Selasa, 11 Agustus 2020

Merangkai Peluang Mahasiswa Pertanian | Opini Mahasiswa


Source: unsplash.com

Selayang Pandang Mahasiswa dan Pertanian

Mahasiswa pertanian kini dihadapkan dengan perkembangan zaman yang menggeser trend kehidupan. Seolah tak tahu hendak berbuat apa dengan keilmuannya. Padahal Indonesia sebagai negara agraris yang dianugrahi matahari sepanjang tahun. Pastinya menyimpan segudang potensi pertanian yang seharusnya dapat menjadi titik kemajuan bangsa.


Berbicara pertanian saat ini memang menjadi sektor yang dianggap sebelah mata oleh kalangan muda. Dengan semakin beragamnya jenis pekerjaan dan kemajuan teknologi. Membuat pertanian kian ‘terpinggirkan’ dimata mereka. Hal ini bisa dilihat dari masih minimnya tenaga kerja dan ahli yang berkutat di bidang pertanian. Akan tetapi jika kita melihat data, pertanian sebenarnya masih menjadi tumpuan bangsa dengan banyak peluang terpendam didalamnya.


Menilik data BPS tahun 2019, sektor pertanian masih menjadi satu dari tiga sektor utama penyumpang PDB terbesar. Dibayangi dengan tantangan pertumbuhan produksi yang masih tergolong rendah. Disebabkan oleh terbatasnya kemampuan petani dalam menerapkan sistem budidaya yang baik (Good Agricultural Practice), ketersediaan lahan yang semakin terbatas, dan kurangnya pembiayaan.


Berdasarkan Susenas 2018 didapatkan data petani guram yang mencapai mampir 16 juta jiwa. Hal ini menjadikan petani erat dengan kemiskinan sehingga menimbulkan stigma di mata lulusan muda. Padahal jika dipandang dari sudut ketenagakerjaan. BPS tahun 2019 mencatat sektor pertanian sebagai lapangan pekerjaan terbesar yang mampu menyerap sekitar 27% dari total angkatan kerja. Disamping itu, kita melihat bahwa 70% rumah tangga perdesaan masih mengandalkan pertanian sebagai sumber pendapatan.


Ada dua alasan mengapa peran sektor pertanian menjadi sangat penting dan akan terus berpeluang kedepannya. Pertama, adalah 87% persen industri kita masing bergantung pada bahan baku dari sektor pertanian. Hal ini bisa kita lihat saat produktivitas pertanian menurun, maka jumlah impor akan meningkat dengan komiditas utama adalah bahan baku untuk menggerakkan industri.


Kedua adalah Kebutuhan pangan yang tidak akan pernah sepi dari permintaan. Berdasarkan pernyataan Kementan 2019. Trend eskpor pertanian selalu meningkat dalam 5 tahun terakhir dengan didominasi hasil perkebunan dan hortikultura. Melihat semua peluang tersebut sudah semestinya lulusan pertanian mampu berdaya untuk menggarap sektor pertanian.


Disamping itu, Meningkatkan produktivitas sektor pertanian juga merupakan tujuan Kementan. Terlebih Indonesia telah berkomitmen dalam mewujudkan ketahanan pangan dunia melalui sistem pertanian berkelanjutan yang tertuang dalam poin SGDs (Sustainable Goals Development) tahun 2015 kemarin. Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya peremajaan sektor pertanian kita untuk menggenjot produktivitas.


Siap Mengembangkan Peluang Pertanian

Mahasiswa pertanian tentu diharapkan menjadi awal solusi dari tantangan memaksimalkan peluang pertanian. Mahasiswa yang merupakan generasi muda juga secara khusus dibekali dengan kompetensi materi akan cenderung lebih siap dan terbuka terhadap kemajuan teknologi pertanian. Karena saat ini kita melihat masalah bahwa difusi inovasi dan implementasi teknologi masih sangat kurang dilapangan.


Jika ditelusuri lebih dalam, ada banyak tantangan dalam menggali peluang sektor pertanian. Meski secara umum kita dapat membaginya menjadi on farm dan off farm. Namun, hal utama yang perlu kita lakukan adalah menjembatani lulusan pertanian dengan peluang dan bidang pekerjaan pertanian yang pendapatannya tidak kalah dibanding sektor lainnya. Jika diibaratkan petani adalah manajer dari usahataninya. Maka diperlukan seorang manajer handal dalam mengelola usahatani menjadi semakin produktif.


Saat ini tenaga kerja bidang pertanian didominasi oleh golongan tua dengan umur diatas 45 tahun dan tingkat pendidikan yang relatif rendah. Dikuatkan data BPS 2018 yang menunjukkan bahwa hanya sekitar 0,57% petani yang mengenyam pendidikan diploma atau sarjana. Data yang menujukkan besarnya peluang pertanian yang masih belum tersentuh oleh generasi mudanya.


Kembali jika kita menganalogikan petani sebagai manajer usahataninya. Maka meremajakan SDM pertanian menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas. Lulusan muda diharapkan mulai merubah paradigma usahatani. Tenaga muda ini tentu akan lebih memadai untuk terus berkembang, belajar menerapkan inovasi dan teknologi on farm. Merespons dinamika lingkungan, dan menerapkan sistem budidaya yang baik.


Berbicara peluang on farm. Saat ini yang kita perlukan adalah mengembangkan sistem pertanian berbasis pada ekologi tropis negara kita. Dimana iklim tropis menjadikan pertanian kita dapat berproduksi sepanjang tahun. Dengan produk hasil pertanian yang beragam serta modal awal yang rendah. Untuk itu diperlukan upaya implementasi dari konsep pertanian terpadu (Integrated Farming System). Sistem pertanian terpadu (SPT) merupakan sistem produksi yang menggabungkan antara budidaya tumbuhan dan hewan.


Upaya ini menjadi penting dilakukan melihat bahwa permintaan akan produk pangan kini kian bervariasi. Dimulai dari bahan pokok, hortikultura seperti sayur dan buah. Hingga hasil ternak meliputi daging, susu, dan telur. Ditambah kendala sistem produksi kita yaitu keterbatasan lahan dan modal. Melalui penerapan SPT, lahan terbatas dapat dimaksimalkan untuk memproduksi ragam produk sekaligus.


Setelah daripada implementasi SPT adalah mengintegrasikannya dengan konsep zero waste. Dimana setiap input pada sistem dapat menjadi output yang menguntungkan. Sehingga produksi pertanian kita menjadi semakin efisien. Namun, tantangan dari upaya ini cukup banyak. Dimulai dengan kemauan untuk terus belajar, terbuka terhadap perkembangan teknologi dan inovasi, dan pengorganisasian usahatani yang kompleks. Seiring berjalannya waktu, SPT dengan konsep zero waste ini akan semakin menjanjikan dimana metode konvensional yang ada kini dirasa masih kurang efisien.


Selain daripada sistem pertaniannya. Bidang lain yang sangat berpeluang adalah faktor pendukung produksi pertanian. Menjadi botanis yang berfokus mengembangkan benih unggul misalnya. Dimana benih sangat memengaruhi keberhasilan tahap awal produksi. Juga pupuk penunjang pertumbuhan tanaman yang sangat membantu laju produktivitas. Atau mendalami masalah hama dan penyakit tanaman yang sering menghantui sistem produksi pertanian kita.


Selanjutnya peluang bidang off farm. Bidang yang paling memerlukan perhatian adalah penangan pascapanen. Rendahnya keterampilan pelaku usatatani dalam mengelola hasil panennya membuat banyak produk pertanian terbuang sia-sia. Ditambah karena memang karateristik dari produk pertanian yang mudah rusak setelah dipanen. Hal ini jelas menjadi kerugian bagi para pelaku usahatani.


Oleh karena itu, dibutuhkan adanya sentuhan teknologi dalam pengolahan pascapanen. Sebagai upaya menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen agar sampai ke pihak konsumen dengan baik dan menjadi penghasilan. Maka dari itu, bidang teknologi pascapanen ini masih sangat terbuka peluangnya kedepan.


Selain itu tantangan lain adalah dibidang Agroindustri. Melihat bahwa sebagian besar produk pertanian ekspor kita masih berupa produk mentah kebun dan holtikulutra. Agroindustri dikembangkan dengan melihat sisi lain dari nilai jual produk pertanian kita. Misalnya penerapan teknologi penyulingan dan esktraksi untuk menghasilkan bioproduk seperti crude palm oil (CPO) dan Virgin Palm Oil (VCO), atau Essensial Oil yang banyak digunakan sebagai bahan baku campuran dalam berbagai bidang industri.


Pada akhirnya kita melihat bahwa masih sangat banyak peluang pertanian yang perlu dikembangkan agar mendatangkan manfaat. Melalui penerapan teknologi dan inovasi lulusan pertanian mengambil peran untuk mendorong produktivitas pertanian bersama dengan pihak yang telah lama berkecimpung didalamnya. Berlandaskan idealismenya, mahasiswa pertanian seharusnya mampu untuk mendefinisikan peran sebagai agent of change yang turut andil memajukan sektor pertanian bangsa.


Sehingga semakin banyak lulusan pertanian yang mempraktekan ilmunya pada sektor pertanian kita melalui penerapan teknologi dan inovasi. Akan semakin terbuka pula peluang sektor pertanian dimasa depan. Mewujudkan Indonesia yang tak hanya sekedar swasembada pangan. Namun, hingga dapat menjadi sumber pangan dunia.


Baca selengkapnya

Senin, 03 Agustus 2020

Mengenal Jurusan Rekayasa Pertanian ITB, Engineer Pertanian Masa Depan


Sebenarnya aku tertarik pertanian, tapi kok pengen belajar teknik juga ya...

Ada yang kayak gini ngga sekarang? Bingung milih jurusan soalnya punya banyak minat! Wah keren lah kalau kamu termasuk orang yang seperti itu. Karena berarti kamu sudah cukup mengeksplor minat dan bakat kamu. Tinggal sekarang menentukan sesuatu yang akan menjadi fokus kehidupanmu.


Suka teknik sekaligus bidang pertanian? Coba baca tulisan ini untuk menemukan solusi yang kamu butuhkan. Memperkenalkan jurusan Rekayasa Pertanian (RK) ITB. Engineer nya pertanian masa depan! Wadaw keren deh, tapi kayak pernah denger. Mirip sama jurusan ‘itu’ kan?


Eittss, ini berbeda dengan Teknik pertanian ya..


Kalau teknik pertanian lebih berfokus pada mesin dan manufaktur pertanian, di jurusan ini kamu belajar bagaimana merancang sebuah sistem pertanian terpadu masa depan!


Udah lanjutin baca aja, daripada penasaran, ntar nyesel...


Selayang Pandang Jurusan Rekayasa Pertanian ITB

Rekayasa Pertanian ITB merupakan program studi yang terbilang baru dibanding jurusan lainnya. Dimana jurusan ini merupakan bidang interdisiplin yang mengkombinasikan ilmu teknik rekayasa dalam pengaplikasiannya pada bidang pertanian.


Dengan berfokus pada penciptaan inovasi sistem pertanian yang bertumpu pada kekuatan alam tropis Indonesia. Di RK ini kamu akan diajarkan bagaimana memahami sistem pertanian dan berinovasi untuk menciptakan pertanian yang memiliki efisiensi tinggi baik dalam energi, materi, dan ekonomi. Serta ramah lingkungan tanpa polutan berbahaya.


Disini kamu akan belajar bagaimana menciptakan suatu sistem pertanian terpadu yang kini menjadi semakin penting untuk terus dikembangkan dan teruskan mengingat semakin banyaknya persoalan yang kompleks yang melingkupi pertanian konvensional saat ini.


Dijurusan ini kamu tidak hanya akan diajarkan mengenai pertanian konvensional saja. Lebih dari itu, kamu akan diajarkan banyak hal yang berkaitan guna menciptakan inovasi sistem pertanian. Bahkan awal belajar di fakultas SITH-R kamu malah akan diberikan pengantar teknik.


Gimana? Tertarik buat tau pembelajaran didalam jurusan ini? Next kuyy..


Belajar Apa sih di Rekayasa Pertanian?

Karena tujuan umum jurusan ini adalah untuk menyiapkanmu menjadi seorang engineer pertanian profesional. Maka kamu akan diajarkan ilmu mengenai dunia teknik dan pertanian.


Udah mulai kebayangkan? Ya pertama tentu saja kamu harus memahami bagaimana sistem pertanian saat ini. Itu akan kamu dalami di matakuliah anatomi fisiologi tumbuhan, agroklimatologi, kimia pertanian, Agroekologi, dan Pengenalan Lingkungan.


Dari situ intinya kamu bakal banyak bersinggungan dengan pertanian konvensional saat ini dulu lah, setelah itu baru mulai mengenal dunia teknik rekayasa lebih lanjut. Kamu akan belajar seperti mekanika fluida, statistika pertanian, neraca massa dan biomassa pertanian, teknologi benih dan sistem pertanian terpadu.


Nah, karena pertanian terpadu biasanya adalah perpaduan budidaya hewan dan tumbuhan. Kamu juga akan belajar mengenai hewan-hewan yang sering diternakan untuk dimanfaatan sebagai sumber pangan manusia. Gimana sih, biar sekali bikin sistem pertanian, kamu bisa panen tanaman dan hewannya sekaligus.


Gila sih, itu keren banget..!


Ngga cuma pertanian dan teknik rekayasa aja nih yang dipelajari. Kamu akan tetap dibekali dengan ilmu yang berkaitan dengan dua itu. Seperti manajemen kewirausahaan agribisnis, penangan pascapanen, sosiologi pertanian, sampai kebijakan apa saja yang mengatur dunia pertanian saat ini.


Fun fact! Kalau adalah seseorang yang suka dengan dunia IT, jangan khawatir! Disini kamu tetap akan punya kesempatan dan mengembangkan IT dalam dunia pertanian. Seperti menyusun pemograman instrumentasi dan otomasi pertanian.


Ngoding-ngoding dan nyusun sensor pertanian bakal kamu rasain saat kuliah di RK ini. Kalau tertarik dengan wirausaha teknologi? Bisa juga. Kamu bakal diajarkan tentang e-bussiness dan big data pertanian.


Lengkap banget ya!? Mantep lah pokoknya...


So, buang jauh-jauh kalau pertanian adalah jurusan yang sebelah mata dan ngga penting. Karena pertanian masa depan adalah harapan kita semua.


Kamu yang Cocok Masuk Rekayasa Pertanian

Udah tau belajar apa disini.. selanjutnya aku bakal kasih motivasi untuk semakin yakin masuk jurusan ini.


Pertama jurusan ini cocok buat kamu yang udah punya niat untuk mendalami dunia pertanian masa kini dan masa depan. Jadi kamu udah punya motivasi diri yang kuat untuk berperan dalam kemajuan agraria Indonesia!


Dijurusan ini kamu akan berlatih dan belajar dengan sifat teliti pada setiap detail, tekun, suka melakukan observasi dan analisis. Setelah itu kamu juga akan sering melakukan penelitian dan riset untuk memecahkan masalah pertanian disini.


Akreditasi Jurusan Rekayasa Pertanian ITB

Masalah akreditasi gimana tuh?

Pertanyaan yang penting dan sering ditanyakan ini nih. Masalah akreditasi jurusan Rekayasa Pertanian ngga perlu kamu ragukan lagi. Karena jurusan ini sudah mendapatkan Akreditasi A oleh BAN-PT. Mantep banget kan! Dan ngga hanya itu lho, jurusan RK juga telah mendapat Akreditasi Internasional dari IABEE.


IABEE merupakan lembaga yang dibentuk oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang bertanggungjawab terhadap akreditasi program studi bidang teknik, teknologi, dan komputasi jenjang sarjana.


So, udah pasti kan ya, jurusan ini memang berkualitas dan worth it untuk kamu tekuni.

 

Prospek Kerja Lulusan Rekayasa Pertanian ITB

Seiring dengan perkembangan penduduk, dunia industri, dan teknologi. Dunia pertanian kita juga sudah waktunya untuk turut berevolusi. Melihat semakin banyaknya masalah dalam pertanian konvensional saat ini.


Lulusan RK diharapkan mampu untuk menjadi seorang petani profesional yang memahami sistem pertanian terpadu yang mengimplementasikan teknologi didalamnya. Guna meningkatkan efisiensi dari sistem pertanian itu sendiri.


Kamu bisa menjadi seorang petani profesional untuk mulai berwirausaha dan bisnis. Kamu juga dapat menjadi tenaga ahli dalam perusahaan atau lembaga pemerintah, tenaga ahli dalam industri pertanian, atau berfokus pada LSM.


Berdasarkan tracking alumni oleh ITB. Lulusan rekayasa pertanian juga banyak merintis start up pada bidang teknologi pertanian. Seperti drone pertanian dan otomasi.


Intinya selama kamu bersungguh-sungguh dalam mengembangkan diri untuk menguasai ilmu yang kamu pelajari. Akan banyak lapangan pekerjaan yang dapat kamu isi dan bahkan ciptakan sendiri!!

-----------

Nah, penjelasan mengenai jurusan Rekayasa Pertanian ITB sudah selesai. Jurusan pertanian masa depan yang akan menyiapkanmu menjadi seorang engineer pertanian unggul. Dengan begitu harapan kita untuk kemajuan pertanian Indonesia akan semakin nyata terwujud.


Jadi apa kamu sudah semakin tertarik kuliah di RK? Masih ada pertanyaan? Sabi banget buat kontak pada halaman about me blog ini. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan terimakasih sudah bersedia membaca!

 

Referensi:

https://rencanamu.id/cari-jurusan/pertanian/rekayasa-pertanian

https://rp.sith.itb.ac.id/


Baca selengkapnya

Mengenal Jurusan Rekayasa Hayati ITB, Bioengineering-nya Indonesia

Sumber: unsplash.com

Ada ngga ya? Jurusan teknik tapi ada biologinya gitu. Karena aku sukanya biologi

Pertanyaan yang pernah datang dibenakku dan beberapa teman yang lain.


Aku menyukai pelajaran Biologi sejak SMA, entah bagaimana. Rasa antusias itu datang begitu saja tiap kali pelajaran atau praktikum Biologi tiba. Aku sangat menikmati tiap kesempatan mendalami Biologi.


Antusiasme yang membawaku hingga memiliki kesempatan bersaing dalam ketatnya OSN SMA. Meski gagal, begitu banyak insight dan ilmu baru yang aku dapatkan selama menjalani pembinaan. Hal ini yang kemudian mendorongku untuk mengeksplor lebih dalam lagi pesona ilmu hayati.


Sejauh aku mengeksplor jurusan kuliah, umumnya ilmu biologi akan berfokus pada dunia medika atau agraria. Tidak puas dengan apa yang aku dapatkan, pencarian kulanjutkan hingga bertemu dengan jurusan yang langka ini. Rekayasa Hayati!


Dari namanya bisa ngga teman-teman banyangin bakal belajar apa di jurusan ini? Ngga tau? Sama, wkwk. Awalnya aku juga begitu, biar pertanyaan itu tidak menjadi misteri, mari kita bahas tuntas jurusan rekayasa hayati ITB ini.


Selayang Pandang Rekayasa Hayati ITB

Rekayasa Hayati merupakan salah satu jurusan di fakultas SITH-R ITB. Jurusan interdisiplin ilmu yang menggabungkan dunia teknik khususnya rekayasa dengan pengaplikasiannya di dunia hayati. Jurusan Rekayasa hayati (RH) sering disebut dengan istilah Bioengineering. Menariknya, jurusan ini adalah satu-satunya di Indonesia lho!!


Mengutip dari website resmi ITB, rekayasa merupakan jurusan yang menggabungkan ilmu hayat (Bio-Science) dengan ilmu teknik (engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis biosistem untuk meningkatkan efisiensi fungsi dan manfaat dari biosistem untuk bioindustri.


Perekayasaan biosistem disini mencakup pengertian, seperti perekayasaan proses biologis, pengoperasian agen hayati terekayasa, pembuatan peralatan baru berbasis biosistem atau teknologi untuk pengembangan biomaterial. Bio-engineering dapat diaplikasikan dalam perekayasaan sistem produksi untuk pengembangan industri.


Nah, jadi bisa dibilang jurusan ini tu teknik kimianya biologi karena memang kamu akan belajar mengenai sistem produksi yang berbasis pada tumbuhan. Kalau bingung, aku kasih permisalan deh. Jadi kalau teknik kimia tau Industri kamu belajar sistem produksi dengan basis sintensis kimia atau mesin mekanik. Di RH ini mesinnya diganti sama tumbuhan!


Gimana? Udah mulai kebayang kan, kalau gitu aku akan bahas tentang pembelajaran didalamnya.


Belajar Apa Sih di Rekayasa Hayati?

Seperti yang udah singgung diawal, guys. Intinya di RH kamu akan belajar merancang suatu sistem produksi yang berbasis pada tumbuhan sebagai mesin produksinya. Jika rancangan kamu berhasil. Maka kamu akan diajarkan dan ditantang untuk men scale up racanganmu hingga menjadi skala industri.


Dari situ kamu mulai kebayangkan bakal belajar apa? Pertama pasti kamu perlu mengenal si ‘mesin’ tumbuhannya donk. Biar kenal dan ngerti dengan baik, kamu akan belajar konsep biologi dasar, biologi sel, biokimia, biologi tumbuhan, dan pengetahuan lingkungan.


Fungsi dari kamu belajar supaya mengenal sifat dan karakter dari ‘mesin’ tumbuhan ini guys.  


Setelah belajar tumbuhannya, kamu mulai belajar untuk mengenal ilmu yang diperlukan dalam merancang sistem produksi untuk tumbuhan. Misalnya ada Termodinamika Sistem Hayati, Matematika Rekayasa Hayati, Peristiwa Perpindahan Sistem Hayati, dan lainnya.


Pembelajaran yang kamu lakukan akan berfokus pada solusi masalah dari bidang seperti Food, Feet, Fuel, Fertilizer, dan Fabric. Biasanya disingkat bidang 5F.  


Kalau udah selanjutkan kamu bakal belajar dengan praktek meracang sistem produksi hayati mu sendiri. Ini diajarkan pada perancangan produk dan Proses Sistem Hayati. Jadi gitu guys tentang pembelajaran di RH. Next yuk!


Kamu yang Cocok Masuk Rekayasa Hayati

Gimana? Udah tambah ngerti kan sama hal yang akan dipelajari disini. Kalau begitu aku ingin kasih kamu bahan pertimbangan buat semakin yakin ambil jurusan ini sebagai preferensi kuliah kamu.


Jurusan RH cocok untuk kamu yang pada dasarnya suka dengan dunia Biologi. Disamping itu kamu memiliki ketertarikan atau rasa penarasan yang tinggi akan potensi pemanfaatan lanjut dari agen hayati yang bisa meliputi tumbuhan dan mikroorganisme.


Kuliah disini akan melatih dan menuntutmu dengan keterampilan tinggi pada ketelitian, kemampuan berhitung dan analisis kuantitatif, kemampuan riset, komunikasi, dan interpersonal yang baik.


Akreditasi Jurusan Rekayasa Hayati ITB

Masalah akreditasi gimana tuh?

Pertanyaan yang penting dan sering ditanyakan ini nih. Masalah akreditasi jurusan Rekayasa Hayati ngga perlu kamu ragukan lagi. Karena jurusan ini sudah mendapatkan Akreditasi A oleh BAN-PT. Mantep banget kan! Dan ngga hanya itu lho, jurusan RH juga telah mendapat Akreditasi Internasional dari IABEE.


IABEE merupakan lembaga yang dibentuk oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang bertanggungjawab terhadap akreditasi program studi bidang teknik, teknologi, dan komputasi jenjang sarjana.


So, udah pasti kan ya, jurusan ini memang berkualitas dan worth it untuk kamu dalami.


Prospek Kerja Lulusan Rekayasa Hayati ITB

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan industri, mendorong pula pemanfaatan dalam bidang bioproduk. Karena dewasa ini, pemanfaatan bioproduk masih menjadi tantangan bagi negara kita. Lulusan RH diharapkan dapat menjadi solusi dari tantangan pengembangan produksi bioproduk hingga skala industri.


Nantinya lulusan rekayasa Hayati akan berperan dalam pengembangan tahap hilir untuk meningkatkan efisiensi dan produksi agen hayati dalam skala industri. Bidang kerjanya, bisa bervarisasi, guys.


Berdasarkan tracking data alumni ITB, lulusan rekayasa hayati bekerja pada bidang seperti pertanian, kesehatan meliputi obat dan kosmetik, makanan-pakan, di banyak perusahaan besar seperti Paragon hingga BUMN. Ada juga yang memilih merintis start up dalam bidang teknologi pertanian atau produksi essensial oil.


Intinya selama kamu bersungguh-sungguh dalam mengembangkan diri untuk menguasai ilmu yang kamu pelajari. Akan banyak lapangan pekerjaan yang dapat kamu isi dan bahkan ciptakan sendiri!!

------------


Itu tadi penjelasan mengenai jurusan Rekayasa Hayati di ITB. Satu-satunya jurusan Bioengineering saat ini di Indonesia. Dengan orientasi pada pemecahan masalah masa depan. Kamu yang berkuliah disini disiapkan menjadi seorang engineer yang unggul.


Jadi apa kamu sudah semakin tertarik kuliah di RH? Masih ada pertanyaan? Sabi banget buat kontak pada halaman about me blog ini. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan terimakasih sudah bersedia membaca!


Referensi:

https://rencanamu.id/cari-jurusan/teknik/rekayasa-hayati

https://rh.sith.itb.ac.id/


Baca selengkapnya

Sabtu, 01 Agustus 2020

Mengenal Fakultas SITH-R ITB, your Future Engineer, Born Here

Source: pixabay.com


Duh bingung, ambil jurusan apa ya...
Keluhku waktu itu yangg masih duduk di bangku kelas 12 SMA. Bingung mau ambil jurusan apa, rasanya telah menjadi masalah klasik yang dialami hampir semua siswa akhir SMA yang memutuskan hendak melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi.

Termasuk aku, yang sudah beberapa kali ikut acara faculty fair untuk mengumpulkan informasi seputar dunia kuliah. Mencari tahu banyak jurusan dari berbagai kampus dengan keunggulan dan kelebihan masing-masing. Diceritakan dengan asik oleh kakak mahasiswa yang menjaga stand, membuatku dapat banyak informasi baru sekaligus bikin tambah bingung buat milih jurusan kuliah.

Nah, apakah kamu saat ini sedang mengalami hal yang sama?
Kalau iya. Baiknya kamu lanjutkan baca catatan ini, karena aku bakal memperkenalkan sebuah fakultas keren yang berada di ITB.

Oke, aku gabakal cerita gimana sampai aku bisa masuk kesini. Itu bisa kamu baca disini dan kali ini aku bakal cerita tentang fakultasnya aja dan apa yang menarik dari fakultas ini, kuy mulai!

Mengenal SITH-R ITB
SITH-R merupakan singkatan dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa ITB. Dibanding fakultas lainnya atau umur dari kampus ITB sendiri. Umur fakultas ini bisa dibilang masih sebiji jagung yang baru akan tumbuh.

Eits, tapi jangan salah. Fakultas ini baru karena program studi didalamnya merupakan jurusan yang menggabungkan banyak disiplin ilmu atau biasa dikenal dengan jurusan interdisiplin ilmu. Yah, fakultas ini lahir sebagai jawaban atas tantangan masalah di masa depan yang semakin kompleks dan butuh wawasan luas untuk memahami dan merumuskan solusinya.

Seperti judul catatan ini “your future engineer, born here” memang layak disematkan pada fakultas ini karena memang fakultas ini diciptakan untuk menyiapkan insan akademis atau seorang rekayasawan yang siap menjawab kompleksnya masalah dimasa depan.

Sebagai contoh, Pasti kamu mengenal jurusan seperti teknik sipil atau arsitektur. Jurusan yang mungkin dari waktu bapak kamu kuliah itu sudah eksis, bahkan Ir.Soekarno juga merupakan alumni teknik sipil ITB angkatan pertama!! Jadi emang jurusan-jurusan itu sudah lama ada.

Keunggulan Fakultas SITH-R ITB
Berbeda dengan jurusan lain, jurusan di SITH-R ini lahir dari masalah keilmuan masa depan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. SITH-R ITB lahir sebagai fakultas yang menjembatani antara dunia teknik khususnya perekayasaan dalam aplikasinya didunia hayat. Fun fact buat kamu, lulusan dari jurusan ini akan mendapat gelar sarjana teknik juga lho!!

Pastinya kuliah difakultas ini kamu bakal belajar dunia teknik yang ngga jauh-jauh dari yang namanya matematika dan fisika, dan teknologi informasi masa kini. Ditambah dunia hayat yang akan jauh-jauh dari kimia dan biologi! Kamu merasa anak IPA banget? Kuyy lah masukin ini jadi daftar referensi fakultas kuliah kamu..

Dan karena fakultas ini lahir sebagai solusi masa depan, kamu ngga perlu khawatir dengan yang namanya prospek kerja! Karena selama kamu menguasai ilmu yang kamu pelajari. Akan banyak lapangan kerja yang dapat kamu isi bahkan ciptakan selepas lulus dari sini.
Jurusan di SITH-R ITB
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa memiliki empat jurusan atau program studi yang dapat teman-teman pilih jika berminat melanjutkan kuliah di fakultas ini. Yaitu Rekayasa Hayati, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Kehutanan, dan Teknologi Pasca Panen.
Lanjutkan baca ini! Karena aku akan mengenalkan sedikit tentang jurusan tersebut.

1.  Rekayasa Hayati
Mengutip dari website resmi ITB, Rekayasa hayati (RH) merupakan jurusan interdisiplin llmu Kehayatan (Bio-sciences) dan Teknik (Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis biosistem untuk meningkatkan efisiensi fungsi dan manfaat biosistem untuk bioindustri.

Perekayasaan disini mencakup pengertian, seperti perekayasaan proses biologis, pengoperasian agen hayati terekayasa, pembuatan peralatan baru berbasis biosistem atau teknologi untuk pengembangan biomaterial.

Intinya disini kamu akan belajar bagaimana cara merekayasa suatu sistem produksi berbasis tumbuhan sebagai mesin produksinya.


2.  Rekayasa Pertanian
Jurusan rekayasa pertanian akan menempamu menjadi seorang engineer yang berfokus pada masalah” pertanian masa kini! Buang jauh-jauh anggapanmu kalau lulusan jurusan ini hanya akan menjadi petani yahh.

Lebih jauh dari itu, kamu tidak hanya diajari pertanian konvensional disini, tetapi bagaimana merekayasa lahan menjadi pertanian terpadu! Seperti yang dijelaskan di web ITB. Bahwa disini kamu akan ditempa agar mampu mengembangkan sistem pertanian yang bertumpu pada kekuatan alam tropis negara kita.

Untuk menghasilkan produk pertanian yang beragam dengan efisiensi energi, materi, dan ekonomi. Tanpa mencemari lingkungan dengan polutan yang membahayakan.

Fun fact! Meski namanya prodi pertanian kamu akan belajar banyak hal disini. Termasuk bagaimana menciptakan otomasi yang pake robot sama koding-koding itulah.. keren kan!!


3.  Rekayasa Kehutanan
Hutan Indonesia akan habis!? Nah itu dia gengs masalahnya. Jangan karena hutan kita mau habis justru kita tinggal diam dan merasa kuliah kehutanan gaada gunanya. Malah harusnya kita peduli donk sama hutan kita..

Di Rekayasa Kehutanan (RK) kamu akan belajar interdisiplin ilmu kehutanan dengan rekayasa yang diaplikasikan dalam bioproses serta biosistem untuk menjaga kelestarian hutan, memanipulasi hutan agar pemanfaatannya berkelanjutan, dan mengkontruksi hutan-hutan baru.

Menariknya, lulusan RK ini bisa berkarier dibanyak bidang. Contoh pertambangan! Ya bener, pertambangan. Karena lulusan jurusan ini dididik agar cakap dalam mengkontruksi hutan baru, maka tidak sedikit dari mereka yang bekerja di perusahaan tambang.

Bagaimana melakukan reforestasi lahan yang telah habis dikeruk isinya. Sehingga tidak menjadi fenomena kerusakan alam.

4.  Teknologi Pasca Panen
Tau ngga kalau krisis pangan di negara kita bukan semata-mata karena jumlah produksi pertanian kita sedikit. Tapi penanganan pasca panen yang masih jauh dari kata baik. Sehingga banyak hasil pertanian kita yang rusak dan tidak dapat dimanfaatkan begitu saja tak lama setelah dipanen.

Nah masalah kehilangan pasca panen ini bahkan tidak hanya dialami di negara kita saja, tapi menjadi masalah utama bidang off farm semua negara yang berproduksi di bidang pertanian.

Disini kamu akan belajar merekayasa penanganan pasca panen untuk memproses, menjaga, dan memanipulasi hasil panen. Pernah kebayang ngga sih, kan hasil panen negara kita misal buah itu banyak. Sampai diekspor ke negara lain misal eropa yang beriklim subtropis.

Nah, gimana caranya buah tropis yang dipanen di Indonesia, trus dikirim ke eropa yang sampai sananya bisa lebih dari seminggu. Tapi pas dijual disana masih glowing-glowing menarik kayak disupermarket kita..

Dijurusan ini kamu akan menemukan jawabannya, bagaimana menjaga kualitas dari hasil panen yang telah kita lakukan. Bahkan menciptakan inovasi penangan pascapanen sendiri, menarik banget kann!!
----------------------------
Oke itu tadi semua pengenalan fakultas SITH-R ITB. Semoga menjadi informasi baru bagi temen-temen semua tentang beragamnya jurusan perkuliahan. Gimana? Berminat kuliah di SITH-R ITB? Jurusan apanih kira-kira?

Kalau mau nanya-nanya sabi kontak lewat medsos yang ada di about me blog ini. Semoga tulisan bermanfaat buat kamu, dan terimakasih sudah bersedia membaca!!

Baca selengkapnya