Kiat Cerdas Sukses di Bisnis E- Commerce



Perkembangan teknologi informasi yang pesat semakin memanjakan kehidupan kita saat ini. Dimana kamu dapat saling bertukar informasi, jual beli, dan berbagi semudah ketukan jari. Hal ini menggeser trend kehidupan masa kini ke arah digitalisasi. Dimana kita semakin tidak dapat terpisahkan dari kebutuhan teknologi dalam menjalani hidup, termasuk berbisnis.

Seperti bisnis e-commerce yang belakangan menjadi booming kembali. Dengan kehadiran startup berbentuk marketplace yang menawarkan berbagai keuntungan bagi para penggunanya. Perlahan dan pasti, kehadiran marketplace mampu mendominasi e-commerce saat ini.

Sebagai seorang yang ikut bergelut di dunia e-commerce, aku ingin berbagi sedikit catatan dan wawasan penting, serta langkah-langkah yang masih aku kembangkan untuk bisa mencapai keberhasilan dalam berbisnis di era digital kini.

Mengenal Marketplace

“Apa sih marketplace itu?” sudah sering dengar tapi belum tau artinya.
Marketplace adalah istilah bahasa inggris yang berarti pasar. Intinya adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. marketplace yang merupakan salah satu jenis e-commerce, saat ini menjadi pilihan dan disukai banyak orang karena memberikan kemudahan dan keuntungan lebih.  

Keberadaan marketplace sendiri sudah ada sejak lama dalam dunia e-commerce bahkan berskala internasional. Misalnya seperti Amazon.com dan Alibaba.com yang sering kamu dengar namanya.  Dengan mendaftarkan diri sebagai seller kamu sudah dapat berjualan disana dengan buyer dari seluruh dunia!

Marketplace di Indonesia

“bagaimana dengan marketplace di Indonesia?”
Di indonesia sendiri era marketplace dimulai dengan kehadiran startup-startup baru yang mulai dirintis. Perlahan dan pasti dengan berbagai teknik promosi dan subsidi, startup ini mulai berkembang hingga mampu mendominasi pasar e-commerce di Indonesia.

Pada tahun 2020, berdasarkan studi Copunation didapat 5 marketplace terbesar di Indonesia berdasarkan traffic pengunjung sepanjang tahun 2019. Tokopedia menduduki peringkat pertama yang dikunjungi sebanyak 1,2 Miliar kali. Disusul Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.

Mengutip data dari GlobalWebIndex, Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi e-commerce tertinggi di dunia pada tahun 2019. Sebanyak 90% pengguna internet usia 16-64 tahun pernah melakukan pembelian produk atau jasa secara daring.

Wow, sungguh potensi yang luar biasa besar untuk dioptimalkan.

Perkembangan Marketplace

Berjualan di marketplace saat ini memang sedang manis-manisnya. Dimana kita dengan mudah membuat akun seller yang biayanya relatif sangat murah dibanding bikin toko sendiri. Kemudian dengan berbagai strategi promosi dan subsidi, marketplace ini akan mendatangkan traffic organik pengunjung ke toko kita yang berhasil meningkatkan penjualan.

 Pertanyaannya adalah...
“bagaimana cara marketplace tumbuh dan merajai e-commerce di Indonesia kini?”

Pertanyaan yang sama pernah muncul dalam benakku dan mari kita pelajari pelan-pelan.
Kamu tentu tahu bahwa marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak merupakan startup yang dirintis dari nol. Yang pastinya membutuhkan modal awal dan investasi untuk dapat terus sustain dan melakukan ekspansi.

Sederet nama investor global seperti Alibaba Group, Seqouia Capital, Mirae Asset dan Naver tercatat telah mengucurkan pendanaan dengan nilai yang fantastis pada dua marketplace ini. Dari investasi inilah marketplace mulai tumbuh untuk melakukan hegemoninya pada dunia e-commerce.

Marketplace Bakar Uang?

Marketplace saat ini memang masih terlihat sangat menarik bagi kita. Namun, jangan sampai kamu terlena dan menggantungkan sepenuhnya bisnismu pada marketplace. kalau kamu perhatikan, daya tarik marketplace saat ini terletak pada banyaknya promo yang memanjakan penggunanya.

Dari mulai voucher, gratis ongkir, cashback, dan lainnya. Mulai saat ini aku sebut sebagai subsidi. Kalau kamu logika secara sederhana, darimana marketplace meraup untung jika selalu memberikan subsidi bagi para penggunanya? Okelah, jika kamu sebut itu sebagai strategi untuk meningkatkan value perusahaan dan menjaring sebanyak-banyaknya pelanggan setia.

Hal inilah yang disebut dengan era “Bakar Uang”. Istilah yang sudah cukup familiar dalam dunia startup masa kini. Dimana tujuannya adalah menciptakan ekosistem pasar untuk menggaet sebanyak-banyaknya konsumen.

Bakar uang dilakukan dalam bentuk subsidi langsung kepada para pembeli. Ketika semakin banyak traffic dan transaksi terjadi. Maka secara langsung kamu dapat melihat angka-angka fantastis valuasi perusahaan. Sering dikenal dengan sebutan Unicorn hingga Decacorn. 

Tapi mau tidak mau, suka tidak suka, era ‘bakar uang’ marketplace ini akan segera berakhir. Dimana subsidi gila-gilaan yang mereka berikan tidak akan semeriah dulu lagi. Perlahan, barulah marketplace mulai mencari keuntungan dari perusahaan mereka.

Maka saat era ini terjadi, seller lah pihak pertama yang akan menjadi korbannya!
Mengapa seller? Karena seller adalah pihak yang paling bergantung dengan kehadiran marketplace!

Era Bakar Uang Akan Segera Berakhir!

Kita sudah memasuki dekade kedua persaingan antar marketplace yang masih berlangsung.  Dimana Tokopedia dan Shopee menduduki tahta jumlah traffic tahun kemarin. Bicara mengenai subsidi hal ini akan sepenuhnya bergantung kepada para Investor. Yang sewaktu-waktu dapat mencabut subsidi jika dirasa tidak mengutungkan!

Kita lihat akhir-akhir ini berita Bukalapak yang mulai goyah terhadap kekuatan uang. Diperkuat oleh mundurnya Ahmad Dzaki dari kedudukannya, digantikan orang lain. Hal ini tentu menjadi warning bagi kita semua bahwa sebentar lagi kekuatan uang akan menunjukkan kuasanya.

Kita masih bisa melihat lima marketplace besar yang menguasai pasar. Namun, tidak lama lagi satu persatu mereka akan berguguran dan menyisakan satu atau dua marketplace saja yang bertahan dan menguasai pasar. Hingga saat itu terjadi, era bakar uang ini akan berakhir!

Monopoli Marketplace

Marketplace merupakan segmen e-commerce tak ubahnya sektor ekonomi lain yang akan berujung pada sistem monopoli atau kartel. Ketika hanya ada satu perusahaan yang menguasai pasar, maka dengan bebas perusahaan tersebut dapat mengatur segala sesuatu yang mendatangkan keuntungan baginya.

Kamu bisa melihat contoh mesin pencari. Yakin! Hampir semua orang akan menyebut Google sebagai website utamanya. Apakah kamu bisa menyebutkan yang lain? Apakah kamu mengenal nama seperti Yahoo? Bing? Atau DuckDuck Go? Mereka adalah perusahaan yang memperebutkan posisi kedua dan ketiga dari pasar yang 90% nya telah dikuasai oleh Google!

Contoh lain adalah mie instant yang sering kamu makan. Apa merk yang pertama kamu sebut? Apakah Indomie? Atau Mie Sedaap? Apakah kamu bisa menyebutkan merk lain selain dua tersebut?
Itulah yang disebut monopoli dan kartel. Dimana perusahaan yang tersisa akan menguasai atau saling “bermain mata” untuk memperoleh keuntungan maksimal bagi mereka. Jika hal ini terjadi di marketplace, maka kamu yang menggantungkan sepenuhnya bisnis pada marketplace akan tunduk mengikuti aturan mereka.  

Segala ketentuan dan peraturan mereka akan mengikat seller yang menjual produknya dari website mereka. Seperti potongan hasil dari setiap transaksi hingga hal lain yang entah apa kedepannya.

Langkah Strategis Menjalankan Bisnis E-Commerce

Sebagai seorang seller di marketplace aku juga mulai memikirkan hal ini. Maka timbul satu pertanyaan visioner yang memaksaku untuk mulai membangun bisnis. Berkembang lebih mandiri. Tapi apakah kita harus meninggalkan marketplace?

Jawabannya adalah TIDAK!!!

IF YOU CAN'T BEAT THEM, JOIN THEM !!                                   
-Jim Henson
“Lantas, bagaimana caranya untuk bisa lepas dari ketergantungan terhadap marketplace.”
Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan cukup mudah. Yaitu kamu harus melakukan diversifikasi platform atau sarana dalam bisnis e-commerce. Misal, jika kamu berjualan di marketplace, jangan hanya bertumpu pada satu marketplace saja. Kamu dapat menggunakan kelima marketplace yang masih menguasai pasar. Itu akan memperkuat portofolio bisnis yang kamu miliki.

Kedua, kamu dapat menggunakan platform diluar marketplace. Ada media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Whatsaap. Platform lain yang dapat kamu gunakan adalah website pribadi! Jika kamu masih menganggap remeh website bisnis atau jualan pribadi, kamu harus lanjutkan membaca ini!

Website Penyokong Bisnis

Kamu tentu sudah mengerti apa itu website atau dapat mencarinya sendiri di mesin telusur. Website menjadi menjadi penting dalam dunia e-commerce karena merupakan “identitas” digital atau brand kamu sendiri. Karena di website pribadi, kamu akan secara langsung dituntut untuk mandiri mengembangkan brand, membuat katalog dan keunggulan, hingga berurusan langsung dengan pembeli.

Beberapa poin penting mengapa kamu harus punya website sendiri untuk menyokong bisnis e-commerce sudah aku rangkumkan untuk kamu disini. Silakan disimak!

Pertama, Membangun Branding

Tak bisa dipungkiri bahwasannya branding merupakan harga mati yang harus selalu dikembangkan dalam dunia bisnis. Dimana konsumen akan mengenal hingga mengingat jasa atau produk kamu dengan brand dan jargonnya sendiri.

Terlebih dimasa sekarang dimana dunia bisnis semakin dinamis dan kompetitor akan selalu ada dalam setiap segmen bisnis yang kamu ambil. Membangun branding adalah salah satu kunci utama untuk memenangkan pasar.

Website adalah salah satu pendukung utama dalam membangun brand kamu. Karena website pribadi adalah niche yang unik dan akan pasti berbeda satu dengan lainnya. Maka mulailah untuk membangun dan mengembangkan website pribadi kamu untuk meningkatkan brand yang kamu miliki!

Ada banyak strategi yang dapat kamu pelajari dan aplikasikan untuk mem branding bisnis kamu di internet bahkan hingga menyediakan kelas khusus. Kuncinya adalah selalu bekerja keras dan belajar dari pengalaman.

Kedua, Meningkatkan Kredibilitas

Bisa dipastikan jika setiap konsumen akan melakukan pencarian terlebih dahulu sebelum membeli suatu produk yang dibutuhkan. Sehingga diperlukan adanya suatu website yang akan menjawab setiap pertanyaan dan penasaran merekan terhadap produk kamu.

Hal ini diperkuat berdasarkan berdasarkan riset Verisign, “84 persen konsumen lebih percaya kepada toko online yang memiliki website resmi dibanding toko online yang hanya mempunyai laman media sosial.”

Selain itu dengan adanya website, bisnis kamu akan lebih mudah dikenali oleh mesin pencari seperti google. Ini penting! karena 81 persen konsumen akan melakukan riset melalui mesin pencari terlebih dahulu sebelum membeli produk secara online.

Ketiga, Menumbuhkan Kemandirian

Kita tentu sepakat bahwa salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah profesionalitas dalam mengelolanya. Dengan memiliki website pribadi, kamu akan secara penuh memegang kendali bisnismu dan leluasa mengaturnya.

Sehingga dengan memiliki website sendiri kamu akan mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain. Dalam hal ini marketplace. kamu akan belajar bagaimana mengelola toko online sendiri bukan lapak di website orang lain.

Dengan mengelola website toko pribadi, kamu memiliki toko pusat yang seluruh pengelolaannya di bawah kontrol kamu, bukan pihak lain. Jadi ketika ada perubahan kebijakan di marketplace.  Saat era bakar uang itu berakhir. Kamu tidak terlalu ambil pusing karena punya toko sendiri dan sudah mengurangi ketergantungan.

Bagaimana? Mantab kan! Jadi tunggu apa lagi? Miliki segera website pribadi sebagai toko onlinemu!!

Langkah Pertama Menuju Kebebasan Bisnis

“aku masih bingung bagaimana cara membuat website”
Ada banyak tutorial tips n trik yang akan menuntunmu secara teknis bagaimana menciptakan website yang keren dengan engagement yang kuat dan disukai pengunjung. Semua itu dapat kamu latih dan pelajari dari berbagai sumber di internet.

Tapi sebelumnya, ada tiga hal penting yang harus kamu pahami terlebih dahulu sebelum menciptakan website. Yaitu Domain, Hosting, dan Konten. Jika kita ibaratkan, Website adalah sebuah toko dan kantor virtual yang kamu bangun di internet. Maka domain adalah alamat kantor tersebut dengan hosting adalah tanah yang digunakan untuk membangun toko website.

Hosting berperan sebagai wadah penyimpan segala informasi yang ada dalam websitemu. Termasuk konten yang merupakan ujung tombak setiap website untuk menarik pengujung dan membangun branding.

Semakin besar kapasitas hosting yang kamu miliki, makin banyak pengunjung yang bisa berlama-lama di website tokomu. Yang akan akan membuat websitemu disukai banyak pelanggan karena cepat diakses dan memiliki traffic yang tinggi.

Percayakan Kebutuhan Websitemu Pada Rumahweb

Untuk membangun website sekarang itu gampang banget kok. Kamu hanya tinggal membeli domain murah dan hostingnya di Rumahweb. Rumahweb akan membantumu menyediakan kebutuhan domain murah yang sekaligus menjadi salah satu cara mem branding bisnis kamu.

Rumahweb juga menyediakan hosting murah dan berkualitas yang akan mem boost kemampuan websitemu dalam memberikan pengalaman berkunjung dengan akses mudah dan cepat serta traffic yang tinggi dalam menampung banyak pengunjung di waktu yang bersamaan.

Tentu untuk menciptakan website yang menjadi niche dan keunikan bisnis kamu, harus dipercayakan pada ahlinya. Rumahweb menjadi solusi terbaik dalam menyediakan kebutuhan websitemu untuk terus bersaing dalam bisnis e-commerce masa kini.

Jadi, buruan bikin di Rumahweb sebelum domain kamu diambil orang!
Masih mikir-mikir lagi? Nih, aku kasih kiat gimana caranya biar kamu bisa memadukan marketplace dengan website pribadi yang kamu bangun!

Kiat Mensinergikan Marketplace dan Websitemu

Sebelumnya aku bilang bahwa kamu ngga perlu untuk sepenuhnya meninggalkan marketplace. Iya, sama sekali gaperlu. Selagi itu masih menguntungkan untuk dijalankan, lakukan terus. Hanya saja, jangan sampai kamu sepenuhnya menggantungkan kelangsungan bisnismu pada pihak lain.
Untuk kamu yang ingin mensinergiskan website dan marketplace dalam bisnis e-commerce ada baiknya membagi dalam dua fase. Yaitu jangka pendek dan panjang.

Jangka Pendek

Tak bisa dipungkiri bahwa marketplace memang mengambil banyak pelanggan daripada website pribadi saat ini. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadiku bersama ayah membangun website untuk berjualan dan memiliki toko di marketplace. maka manfaatkan waktu saat ini untuk berjualan di marketplace.

Dengan menjadi seller di marketplace, produk dan pelangganmu akan diperlakukan bak raja oleh mereka dengan pemberian subsidi yang sangat meriah. Sehingga semakin banyak orang akan membeli produkmu yang pasti meningkatkan penghasilan.

Memang kelemahan utamanya adalah buyer tidak akan pernah mengenal siapa kamu sebenarnya. Bahkan bisa saja buyer meminta pengembalian produk yang telah mereka pesan karena tidak sesuai dengan keinginan mereka. Ini karena marketplace menganggap kamu adalah supplier mereka.
Namun, itulah yang kita persiapkan pada kiat jangka panjang.

Jangka Panjang

Setelah menerima banyak pesanan dan mengirimkannya kemana-mana. Mulailah untuk mencari pelanggan setia dan membranding produk kamu. Simpan data nomer telepon setiap pelanggan kamu. Kirimkan pesan terimakasih telah berbelanja di lapak kamu. Itu akan memberikan kesan baik pada service yang kamu berikan.

Kamu juga bisa menyelipkan brosur, stiker atau media promosi lain dalam setiap paket yang kamu kirimkan untuk mempromosikan website kamu. Sehingga pelanggan tidak hanya sekedar mengenalmu sebagai seller marketplace.

Berikan penawaran menarik atau kerennya saat ini tak terbantahkan pada pelanggan untuk pembelian berikutnya. Seperti apa yang dikatakan Tony Hsieh – CEO Zappos.com

Bisnis itu terutama bisnis online dibangun di atas pelanggan tetap.   - Tony Hsieh
Jadi jangan lupakan mereka yang pernah membeli produk kamu. Mulailah bangun relasi dan ciptakan pelanggan tetap produkmu!


Kisah Sukses

Kisah ini aku ambil dari kenalan dan contoh yang kutemui disekitarku. Bagaimana mereka memadukan marketplace dan website pribadi dalam menggeluti e-commerce. Hingga berhasil mendapatkan banyak penjualan.

Pertama adalah Pak Yoyok. Mungkin sebagian kamu sudah mengenal beliau, video wawancaranya telah banyak tersebar di channel youtube terkenal seperti podcast deddy cobuzier. Pak Yoyok berjualan dengan cara menjadi seller di Amazon.com dan membuat website toko onlinenya sendiri, yaitu Zetira.id

Kedua adalah KiozOrenz.com dan minyak-atsiri.com. keduanya merupakan website pribadi yang menjual berbagai produk berkualitas yang mereka miliki. Menariknya, aku juga berhasil menemukan lapak mereka di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.


Silakan cek sendiri, bagaimana mereka telah berhasil mensinergiskan antara website dan marketplace dan membangun brand mereka. Aku dan kamu juga pasti bisa menyusul langkah sukses mereka! 

Catatan Last but not Least!

Kiat terakhir yang tidak kalah penting adalah bagaimana kamu menjadikan domain sebagai ujung tombak branding bisnis kamu. Bagaimana caranya?

Yang pertama dan utama adalah tentukan sebuah nama brand yang akan kamu bangun. Selanjutnya gunakan nama itu sebagai domain yang kamu beli dari rumahweb. Nama domain dapat kamu jadikan sebagai nama website, lapakmu di marketplace, bahkan nama email!

Itu akan membuatmu terlihat bergengsi daripada hanya menggunakan email gratis seperti gmail atau yahoo. Kenapa ini penting? Karena salah satu konsep dasar branding adalah mudah diingat!

Kamu pasti sedikit banyak mengerti bahwa menanamkan ingatan dan persepsi kepada pembeli bukanlah suatu perkara mudah. Dibutuhkan konsistensi dan konsep! Oleh karena itu, dengan menyamakan semua jalan kontak bisnismu, akan sangat membantu dalam menanamkan ingatan pada pelanggan.

“jadi apakah kamu sudah memiliki nama brand bisnis kamu? Kalau sudah tunggu apalagi segera miliki domainmu di rumahweb! Ngomong-ngomong rumahweb selalu memberikan penawaran spesial lho. Apalagi rumahweb merupakan penyedia domain murah dan hosting berkualitas.

Masih ngga percaya? Buktikan langsung aja deh, segera miliki domain murah dan hosting dari rumahweb. Mulai lejitkan bisnismu dari sekarang!

Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=6Il6yAxCZs0&t=169s
Kiat Cerdas Sukses di Bisnis E- Commerce Kiat Cerdas Sukses di Bisnis E- Commerce Reviewed by izzuddinHisyaam on Juni 18, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.