak tersebar di channel youtube terkenal seperti podcast deddy cobuzier. Pak Yoyok berjualan dengan cara menjadi seller di Amazon.com dan membuat website toko onlinenya sendiri, yaitu Zetira.id

Kedua adalah KiozOrenz.com dan minyak-atsiri.com. keduanya merupakan website pribadi yang menjual berbagai produk berkualitas yang mereka miliki. Menariknya, aku juga berhasil menemukan lapak mereka di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.


Silakan cek sendiri, bagaimana mereka telah berhasil mensinergiskan antara website dan marketplace dan membangun brand mereka. Aku dan kamu juga pasti bisa menyusul langkah sukses mereka! 

Catatan Last but not Least!

Kiat terakhir yang tidak kalah penting adalah bagaimana kamu menjadikan domain sebagai ujung tombak branding bisnis kamu. Bagaimana caranya?

Yang pertama dan utama adalah tentukan sebuah nama brand yang akan kamu bangun. Selanjutnya gunakan nama itu sebagai domain yang kamu beli dari rumahweb. Nama domain dapat kamu jadikan sebagai nama website, lapakmu di marketplace, bahkan nama email!

Itu akan membuatmu terlihat bergengsi daripada hanya menggunakan email gratis seperti gmail atau yahoo. Kenapa ini penting? Karena salah satu konsep dasar branding adalah mudah diingat!

Kamu pasti sedikit banyak mengerti bahwa menanamkan ingatan dan persepsi kepada pembeli bukanlah suatu perkara mudah. Dibutuhkan konsistensi dan konsep! Oleh karena itu, dengan menyamakan semua jalan kontak bisnismu, akan sangat membantu dalam menanamkan ingatan pada pelanggan.

“jadi apakah kamu sudah memiliki nama brand bisnis kamu? Kalau sudah tunggu apalagi segera miliki domainmu di rumahweb! Ngomong-ngomong rumahweb selalu memberikan penawaran spesial lho. Apalagi rumahweb merupakan penyedia domain murah dan hosting berkualitas.

Masih ngga percaya? Buktikan langsung aja deh, segera miliki domain murah dan hosting dari rumahweb. Mulai lejitkan bisnismu dari sekarang!

Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=6Il6yAxCZs0&t=169s
Baca selengkapnya

Kamis, 11 Juni 2020

5 Hal Penting! Pengisi Gabutmu saat Pandemi dengan Teknologi Informasi



Sudah tiga bulan lebih sejak pemerintah mengumumkan kasus pertama covid-19 di Indonesia. Perlahan dan pasti, virus ini mengubah seluruh sendi kehidupan bermasyarakat. Semua aktivitas dan kegiatan kita dibatasi, terlebih yang mengumpulkan banyak orang.

Sekolah dan kampus diliburkan, pekerja dirumahkan hingga berujung pada PHK dibanyak tempat akibat perusahaan yang kesulitan sustain dengan omzet yang menurun. Para pedangan keliling dan bisnis UMKM lainnya juga sepi nyaris tiada pembeli dengan adanya lockdown dan PSBB.

Saat ini, setiap kita benar-benar diuji kemampuan survive dalam melewati masa sulit ini. Berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masing-masing.

Pandemi dan Teknologi Informasi

Bicara kehidupan masa kini tentu kamu sudah sudah tidak asing lagi dengan istilah teknologi informasi. Perkembangan ilmu pengetahuan berhasil memajukan teknologi yang sangat “memanjakan” kehidupan kita semua.

Sebagai seorang mahasiswa, aku merasa bahwa hampir seluruh kegiatan dalam hidupku bergantung dengan adanya teknologi informasi ini. Dari mulai kuliah, mengerjakan tugas, bekerja, hingga menikmati hiburan. Semua bisa aku lakukan dengan kehadiran teknologi informasi.

Di masa pandemi seperti ini, adanya teknologi informasi menyelamatkan kita dari kondisi yang jauh lebih buruk. Sehingga setidaknya kita masih bisa hidup sederhana dan layak, serta saling memberi informasi pada yang lain.

Hilangkan Keraguan itu dan Mulai Berproses

Salah satu upaya yang dapat kamu lakukan dimasa pandemi ini adalah memaksimalkan teknologi informasi yang sudah berkembang sangat pesat.

“Tapi bagaimana cara memaksimalkan potensi teknologi informasi?” Jika kamu bertanya demikian, maka lanjutkan membaca ini.

“aku nggak ngerti masalah teknologi begitu-begitu lah!” jangan pesimis! Teknologi informasi hadir untuk memudahkan kehidupan kita, bukan sebaliknya. Jika kamu belum menguasai dengan baik, maka mulai lah untuk belajar.

Tidak ada kata terlambat atau merugi jika kamu mulai untuk mempelajari teknologi informasi. Terlebih begitu banyak panduan, tutorial, tips n trik yang tersebar dimana-mana. Dari mulai gratis hingga yang berbayar.

“apa yang bisa aku dapatkan jika memaksimalkan teknologi informasi?”
Banyaak banget. Kamu bisa belajar dan berkomunikasi dengan lancar, menambah skill dan keterampilan baru, hingga menghasilkan uang dan mencapai kemandirian finansial!

Kiat Memaksimalkan Teknologi Informasi


Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi pandemi membawa arah kehidupan kita menjadi serba maya dan virtual. Transaksi dilakukan secara digital dan jual beli dilakukan dengan cara deliver. Sekolah dan kampus melakukan pembelajaran dengan metode daring. Pertemuan digantikan dengan teleconference. Setiap orang diminta untuk melakukan WFH (work from home) dengan kampanye tagar #dirumahAja.

Semua itu bisa dilakukan karena adanya teknologi informasi. Berkat adanya teknologi, kita dapat saling bertukar informasi, melakukan transaksi, hingga berbagi semudah ketukan jari. Sebagai pemanfaatan teknologi informasi yang ada kini.

Jadi bagaimana? Apakah kamu siap untuk memaksimalkannya juga?
Jika bingung, berikut beberapa kiat mudah yang dapat kamu lakukan untuk memaksimalkan teknologi informasi.

Pertama, Temukan Potensi Diri Kamu   

Aku menaruh pengembangan potensi pada poin pertama. Karena menurutku, ini merupakan hal penting yang harus kamu lakukan. Setiap kita tentu dianugrahi potensi hebat dan berbeda dari yang lainnya. Maka tugas selanjutnya adalah bagaimana kita mengenali potensi apa yang kita miliki. Kemudian mengembangkannya hingga menjadi bidang keahlian kita. Hanya saja, tidak semua orang mampu menjalani proses ini hingga benar-benar menemukan potensinya.

Lantas bagaimana caranya? 
Tentu banyak cara yang bisa kamu lakukan. Tapi intinya adalah bagaimana kamu banyak mencoba dan belajar, serta merasakan trial and error.  

Cari Informasi

Saat ini semakin banyak informasi yang dengan mudah kamu akses di internet atau sosial media. Kamu bisa mendapatkan informasi yang akan men trigger rasa penarasan dan kesadaran kamu untuk lebih mencari dan mengenal bakatmu. Seperti pentingnya mengenali diri sendiri, Asyiknya ketika kamu bekerja dan berkarya sesuai potensi yang kamu miliki.

Sebagai seorang mahasiswa, tentu aku pernah melakukan hal ini saat hendak memilih jurusan kuliah. Karena melanjutkan pendidikan tinggi merupakan batu loncatan hidup yang penting, aku memilihnya dengan baik. Berikut referensi web yang aku kunjungi dulu dan semoga dapat membantumu juga ya!!

Pertama, rencanamu.id. di web ini kamu akan menemukan informasi seputar minat dan bakat, potensi diri, program studi kuliah, hingga karier yang cocok untukmu. Pokoknya lengkap banget dah! Dan kalau kamu berminat membayar versi premiumnya, kamu akan benar-benar dipandu untuk memutuskan pilihan hidupmu! Keren...!

Kedua, Glints.com. disini kamu akan mendapatkan banyak sharing ilmu dari para praktisi mengenai cara menemukan potensi diri, pentingnya fokus pada potensi yang kamu miliki, bagaimana cara mengembangkannya. Hingga memilih pekerjaan berdasarkan kemampuan yang kamu miliki.

Tes Kepribadian, Minat, dan Bakat

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencoba untuk mengikuti tes kepribadian. Sewaktu bersekolah dulu aku beberapa kali mengisi tes kepribadian saat mengikuti sebuah kegiatan. Memang sih, tidak ada tes yang benar-benar akurat dalam mengenali diri seseorang. Tapi setidaknya itu akan membantumu mendapat gambaran perihal diri kamu sendiri.

Setiap hasil yang ditampilkan hanya bergantung pada jawaban pertanyaan yang kalian isi, bisa jujur atau tidak. Yang pasti semakin kamu menjawab sesuai dengan apa yang kamu rasakan semakin akurat hasilnya. Berikut beberapa web tes yang pernah aku coba dan pastinya akan membantu kalian juga! Semangat!  

Pertama 16personalities.com, sesuai namanya setelah tes yang kurang lebih 15 menit kamu isi, kepribadian yang muncul akan dikategorikan menjadi 16 jenis yang dapat kamu lihat di website secara langsung.

Kedua kepribadianku.com, web ini akan membantu kamu menemukan kepribadian dengan 4 jenis berbeda. Yaitu Sanguitis, Plegmatis, Koleris, dan Melankolis. Hanya dengan waktu pengerjaan 5 menit saja!

Ketiga temubakat.com, web yang satu ini cukup unik. Dimana mereka menyebut hasil kepribadian sebagai ST (strenght typology) 30. Dimana kamu diarahkan memaksimalkan bidang yang menjadi kelebihanmu.

Kedua, Tingkatkan Skill yang Kamu Miliki

Ketika pandemi seperti ini, kamu diminta untuk tidak banyak beraktivitas diluar rumah terlebih berkumpul dengan yang lain. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan skill yang sudah kamu coba. Namun, barangkali belum sempat kamu asah dikarena kesibukan dengan teman dan urusan lainnya.

Setiap kamu mungkin memiliki tempat melatih skillnya masing-masing. Dengan adanya teknologi informasi, mengasah skill yang ingin kamu miliki menjadi lebih mudah dan praktis.

Jadi apakah kamu sudah melakukannya? Atau masih bingung memulai dari mana?
Jika belum karena bingung, kamu bisa memulai dengan menentukan skill yang ingin kamu kembangkan dan mencari website atau akun sosial media yang mengulas tentang hal tersebut.

Oh iya, selama proses berlatih kamu mungkin akan membutuhkan komunikasi dengan orang lain. berikut ada beberapa media yang bisa kamu gunakan untuk melakukan teleconference.

Pertama zoom.id, Platform yang mulai booming sejak dimulainya work from home ini cukup menjadi primadona andalan meski dengan kekurangan hanya bisa 40 menit saja untuk versi gratisnya.

Kedua GoToMeeting.com, yang menjadi keunggulan platform ini adalah kita dapat melakukan teleconference hingga lebih dari 120 peserta sekaligus! Itu berdasarkan pengalamanku ya, saat ikut suatu webinar.

Ketiga Google Hangout (Meet), hanya dengan menggunakan akun google yang rasanya... hampir setiap orang sudah punya ya, kamu bisa melakukan teleconference dengan nyawan. Hanya saja bandwith nya cukup besar dari media lain.

Keempat Webex.com, kalau kalian mahasiswa sepertiku pasti tidak asing dengan media satu ini karena sering digunakan kuliah daring.  Mirip dengan media lainnya ditambah dengan fitur yang memudahkan keberjalanan kuliah.

Segeralah cari dan kembangkan skill yang kamu punya. Bergabunglah dengan komunitas sejenis dan mulailah berkomunikasi dengan mereka. Dunia terlalu ramai jika hanya dinikmati seorang diri. ^^

Ketiga, Pelajari Hal Baru

Di era teknologi informasi seperti ini belajar tidak hanya dalam bangku pendidikan formal saja. Banyak sarana dan platform yang menyediakan kursus lengkap dengan credential.

Kebanyakan yang bersertifikat pasti berbayar sih, jarang yang nggak. Tapi jika kamu hanya mengejar ilmu dan keahlian banyak kok yang gratis juga.

 Jangan sampai kamu yang saat ini masih mengenyam bangku pendidikan formal merasa cukup dengan apa yang kamu pelajari di kelas saja. Sehingga, mengisi waktu luang dengan hal yang kurang bermanfaat atau bermalas-malas.

Seorang kating pernah berpesan kepadaku, “sebaiknya jangan hanya fokus dan menguasai satu bidang saja. Tapi carilah hal-hal baru yang itu menarik bagimu. Karena dengan menguasai setidaknya dua hal berbeda, itu akan mencegahmu dari kebosanan.” Menurutku juga dengan hal tersebut, kita dapat memandang dunia dengan insight yang berbeda, sungguh menarik!

Setiap kamu tentu bebas mempelajari apapun. Kalau aku pribadi sih, memilih menulis sebagai hal yang ingin terus aku kembangkan. Disamping proses belajarku sebagai seorang mahasiswa teknik. Karena bagiku, menulis merupakan cara berkomunikasi paling mudah!

Ditambah dunia digital saat ini yang berkembang berkat teknologi informasi menjadikan menulis sebagai kompentensi wajib yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap orang. Karena esensi dari digital marketing saat ini adalah konten, dimana salah satunya berbentuk tulisan. 


Oh iya, kamu juga dapat mengikuti webinar tentang hal menarik yang kamu sukai. Sudah sangat banyak webinar yang diselenggarakan secara gratis dengan pembicara praktisi atau ahli dibidangnya. Kamu hanya perlu untuk rajin mencari informasi.


Sepengalamanku mengikuti webinar. Aku mendapatkan wawasan dan ilmu baru yang semakin memperkaya informasi yang aku ketahui. Selain itu, aku dapat bertanya dan mendapat tips serta kiat perihal bidang yang aku senangi langsung dari orang yang menginspirasiku.

“jadi, apakah kamu sudah menentukan hal baru yang ingin dipelajari dengan teknologi informasi?”

Keempat, Bangun Personal Branding

“apasih itu personal branding?” kalau masih bingung aku akan coba memberi pengertiaan sederhana untuk kamu semua.

Kamu tentu mampu mencari sendiri berbagai definisi dari personal branding. Kalau aku sendiri mengartikan personal branding sebagai upaya membangun dan mempromosikan diri, berdasarkan keterampilan dan kemampuan yang kamu kuasai.

“apa pentingnya membangun personal branding?”
Eitss, jangan salah! Era yang kita hadapi sekarang merupakan era teknologi informasi. Berbeda dengan ayah ibu kita, apalagi kakek nenek. Dimana saat ini personal branding menjadi hal yang sangat penting.

Jangan pikir yang butuh di branding cuman produk doank, diri kamu juga perlu di branding lho, tentu dengan caranya sendiri, hehe.

Mengutip dari CareerBuilder, “Lebih dari setengah atasan/pemilik bisnis tidak mau memperkerjakan calon kandidat potensial tanpa representasi online yang baik.” Selain itu, “Lebih dari separuh konsumen memilih untuk berbisnis dengan freelancer/perusahaan karena suatu kehadiran online yang kuat dan positif.”

“Lalu, bagaimana cara membangun personal branding?”
untuk mulai membangun personal branding, alangkah baiknya jika kamu memiliki suatu keahlian atau kemampuan. Mungkin berbahasa asing, ngoding, desain, dan lainnya. tujuannya apa? Supaya orang lebih mudah mencirikan diri kamu.

Jika kamu belum memiliki keahlian yang kamu anggap layak atau masih belajar seperti aku, hehe. Tidak masalah, toh itu bisa kamu asah dan latih sambil jalan.

Di era teknologi informasi kini, sebaiknya kamu mulai personal branding dengan membangun ‘identitas’ digital. Bagaimana caranya? Dengan membuat blog pribadi kamu sendiri! Jika kamu sudah memilikinya, bagus! Jangan lupa untuk konsisten membangunnya ya.

Jika belum, segeralah untuk mulai membuat blog pribadi kamu. Kamu bisa gunakan blogger.com atau wordpress.com, bebas. Kemudian ciptakan tulisan pertamamu! Jika kebingungan, sudah sangat banyak panduan yang akan membantumu. Kamu bisa mulai dengan menulis cerita perjalanan kamu, mengulas isu terkini, hobi dan kesenangan kamu, apapun dah.

“ah blog mah kuno, sekarangkan banyak sosial media!”
Siapa bilang! Blog yang kamu buat saat ini nantinya akan berguna sebagai website profesional kamu. Dimana trend digital marketing saat ini adalah fokus pada niche produk atau jasa dari perseorangan.

ketika ada orang yang ingin mengetahui informasi tentang kamu, pastinya dia akan mulai untuk searching. Maka dari itu selanjutnya kamu memerlukan sebuah domain! Apa itu? Ibaratnya seperti alamat rumahmu di kota, website kamu juga butuh alamat di internet, hehe.

Buat punya domain itu gampang banget... caranya kamu bisa klik domain untuk memastikan alamat domain yang kamu pilih masih tersedia. Selanjutnya kamu tinggal membelinya di qword.com deh. Dijamin murah dan tepercaya. Gimana, simpel kan? Di qword.com juga kamu bakal dapet banyak fasilitas unggulan yang bakal membantu website kamu untuk terus berkembang. Oke banget deh pokoknya!

Dengan konsisten membangun blog pribadi kamu dan memiliki domain sendiri. Maka kamu akan terlihat lebih profesional dan menyakinkan. Sehingga personal branding yang kamu bangun akan semakin kuat dimata orang lain. mantab kan!

Kelima, Hasilkan Uang

Bagian ini mungkin terbaca lebih menarik bagi sebagian kamu. Kenapa aku taruh paling akhir? karena dengan menjalankan kiat pertama hingga keempat terlebih dahulu, kamu akan lebih mudah untuk menghasilkan uang dari teknologi informasi. Bagaimana caranya? Tentu ada banyak, tapi mari kita pilih yang mudah dan sederhana.

Secara prinsip ada dua cara menghasilkan uang dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pertama, ciptakan produk atau pelayanan jasa kamu sendiri. Kedua, dengan menjual produk atau jasa orang lain. jadi mulai pikirkan, hal mana yang bisa kamu lakukan.

“apa yang dibutuhkan orang saat ini?”
pertanyaan tersebut mungkin akan membantumu menentukan pilihan atau bidang yang akan kamu geluti. Kamu bisa menjadi freelancer, produsen produk, reseller maupun dropshipper untuk memenuhi segala kebutuhan clien atau pelanggan.

Tapi jangan sampai kamu memaksa diri untuk mempelajari hal tidak terlalu kamu sukai ya. Fokuslah pada kelebihanmu, karena setiap bidang tentu punya peran dan manfaatnya masing-masing.

jika kamu termasuk pada pilihan pertama ada baiknya kamu mempersiapkan tiga hal berikut. Yaitu website, domain, dan hosting. Seperti yang kita bahas pada kiat sebelumnya. bahwa pada masa pandemi saat ini orang lebih banyak bertransaksi secara digital. Maka kamu membutuhkan website yang mampu memberikan informasi dan keunggulan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Selain domain yang sudah kita bahas berguna untuk memudahkan branding kamu, ada satu hal lagi yang tidak kalah penting, yaitu hosting. Apa itu? Sederhananya jika kamu ibaratkan website adalah kantor virtual yang kamu bangun di internet dengan domain sebagai alamatnya. Hosting adalah tanah tempat dimana kantor virtualmu itu dibangun.

Hosting dapat kamu beli bersama dengan domain yang kamu inginkan. Di qword.com kamu akan mendapatkan paket hosting murah yang ngga bikin boncos. Dengan hosting murah dan berkualitas, website kamu akan siap untuk menghasilkan uang karena disukai pengunjung. Didukung traffic yang lancar dan cepat diakses dimanapun dari seluruh dunia!

Jika kamu ingin menjual produk atau jasa orang lain, tidak masalah menggunakan website. Karena itu akan menjadi niche dan keunikan kamu sendiri. Ditambah kamu bisa mempromosikan produk tersebut diberbagai marketplace dan sosial media yang ada kini. Sehingga semakin banyak orang penarasan dan berkunjung ke website kamu.

Jika kamu menjual jasa, kamu bisa mencoba 'marketplace' jasa seperti fiverr.com, freelancer.co.id, dan sribulancer.com. Jangan lupa cantumkan website kamu agar setelahnya orang dapat berkunjung kembali dan menjadi clien tetap. Mantab!

Menjadi reseller maupun dropshipper bukanlah hal buruk. Kamu bisa belajar tentang pasar, digital marketing, dan strategi untuk menang didalamnya. Sebelum akhirnya kamu mampu menciptakan produkmu sendiri dan belajar mengenai sistem produksi, manajemen, team work, dan lainnya.

Selamat Mencoba ya!!


Itu tadi kiat-kiat yang dapat kamu praktekan untuk memaksimalkan teknologi informasi ditengah pandemi saat ini. Jangan ragu dan putus asa saat menemui kesulitan. Karena, impossible is nothing, nothing is impossible, hehe... tapi langkah pertama memang selalu yang terberat bukan? Kuncinya adalah selalu semangat dan jangan menyerah!

Sumber:

Baca selengkapnya