Kamis, 10 September 2020

3 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Pilih Kerja Sambil Kuliah

 

Source: unsplash.com

Halo kawan semua, kamu pasti sepakat bahwa kuliah merupakan waktu yang penting untuk dioptimalkan dengan menambah pengalaman serta kemampuan. Berbagai kesempatan dapat kamu maksimalkan untuk menjadi pengalaman, termasuk bekerja. Yap! Bekerja sambil kuliah bukanlah hal mustahil. Pengalaman kuliah sambi bekerja akan memberikan banyak kenangan dan pengembangan diri padamu.


Lantas bagaimana caranya bisa kuliah sambil bekerja? Jika kamu penasaran, ayo lanjutkan membaca ini untuk menuntaskan kepomu!!


Salahkah Kerja Saat Kuliah?

Pada dasarnya dunia kuliah adalah waktu dan kesempatan dimana kita akan berproses menjadi seorang insan akademis dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang ditekuni. Sehingga diharapkan ketika kamu lulus nanti dapat menjadi seseorang yang bisa memberikan kontribusi sesuai kompetensi yang kamu miliki.


Dari situ apakah menggunakan masa-masa kuliah kamu untuk bekerja adalah hal salah? Tentu tidak. Mengambil pekerjaan sewaktu kuliah juga dapat kamu jadikan sebagai kesempatan untuk belajar. Meskipun pekerjaan yang kamu jalani tidak sejalan dengan bidang ilmu yang sedang kamu tekuni. Karena selepas lulus nanti tidak akan ada menjamin kamu akan bekerja pada bidang yang kamu tekuni bukan?


Untuk itu tidak ada salahnya kamu menjalani pekerjaan sembari melaksanakan kuliah. Namun, tentu kamu memiliki tantangan yang lebih tinggi untuk bisa menyeimbangkan keduanya jika dibanding teman-teman yang tidak bekerja.


Mulai dengan Memantapkan Niat

Bagi yang mulai memiliki niat untuk bekerja, aku akan membagikan hal apa saja yang aku lakukan ketika memutuskan untuk bekerja pula. hal pertama dan paling utama menurutku adalah memantapkan niat yang mendasari keinginanmu untuk bekerja. Niat ini tentu berbeda antara satu dengan lainnya, jadi tentukan niat versi kamu ya...


Ada beberapa niat yang umumnya menjadi dasar motivasi seseorang untuk bekerja. Apa saja itu? Aku akan memberi contoh niatku untuk bekerja...


Niat utama yang aku tanamkan dalam diri adalah bahwa aku ingin menjadi seorang pribadi yang mandiri. Aku ingin belajar hidup memenuhi kebutuhanku dari hasil kerja keras dan usahaku sendiri. Memang hal ini juga dilatarbelakangi oleh keterbatasan dukungan dana yang mampu orangtuaku berikan. Sehingga aku harus mencukupi sisanya dari hasil keringat sendiri.


Bagi kamu yang memiliki kondisi yang sama, ini bisa menjadi modal awal niat yang kuat, lho...


Selanjutnya aku meniatkan bekerja sebagai kesempatan bagiku untuk menambah pengalaman baru. Pengalaman bekerja itu penting. Karena ketika aku lulus kelak dan benar-benar mefokuskan diriku dalam pekerjaan. Aku tidak akan terlalu kaget karena sudah memiliki pengalaman sebelumnya.


Ketiga nih. Tapi kayaknya tiga aja dulu ya. Aku meniatkan bekerja sambil kuliah untuk melatih diri dengan sikap profesional. Bersikap profesional adalah keterampilan wajib dalam dunia kerja esok. Dengan bekerja saat kuliah kamu bisa mulai melatih sikap profesionalmu semasa kuliah. Menariknya, kebanyakan atasan juga akan lebih banyak memaklumi apabila aku sebagai seorang mahasiswa belum cekatan dalam pekerjaan. Asal jangan mengulang kesalahan yang sama dua kali ya, kamu terlihat seperti bukan seorang pembelajar.


Pilih Pekerjaan yang Kamu Senangi

Kalau kamu sudah memiliki niat yang kuat untuk mulai bekerja. Langkah selanjutnya pilih pekerjaan yang kamu senangi. Pilihan pekerjaan menjadi penting karena kamu akan memberikan waktu, tenaga, dan pikiranmu disana juga. Dengan pengorbanan yang kamu berikan disana, sudah sepantasnya kamu menikmati apa yang kamu kerjakan.


Memilih pekerjaan yang sesuai juga akan meningkatkan gairah dan semangat kamu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan efisien. Jika hal tersebut dilakukan secara kontinu, bukan tidak mungkin kamu akan mendapat kepercayaan yang lebih dari atasan atau teman tempat dimana kamu bekerja.


Bagaimana cara memilih pekerjaan yang sesuai?

Jawaban pertanyaan tersebut tentu bergantung pada diri kamu masing-masing. kamu bisa memilih pekerjaan sesuai dengan bidang kuliah yang kamu dalami. Bisa juga memilih pekerjaan sesuai dengan hobi atau hal yang senang kamu lakukan. Terakhir kamu juga bisa memilih pekerjaan dibidang yang membuatmu penasaran dan ingin mendalami hal tersebut lebih jauh.


Pada akhirnya, mari kembalikan pada diri kamu terlebih dahulu. Apa kamu sudah mengenal diri kamu dengan baik? Apa yang kamu sukai? Kegiatan apa yang membuatmu bersemangat untuk terus melakukannya? Apa yang menjadi passion untuk kamu kembangkan?


Karena ingat, di tempat kerjamu nanti. Kamu akan memberikan banyak pengorbanan untuk tetap produktif didalamnya. Jangan sampai kamu tidak menyenangi pekerjaan tersebut dan merasa cukup ‘yang penting dapat uang’ dari sana.  Ada ilmu, keterampilan, dan pengetahuan yang juga perlu kamu cukupi kebutuhannya selama kamu menjalani sebuah pekerjaan.


Sesuaikan dengan Kesibukan Kamu

Sudah memiliki niat yang mantap, bidang yang disenangi. Eitss, ada satu yang lagi yang juga perlu kamu perhatikan. Yaitu jadwal kesibukan yang kamu miliki. Bekerja sesuai dengan porsi waktu yang kamu miliki adalah hal penting untuk tetap mengoptimalkan kesibukan harian kamu.


Perhitungkan jam kelas kuliah, waktu mengerjakan tugas, waktu bekerja, dan jangan ditinggalkan, waktu untukmu beristirahat dan evaluasi diri. Seimbangkan jadwal harianmu dengan kewajiban yang kamu miliki. Itu akan sangat membantumu dalam meningkatkan produktivitas.


Jika kamu sudah memiliki jadwal yang cocok, jadikan jadwal tersebut masuk dalam kesepatakan antara dirimu dengan pihak tempat kamu bekerja. Dengan begitu diharapkan akan dapat meminimalkan masalah miskomunikasi dan kesenjangan tuntutan yang mungkin terjadi kedepannya.


Mengatur kesibukan juga akan memudahkan kamu dalam membuat skala prioritas. Mana yang harus didahulukan, mana yang dapat kamu masukkan dalam jadwal antrian berikutnya. Disiplinlah dalam menjalankan prioritas yang sudah kamu susun agar berhasil menyelesaikan semuanya dengan tepat waktu.


Kesimpulan

Nah hal diatas tadi merupakan poin-poin yang menurutku penting untuk kamu perhatikan jika ingin mencoba kuliah sambil bekerja. Semua itu berdasarkan pada pengalamanku yang pernah mencoba kuliah sambil bekerja. Sehingga aku berharap tulisan ini dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk bekerja tanpa meninggalkan kewajiban kuliah.


Memang terlalu ideal dan selektif apabila berusaha untuk memenuhi semua yang aku tuliskan. Karena keadaan setiap kamu juga akan berbeda satu dengan yang lainnya termasuk aku. Tapi tidak ada salahnya menggunakan poin tersebut untuk menyesuaikan keputusan yang akan kamu pilih.


Jadi mungkin sekian dari aku. Semoga bermanfaat, dan terimakasih sudah bersedia membaca!!

Baca selengkapnya

Rabu, 02 September 2020

Rasanya Setelah Semester Pertama Kuliah TPB di ITB

Source: unsplash.com

Menjadi mahasiswa itu susah susah gampangnya dikit. Waktu dimana katanya menjadi penentu hidup kamu kedepannya. Apalagi kalau orangtuamu ngga terlampau kaya buat ‘nyuapin’ kamu sampai besar. Jadi udah mulai harus bisa hidup mandiri.


Tapi ngga akan bahas masalah hidup guys, lebih tepatnya aku akan menceritakan pengalaman satu semester pertama jadi Maba TPB di ITB. Segala yang kutulis ini murni pandangan dan pendapatku ya. Jadi kalau temen-temen info yang berbeda mungkin dari sumber lain, ya bijak-bijak aja nanggepi nya.


Kata kating itu masa TPB adalah tahap paling bahagia karena kuliah nya santuy dan masih gampang. Padahal ya tidak begitu kenyataannya. Lantas seperti apa kuliah TPB di ITB?


Kalau kalian tertarik buat tau lebih. Lanjutin baca catetan #KuliahITBku ini sabi banget guyss...


Materi Sama Satu Kampus

Nah yang pertama ini menurutku cukup unik guys. Dimana kalian bisa ngerasain belajar materi yang sama satu kampus. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena ITB sendiri itu dasarnya Institut! Ingat, bukan universitas. Jadi kalau kata kampus lain ITB itu kayak eskalasinya FT kampus mereka. Emm, sebenarnya ngga sepenuhnya salah si, tapi ngga benar juga. Oke skip.


Di TPB ini yang bakal jadi bahan materi kuliah kamu adalah matematika (Kalkulus) dasar, Fisika, dan Kimia. Sama pengantar masing-masing fakultas. Jadi ya ngga sama persis-persis. Kalau persis ngapain ada fakultas? Karena materi yang sama ini mengakibatkan buku referensi perpustakaan untuk masa TPB pasti habis terpinjam.


Gimana ngga, buku kuliah original itu mehong bingits. Sebenarnya bisa diakali pake buku-buku bajakan sih. Tapi nanti ada yang nyeletuk ilmunya ngga berkah pas kita pada gabisa jawab soal dari dosen meski udah baca buku :( sama feel bacanya ngga akan senyaman dan sebetah buku original pastinya.


Hal asik lainnya karena kesamaan materi ini adalah kamu bisa menambah banyak teman dan kenalan. Waktu TPB itu adalah waktu yang baik untuk menambah kenalan dan relasi menembus batas fakultas masing-masing.


Karena seperti ada rasa senasip sepenanggungan materi kuliah yang katanya cuman kayak anak SMA padahal zonk. Dari sana kamu juga bisa belajar bareng dengan siapapun teman TPB tak peduli fakultas mana. Asal udah kenal ya...


Gimana? Bisa banyangin kuliah materinya sama satu kampus, bener-bener mirip sama SMA ya...


Kewajiban Akademik yang ‘WaW’

Kewajiban utama kita berkuliah pasti untuk menambah ilmu guna menjadi insan akademis. Untuk mencapai itu pasti kamu akan menjalani proses, termasuk aku juga. Ternyata berproses atau belajar di ITB itu sesuatu sekali. Di waktu mau kuliah TPB aku diberitahu kalau pelajarannya bakal sama kayak yang pernah diajarin pas SMA, jadi gausa panik. Honestly, itu ngga bohong si, tapi...


Memang hampir setiap konsep yang diajarkan semasa TPB itu pernah diajarkan waktu SMA. Lebihnya adalah bagaimana aku memahami dari darimana rumus itu berasal dan penggunaannya untuk masalah-masalah yang kompleks, dan disini semua masalah dimulai.


Perlahan rumus-rumus yang udah menemani aku berjuang untuk masuk ITB berubah menjadi lebih rumit dan njelimet. Rumus itu memperlihatkan wujud aslinya yang tidak mudah diselesaikan. Tinggallah otak aku yang pasrah dengan ini semua.


Belum lagi soal yang diberikan dosen sebagai latihan hingga soal ujian akhir nanti. Harus diakui kalau dosen ITB memang sangat pandai membuat soal yang bikin otak bersedih saat mengerjakan dan batin menangis saat nilainya keluar.


Ehe, tapi jangan overthinking gitu guyss...

Karena disini aku merasa ada banyak banget jalan dan kesempatan yang bisa aku maksimalin buat menguasai semua materi kuliahku dengan baik. Tinggal bagaimana aku dituntut untuk aktif dan inisiatif mengusahakan perubahan.


Oh iya, satu lagi. Meskipun direncana studi tidak ada SKS praktikum, tapi ternyata di masa TPB ini aku tetap menjalani praktikum. Ini memang curang sih karena jadinya beban kuliahnya lebih banyak daripada SKS yang aku ambil.


Parahnya, kalau aku ngga lulus praktikum meski dengan nilai teori yang memadai. Aku akan diminta untuk mengulang matkul tersebut tahun depan guys...


Intinya bisa dibilang beban akademik di ITB itu memang berat kawan. Baik dari materi, soal ujian, hingga patokan nilainya. Itu semua demi menjaga kualitas seorang mahasiswa ITB.


Tapi meski begitu, akan ada banyak fasilitas dan kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk berjuang menguasai materi meningkatkan batas kemampuannya. Jadi aku harus selalu semangat disini.


Budaya Kaderisasi yang Mengakar

Baru masuk ITB ngga tau apa-apa...

penggalan lirik yel-yel kakak mentor pada OSKM ITB 2019.


Satu lagi pengalaman paling berkesan menjalani satu semester pertamaku di ITB adalah melihat budaya kaderisasi yang mengakar. Disini aku coba memandang kaderisasi dari dua sisi, baik dan buruknya.


Aku melihat kaderisasi ini sebagai bentuk kepedulian kating terhadap mabanya yang masih belum banyak tahu selain kampus ITB itu Bandung dan tempat tinggal yang murah itu diasrama.


Aku menjalani proses kaderisasi ini dimulai sejak hendak berkuliah menjadi bagian dari keluarga mahasiswa ITB. Kemudian setiap kegiatan yang akan aku pilih maka aku akan menjalani kaderisasinya masing-masing.


Misal jika aku ingin mengikuti kepanitiaan maka aku akan menjalani kaderisasi untuk menjadi panitia event tersebut. Mau ikut unit kegiatan maka aku akan menjalani kaderisasi unit tersebut. Jadi ngga heran kalau masa TPB ini aku dan teman-teman banyak ngerjain tugas kaderisasi ini dan itu.


Biasanya bakal kelihatan maba yang ‘apatis’ gamau ikut kegiatan apa-apa. Tapi ya aku tidak terbiasa men judge orang semudah itu si, cuman biasanya cirinya begitu.


Jadi kalau dilihat dari sisi kacamata baik, kaderisasi ini merupakan bentuk kepedulian kaka tingkat pada Mabanya yang baru mau masuk ke suatu komunitas tertentu. Mereka dikader supaya dapat mengenal dengan baik apa yang ada didalam lingkaran tersebut dan bagaimana orang-orangnya.


Selanjutnya kalau dari sisi buruk, kaderisasi ini sering menggunakan metode yang cukup berat. Misalnya buat tergabung dalam sebuah unit mahasiswa, aku harus melakukan wawancara perkenalan kepada kaka tingkat dengan durasi yang cukup lama dan jumlah kaka yang diwawancara cukup banyak.


Contoh lainnya adalah jika aku ingin menjadi panitia lapangan suatu event. Maka aku harus menjalani kaderisasi dan pelatihan selama dua bulan dengan berbagai penugasan didalamnya. Padahal pelaksanaan acaranya cuman dua hari aja. WaW...


Metode yang cukup berat ini kemudian jadi penghalangku dan teman-teman yang lain buat ikut aktif berkegiatan. Mungkin karena niat awal kami juga ikut sekedar menyalurkan hobi dan pengisi kebosanan. Begitu mau join, dikader dengan tugas yang bikin keoss.


Yasudah mundur pelan-pelan saja, ehe...


Kesimpulan

Bisa dibilang masa TPB benar-benar menjalankan perannya sebagai tahap persiapan bersama. Menyiapkanmu dengan tuntutan akademik yang memang tidak mudah dan perlu diperjuangkan sepenuh hati. Karena kalau sudah masuk jurusan bebannya akan bertambah lagi.


Menyiapkanmu dengan budaya kampus yang begini dan begitu dengan segala kebaikan dan kekurangannya. Tinggal prioritaskan mana yang mau kamu perjuangin.


Pada akhirnya TPB akan mengujimu apakah kamu memang seorang yang layak mengemban nama besar dengan bebannya atau hanya ingin dipandang sebagai mahasiswa kampus beken saja.


Semoga tulisan aku kali ini bermanfaat dan menambah pandangan kalian semua. Terimakasih banyak udah bersedia menyimak!!!

 

 

 


Baca selengkapnya